HEARTBEAT

HEARTBEAT
31. Saat Bersama Kamu


__ADS_3

"Mbak, kak Regan di mana?" tanya Revelyn saat ia baru saja menuruni anak tangga.


Revelyn heran karena tidak menemui Regan di dalam kamarnya, lantas gadis itupun berjalan menuju meja makan.


"Oh Regan, dia di gazebo." jawab Agitha sambil meletakkan sepiring kue cokelat di atas meja.


Revelyn mengangguk, gadis itu lalu mengambil sepotong kue itu dan langsung memakannya.


"Eh, itu masih panas." tegur Agitha geleng-geleng kepala.


Revelyn hanya nyengir kuda sambil beranjak pergi menghampiri Regan yang berada di luar.


"Hai hitam manis." sapa Leo, cowok itu melambaikan tangannya saat sudah keluar dari pagar rumah Revelyn.


Gadis itu mengernyit, ia berpikir mungkin Leo dan Regan sehabis berbincang-bincang.


"Lo habis ngapain?" tanya Revelyn menghampiri Leo.


"Nyari nyamuk."


"Leo!"


Leo terkekeh, ia mencubit pipi Revelyn gemas, setelah itu ia beranjak pergi menuju rumahnya.


"Bye!"


Revelyn menghela napasnya, ia lalu menoleh ke arah Regan yang sedang duduk di gazebo.


"Sini duduk." ajak Regan tersenyum manis.


Gadis itu menurut, ia mengambil duduk di samping Regan.


"Kak Regan tadi habis ngapain sama Leo?" tanya Revelyn kepo.


"Berburu nyamuk."


"Kak Regan! ihh, jangan nyebelin kayak Leo, dong." rengek gadis itu cemberut sambil mencubit lengan Regan.


Keduanya tertawa, apalagi Regan merasa lucu melihat tingkah adiknya itu saat kesal.


"Nggak, kok, Kak Regan cuma ngobrol-ngobrol doang sama Leo tadi."


Revelyn menaikkan sebelah alisnya, "ngobrolin apaan?" tanyanya penasaran.


Regan menoleh ke arah Revelyn, ia tersenyum jahil, "Kak Regan bilang, kalian berdua harus menikah secepatnya."


Mendengar jawaban Regan, sontak membuat Revelyn menabok lengan kakaknya itu.


"Kak Regan! Velyn masih terlalu muda, tau!" rengek Revelyn, namun tawa Regan semakin kencang.


"Kak Regan becanda," ucap Regan sambil mengusapi puncak kepala Revelyn.


Adiknya itu hanya memasang ekspresi cemberut sambil melipat tangannya di depan dada.


"Lagipula Velyn, 'kan, pasti akan menikah, tapi dengan orang yang Velyn cintai." jawab Revelyn cuek.


"Leo, 'kan, orangnya?"


"Kak Regan! bukan, lah!"


"Jadi kamu nggak suka sama Leo?"


Revelyn terdiam, gadis itu membuang mukanya dari Regan.


"Nggak tau."


Regan mengernyit heran, "kok nggak tau? padahal kalian selalu bersama, 'kan, dari dulu."


"Kak, ihh, jangan bahas tentang ini dong." pinta Revelyn memelas.


Regan terkekeh, ia mengangguk sambil mendongak, menatap langit malam yang indah berhiaskan ribuan bintang-bintang.


"Velyn harus tetap bersama Leo, ya."


Ucapan Regan membuat Revelyn menoleh ke arahnya, ia menatap Regan lekat.


"Kenapa?"


Regan tersenyum, ia mengalihkan pandangannya menuju adiknya. "karena cuma Leo yang selalu ada buat Velyn, dan juga bahagiain Velyn."


...🍕...


"Eh, gw pulang duluan, ya." pamit Una seraya melambaikan tangannya pada kedua sahabatnya.


"Lo pulang naik apa?" tanya Revelyn heran.


"Kereta kuda!" jawab Miselia mewakili, spontan membuat Una mendelik ke arah Miselia.


