HIDUP (Han, Ian, Dina, Ute & Pras)

HIDUP (Han, Ian, Dina, Ute & Pras)
Ep. 27 (bagian 2) Sang Pengganggu dalam Double Date (H, Ian, D. & U)


__ADS_3

...~ IAN ~...


Tanpa sengaja aku melihat siluet Ka’Han dan Ute di toko perhiasan itu. Tanpa bisa menahan diri, aku masuk ke toko tersebut dan langsung memberikan PPM dan salam: “Selamat Siang Kak..” kepada Ka’Han yang sedang tersenyum bahagia di depan kasir. ‘Apakah ada kejadian menarik antara mereka berdua?’ batinku menebak peristiwa.


“Hi Ian.. pesiar di BPI juga kamu?” tanya Ka’Han tetap dengan senyum sumringahnya.


“Ian.. ngapain kamu disini?” tanya Ute mendekat ke arah kami berdua.


“Siap Kak, saya ga sengaja melihat Kakak dan Ute dari luar dan dengan sengaja masuk untuk mencari tahu ada apakah gerangan yang terjadi sampai kalian berdua kompak membeli perhiasan. Apakah ada kabar gembira yang perlu saya ketahui?” tanyaku menggoda mereka.


“Kepo aja!” hardik Ka’Han bercanda sambil menarik tangan Ute yang membuat tubuh langsingnya meluncur dengan mulus ke dalam pelukan Ka’Han.


“Okey.. okey.. saya kan hanya bertanya saja Kak, ga perlu diperlihatkan juga kale? Suka bener nyiksa jomblo..” ujarku lagi dengan senyum merekah, senang kalau akhirnya mereka berdua berkomitmen bersama.


Sejak kejadian di cuti akhir tahun lalu, aku sudah menebak kalau Ka’Han dan Ute terikat pada semacam tali kasat mata. Dan kebersamaan mereka saat ini, yang bahkan sudah relatif serius, karena sudah sampai ke membeli perhiasan bersama, semakin mengkonfirmasi tebakanku tersebut.


“Siapa suruh betah menjomblo? Yang mau sama kamu kan banyak? Tinggal pilih satu saja apa susahnya seh Ian?” tanya Ute riang.


“Sudah dipilih kog, cuma belum disampaikan saja maksudnya..” jawabku misterius.


“Wow, siapa neh perempuan yang beruntung itu? Apa kami kenal?” tanya Ute lagi.


“Kalian sudah kenal kog, tapi untuk pastinya, kita tunggu dia dateng ke Ksatrian untuk menjemput abang tersayangnya ya.. nanti kalau kami sudah jadian pasti diinfokan deh..” ujarku lebih misterius lagi, membuat Ka’Han mengerutkan mimiknya, mungkin sudah mulai menebak arah pembicaraanku.


Kami pun sempat terdiam sesaat dalam pikiran masing-masing.


“Jadi sudah ga perlu nyari pendamping buat malam inagurasi nanti ya Ka’Han?” tanyaku lagi setelah kami berjalan bersama keluar dari toko perhiasan tersebut. (Malam Inagurasi \= perayaan pada malam hari untuk pelepasan Wasana Praja setelah acara Pengukuhan Wasana Praja menjadi Purna Praja -red)


“Terima kasih Ian sudah mengacaukan rencanaku.. padahal baru nanti setelah pulang pesiar ini akan saya tanyakan ke Ute, tapi baiklah mari kita dengarkan bersama jawaban kekasih hati saya ini..” jawab Ka’Han menghadap Ute dan menggenggam tangannya sambil bertanya: “Ute, bersediakan dikau menjadi pendampingku pada malam inagurasi nanti?”

__ADS_1


“Tembak langsung lah Ka’Han ini, bukan nanya bersediakah tapi bersediakan..” ujarku yang terhenti karena tatapan setajam silet yang diluncurkan tepat ke arahku.


“Iyah Ka’Han.. Ute bersedia..” jawab Ute dengan wajah merona.


Ka’Han tampak terpesona kembali dengan kecantikan Ute dan terlihat akan memberikan Ute ciuman di tengah Mall ini, namun dengan sigap aku mencoba menghentikan kegiatan 2 orang yang sedang dimabuk asmara ini.


“Okey, Ute sudah bersedia dan sekarang kita kemana neh Ka’Han?” tanyaku keras sambil mendekat ke arah mereka.


Ka’Han kembali melemparkan tatapan setajam silet itu namun seperti tersadar posisi-nya ia kemudian bertanya kepada Ute: “Kira-kira Pras dan Dina sudah selesai nonton film kita tadi belum ya ‘te?”


