
"JIHAN!"
Bruk...
Kejadiannya begitu cepat, Tepat setelah langkah kaki Jihan bersiap maju selangkah terjun kelaut tangannya ditarik cepat.
Membuat luka ditangannya kembali terluka dan baju yang dikenakannya kotor juga sobek dengan luka kecil akibat bergesekan dengan aspal.
"Hah... Hahh.. Hah... APA KAU SUDAH GILA?!! SADARLAH JIHAN! KAU INGIN DIMASUKAN KE RUMAH SAKIT JIWA LAGI?!!"
Pria yang menolong dan berteriak padanya adalah Namjoon, Sahabat juga teman Yoongi dan Jimin.
Namjoon sudah sangat kenal Jihan bahkan ia ada disana menyaksikan saat Jihan dan Yoongi bertunangan.
Ia mengerti dan sangat tau bagaimana kedua insan itu saling mencintai, dan tak rela ditinggalkan.
Ia juga mengerti kenapa Jihan sampai melakukan hal ini karna dulu ia juga ada disana saat Jihan hampir bunuh diri pertama kali didalam bath tub dan digagalkan oleh Jimin.
Dan ia tau sepenting apa eksistensi seorang Min Yoon Gi untuk Jihan.
"Jihan, Sadarlah! Min Yoongi sudah tiada! Kau harus merelakannya Jihan"
Jihan menatap luka dikedua lututnya dalam diam, Iris matanya kosong, semangat hidupnya menghilang.
__ADS_1
Bayangan Yoongi yang melambai diatas air memenuhi kepalanya.
Apa maksudnya? Apa Yoongi mau bertemu dengannya secepatnya?
'Jika itu yang kau inginkan Yoon, Akan aku lakukan. Tunggu aku.'
Iris matanya yang kosong perlahan mulai terisi, Kegelapan yang pekat terlihat di kekosongan iris matanya.
Pandangannya menatap lurus keatas jembatan tempatnya ingin melompat sebelumnya.
"Jangan omong kosong Kim Namjoon, Yoongi masih ada disini kau hanya terlalu buta dan tidak melihatnya" lirih Jihan.
Pandangan matanya tetap menatap lurus kelautan luas di hadapannya.
Seolah-olah Yoongi tengah berdiri diatas jembatan dengan tangan melambai-lambai memanggil namanya.
"Berapa kali harus kukatakan padamu Jihan? Berhenti berhalusinasi! Kau bahkan ada disana saat Yoongi di kremasi!" bentak Namjoon.
Namjoon kesal, Sudah cukup baginya Jihan menderita beberapa bulan ini, bahkan ini sudah mau lebih dari satu tahun!
Jihan terlalu buta pada masa lalu hingga tidak mau melihat masanya yang akan datang, mengabaikan semua orang yang mencintai dan menyayanginya, Menjadi patung yang tetap terfokus dan melihat masa lalu.
Karna satu orang ia membuang banyak orang yang juga menyayanginya.
__ADS_1
"Jihan... Apa kau tidak lelah? Kumohon berhentilah, Bukan untukku atau untuk yang lain jika kau tak mau, Demi Yoongi apa kau tak bisa melakukannya?" ucap Namjoon pelan.
Namjoon menatap iba pada Jihan, sedangkan yang di tatap langsung menatap Namjoon dengan pandangan tajam.
"Yoongi masih hidup Kim Namjoon!!!" bentak Jihan.
Hembusan nafasnya memburu, Seolah menahan emosi dengan mata yang menatap semakin tajam.
Namjoon menatap kesal dan semakin kesal.
"Jihan sadar! Yoongi udah gaada!"
"GAK YOONGI MASIH ADA! DIA DISINI SAMA JIHAN! "
Jihan berdiri gusar, matanya tetap menatap kedua iris mata milik Namjoon tajam.
"Jika kau tetap ingin memaksaku merelakannya itu tak akan bisa! Dan tak akan pernah bisa! Karna Yoongiku belum mati! Ingat itu Kim Namjoon!!!"
"Min Ji Han!!!"
Jihan berlari menjauh, menghiraukan hembusan angin yang semakin mendingin atau luka-luka yang masih mengnganga terbuka meninggalkan jejak perih dan sakit yang mendominasi.
Meninggalkan Namjoon yang sedang menatapnya kasihan juga sedang merutuki kebodohannya dalam bersikap.
__ADS_1
"Sial, Harusnya aku langsung saja membawanya kesana!" lirih Namjoon.
"Aku harus menghubungi Jimin"