Mereka berdua tertawa, setelah itu, mereka melambaikan tangan saat Una sudah beranjak pergi.


"Ayo pulang."


Revelyn tersentak saat Leo menarik tangannya, cowok itu tiba-tiba datang entah darimana.


"Gw duluan, ya." pamit Revelyn pada Miselia.


Gadis itu mengangguk seraya terkekeh, "hati-hati, ya." ucap Miselia sambil melambaikan tangannya.


Revelyn tersenyum manis ke arah Miselia, membuat Leo tiba-tiba saja menyentuh dadanya.


"Argh, Velyn."


"Eh, lo kenapa?" tanya Revelyn panik, bahkan Miselia juga terlihat heran.


"Lo buat jantung gw berdebar-debar, lagi." jawab Leo menatap Revelyn lekat sambil tersenyum.


Spontan Revelyn langsung mencubit lengan cowok itu, "alay tau nggak, gw kira apaan tadi." omel Revelyn kesal, cowok itu hanya tertawa sambil menarik Revelyn pergi menuju mobilnya.


Sepeninggal kedua orang itu, Miselia berjalan menuju gerbang sekolahnya. Gadis itu belum kunjung di jemput, padahal Miselia tidak suka menunggu terlalu lama.


Karena bosan lantas Miselia memainkan handphonenya dan tidak menyadari seseorang berdiri tidak jauh dari hadapannya.


"Belum pulang?"

__ADS_1


"Belum." jawab Miselia, pandangannya masih tertuju pada handphonenya, detik selanjutnya gadis itu mendongak dan menatap cowok di hadapannya dengan mimik tidak percaya.


Regan tersenyum, membuat Miselia memekik kesenangan.


"Regan, kamu ngapain di sini?" tanya Miselia terlihat senang.


Cowok itu menyentil kening Miselia lalu mengusap puncak kepalanya.


"Aku mau jemput pacar aku lah." jawaban Regan membuat Miselia tersipu malu.


"Aku kira kamu masih kerja."


"Aku ambil cuti, untuk meluangkan waktu bersama kamu, ayo, kita jalan-jalan ke pantai."


Regan menggenggam tangan kanan Miselia, ia melempar senyum termanis yang pernah Miselia lihat.


Gadis itu terdiam memandang Regan lekat, detik selanjutnya Miselia mengangguk sambil tersenyum.


"Tapi aku harus ke rumah dulu, buat ganti baju." ucap Miselia terkekeh.


Regan menggeleng, "nggak usah, kita beli bajunya di toko aja." ucap Regan sambil menarik Miselia masuk ke dalam mobil.


Gadis itu geleng-geleng kepala sambil terkekeh, entah kenapa Regan sangat bersemangat hari ini.


...🍕...


Miselia takjub melihat pemandangan di hadapannya, laut yang biru, membuat mata sejuk untuk memandangnya.


"Fotoin aku dong," pinta Miselia, ia memberikan handphonenya pada Regan.


Cowok itu mengangguk sambil terkekeh, ia sudah siap mengambil gambar gadis itu.


Miselia mengerucutkan bibirnya sambil berkecak pinggang, dengan gaya seperti itu, Regan siap mengambil gambar gadis itu.


Miselia terlihat semangat untuk melihat hasil jepretan Regan, saat sudah melihat foto dirinya lantas tawa Miselia meledak.


"Bibirnya, minta dicium ya?" goda Regan sambil memperlihatkan sekali lagi foto hasil jepretannya pada Miselia.


Gadis itu merasa malu saat Regan menggodanya, "Regan!" rengek Miselia cemberut sambil mencubit lengan cowok itu.


Regan tertawa, ia pun merangkul Miselia sambil mengecup singkat dahi gadis itu.


"Becanda, sayang."


Miselia tersenyum malu, merasa senang dengan perlakuan sederhana Regan kali ini.


"Regan," panggil Miselia sambil mendongak, menatap Regan yang masih merangkul dirinya.


"Hm?" dehem Regan menaikkan sebelah alisnya.


"Coba ..., tangkap aku!"