“Oh jadi tadi Ka’Han, Ka’Pras, Ka’Dina dan Ute lagi pada nonton bareng sebelumnya? Lagi pada pesiar bareng ya? Wah pelanggaran neh ga ngajak saya!” celotehku menggoda mereka lagi.


“Bukan begitu Ian.. ehm.. itu.. Ka’Han ish, bantu jawab dunks! Jangan diam saja..” Ute terbata-bata mencoba menjelaskan, sepertinya ia tidak ingin aku marah atau merasa terabaikan, padahal aku kan satu-satunya sahabatnya di Ksatrian itu.


“Aku kan seniornya, mana perlu menjelaskan ke junior!” ujar Ka’Han enteng.


Jawaban yang tidak membantu sepertinya, karena cemberut Ute semakin jelas dan membuat Ka’Han kembali berkata: “Please deh Ian, ga usah lebay bikin Ute merasa bersalah!”


Tak dapat menahan tawa menyaksikan secara nyata kebucinan Ka’Han, aku tertawa terbahak-bahak: “Hahahahaha.. ampun deh Ute, hebat kamu bisa bikin senior sekaku Ka’Han ini klepek-klepek..” tambahku memberikan Ute kedua jempol ini.


“Dan tolong sampaikan sama pacarmu itu, kalau aku adalah sahabatmu yang paling kamu sayangi, jadi jangan sampai dendamnya dilampiaskan ke sahabatmu ini atau persahabatan kita berakhir sampai di sini saja.” Kataku lagi menjauh dari mereka dan berjalan ke arah bioskop.


“Ian..” masih ku dengar suara Ka’Han yang sepertinya tertahan Ute di arah belakangku.


Belum puas rasanya meledek pasangan yang sedang kasmaran ini, aku merasa perlu mengecek pasangan berikutnya, Ka’Pras dan Ka’Dina.


Dan benar saja, aku pun melihat sosok keduanya berjalan keluar dari Bioskop dengan bergandengan tangan mesra tapi terkesan masih malu-malu. Berbeda jauh dengan pasangan sebelumnya yang terkesan tidak tahu malu.


“Selamat sore Ka’Pras dan Ka’Dina..” sapaku sambil memberi PPM.

__ADS_1


Ka’Dina tampak terkejut dan melepas paksa gandengan tangannya, lalu membalas salamku: “Selamat sore Ian, kamu mau nonton film?” tanyanya basa-basi.


“Enggak Kak, saya cuma mau nonton Kakak berdua lagi pacaran ajah” jawabku membuat semburat merah menghiasi wajah Ka’Dina bersisian dengan kedua lesung pipinya manis.


“Pasti kamu sudah bertemu dengan Ka’Han dan Ute kan?” tanya Ka’Pras sambil mengedarkan pandangannya mencari sosok Ka’Han dan Ute di arah belakang tubuhku.


“Salut untuk Ka’Pras yang paling memahami saya..” ujarku lagi dan kembali menggoda Ka’Dina dengan pertanyaan: “Bagus Kak film yang Kakak tonton barusan? Atau ga sempet nonton karena sibuk bikin film sendiri?”


“Apaan seh Ian, berani ya ngeledekin seniornya?” tanya Ka’Dina lagi dengan wajah yang semakin memerah bahkan sampai ke telinganya kini sudah memerah.


“Wah sepertinya tebakan kedua saya yang benar ya?” godaku lagi.


“Sudahlah Ian, ngerjain senior juga ada batasnya lah!” akhirnya Ka’Pras berujar dan merangkul bahu Ka’Dina yang menyembunyikan wajahnya ke bahu Ka’Pras karena malu.


“Ka’Dina kenapa?” terdengar suara Ute sambil sikunya menyenggol siku-ku.


“Malu karena ke-gap lagi mesra-mesraan sama Ka’Pras..” jawabku enteng.


“Hei junior.. Kamu kog seneng banged seh gangguin orang pacaran?” tanya Ka’Han menarik tangan Ute menjauh dariku.


Lalu aku kembali berujar: “Susah neh kalau pergaulan sudah bawa-bawa senior-junior.. kaga bakalan ada benernya buat junior.. berlaku 2 pasal kramat: Pertama...”


“Senior tidak pernah salah” ujar kami berempat.


Lalu aku kembali berkata: “Dan pasal kedua..”


“Kalau senior salah, kembali ke pasal satu” ujar kami lagi bersamaan dan setelahnya kami tertawa bersama-sama mencuri perhatian orang-orang di sekitar kami.


...***...

__ADS_1


__ADS_2