Miselia berlari menjauh dari Regan, gadis itu memeletkan lidahnya ke arah Regan kemudian kembali berlari menuju bibir pantai.


Regan yang melihat tingkah kekanakkan Miselia lantas tertawa, detik selanjutnya cowok itu mengejar Miselia sesuai kehendak gadis itu.


Hingga terjadilah kejar-kejaran di antara mereka berdua di sepanjang bibir pantai, bahkan Miselia sesekali mencipratkan air ke arah Regan hingga cowok itu mengancam akan mencium Miselia jika ia berhasil menangkap gadis itu.


Keduanya tertawa lepas, bahagia, seakan dunia ini miliknya berdua. Miselia tidak pernah sebahagia ini, ia sangat beruntung Regan hadir dalam hidupnya.


Miselia berteriak kaget saat Regan memeluknya dari belakang, gadis itu akhirnya mendengus pasrah.


Gadis itu membalikkan tubuhnya menghadap Regan, cowok itu tersenyum sambil mendekatkan dahinya ke dahi Miselia hingga bersentuhan.


Miselia memejamkan matanya, wajah mereka sangat dekat sekarang, membuat gadis itu sedikit gugup.


"I love you." gumam Regan tersenyum.


Gadis itu mengangguk sambil membuka matanya, "I love you too."


"Aku berharap bisa bersama kamu, selamanya." ucap Regan sambil menjauhkan dahi mereka yang tadinya saling bersentuhan, cowok itu lalu menyelipkan poni Miselia di belakang telinga.


Miselia tak berkedip memandang Regan, ia sangat mencintai cowok di hadapannya sekarang. Karena Regan, membuat hari-hari Miselia bahagia setiap harinya. Dan karena Regan, ia dapat merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya.


"Aku juga."


...🍕...


"Velyn."


Sang pemilik nama tersentak saat Leo menyelonong masuk begitu saja ke dalam kamarnya.


"Ngagetin aja, lo."


Cowok itu menghampiri Revelyn yang sedang dalam posisi tengkurap diatas kasur, lantas Leo juga mengambil posisi yang sama di sebelah Revelyn.


"Ngapain lo?" tanya Leo heran saat melihat Revelyn sedang fokus membaca buku novelnya.


"Makan buku."


"Makan buku darimana? lo itu lagi baca buku, oi."


"Tuh tau, ngapain nanya lagi! ogeb." kesal Revelyn sambil memukul kepala Leo dengan buku novel di tangannya.


Cowok itu meringis sambil memegangi kepalanya, sedangkan sang pelaku hanya geleng-geleng kepala sambil mengubah posisinya menjadi terlentang.


Leo juga melakukan hal yang sama seperti Revelyn. Leo juga mengubah posisinya menjadi terlentang, ia lalu menoleh ke arah Revelyn yang sedang menatap langit-langit kamarnya.


"Regan mana?"


Revelyn menoleh ke arah Leo, gadis itu menatap Leo lekat.


"Liburan sama pacarnya."


"Kemana?"


"Pantai." jawab Revelyn datar.


"Terus kenapa lo nggak liburan juga?"


"Gw nggak punya pacar."


"Kan lo, punya gw." jawab Leo sambil menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


Spontan Revelyn malah menyentil bibir Leo, membuat cowok itu berteriak kesakitan.


"Sakit oi!" kesal Leo sambil menutupi bibirnya dengan tangan.


"Mau gw sentil lagi?"


"Jangan sentil, cium aja." goda Leo, ia mengerucutkan bibirnya sambil mendekatkannya ke wajah Revelyn.


Sontak gadis itu berteriak jijik, "Leo! geli oi!" sambil menjauhkan wajah Leo dari hadapannya.


Cowok itu tertawa ngakak melihat Revelyn yang terlihat kesal.


"Nyebelin banget sih lo!" kesal Revelyn sambil menggelitik Leo, membuat cowok itu geli.


"Oi geli njir, gw nggak tahan!"


Salah satu kelemahan Leo adalah dikelitiki, dan Revelyn akan menggunakannya untuk membalaskan dendam karena perbuatan Leo tadi.


"Rasain nih, geli 'kan lo!" ucap Revelyn semakin buas menggelitik cowok itu, Revelyn tertawa jahat.


"Udah oi, gw geli tau!" gemas Leo, ia mencubit kedua pipi gadis itu hingga Revelyn meringis kesakitan.


"Sakhit au." protes Revelyn sambil menepis tangan Leo dari wajahnya.


Leo tersenyum, ia memandangi wajah Revelyn lekat. Merasa heran saat Leo menatapnya, gadis itu juga balas menatap Leo lekat.


Keduanya saling berpandangan, sebelum akhirnya Leo mengusap lembut sebelah pipi Revelyn.


Leo menghela napasnya, ia masih menatap Revelyn lekat begitupula sebaliknya.


"Kenapa?" tanya Revelyn cengo.


"Nggak papa."


...🍕...


Sepasang kekasih itu sedang duduk berdua di pantai sambil menghadap ke arah laut, mereka sedang menikmati sunset yang indah.


Miselia tersenyum kala Regan semakin menggenggam erat tangannya, gadis itu lalu menyandarkan kepalanya di pundak Regan.


"Aku suka senja." ucap Regan, membuat Miselia mengernyit heran.


"Kenapa?"


"Meski tidak bisa bertahan lebih lama, tapi setidaknya akan selalu diingat selamanya."


Entah kenapa ucapan Regan seakan mempunyai arti tersendiri, bahkan ekspresi cowok itu berubah menjadi sedih.


"Regan, coba tatap aku." pinta Miselia, cowok itu menurut.


"Kenapa?" tanya Regan menatap Miselia heran.


Gadis itu tersenyum seraya menggeleng lemah.


Merasa aneh dengan Miselia lantas kedua tangan Regan bergerak menyentuh pipi gadis itu.


Regan menatap Miselia lekat begitupula sebaliknya. Miselia, gadis ini sudah membuat Regan merasakan jatuh cinta.


Meskipun Regan punya kekurangan, Miselia tidak pernah mengeluh. Bahkan Miselia selalu mendukung Regan agar cepat sembuh, Miselia selalu menjadi penyemangat Regan kala merasakan rasa sakit di dalam tubuhnya.


Gadis di hadapannya sekarang adalah gadis yang berharga, yang sebaiknya dibiarkan hidup bahagia selamanya. Tentunya bukan bersama dirinya, tapi bersama orang lain. Karena Regan ragu, apakah dirinya bisa bersama gadis itu untuk waktu yang lama.


"Aku mau kamu tetap tersenyum, oke?"


Miselia awalnya diam, kemudian ia mengangguk sambil memberikan senyum paling manisnya untuk orang yang paling berharga di hidupnya.


"Apapun yang terjadi, kamu harus tersenyum, agar aku bahagia."


Miselia mengangguk lagi.


"Kamu janji, 'kan?" tanya Regan.


"Janji."


.


.


.


Keesokan harinya.


"Kamu lagi di mana?"


"Regan lagi di Villa." jawab Regan di telepon, pada Mamanya yang berada di seberang sana.


"Sama siapa? ngapain?"


"Pacar Regan, kami lagi berlibur bersama."


"Berdua saja?"


"Iya."


Regan tersenyum sambil berdiri di teras depan Villa, ia sesekali berdehem saat Mamanya bertanya macam-macam di telepon.


"Ma, Regan boleh minta sesuatu?"


"Apapun itu, katakan saja."


"Mama dan Papa, bisa pulang sekarang ke rumah?"


Krek.


Miselia keluar dari kamar, ia merenggangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku.


Gadis itu lalu celingak-celinguk, ia tidak menemukan Regan dimanapun. Lantas Miselia berjalan menuju teras depan.


Saat sudah sampai di ambang pintu Villa, gadis itu shock saat melihat Regan tergeletak di teras depan.


Mulut Miselia terbuka, ia panik bukan main sambil berlari menghampiri Regan.


"REGAN!"

__ADS_1


...🍕🍕🍕...


__ADS_2