Hilang Secara Misteri

Hilang Secara Misteri
Ketika Aku Dilahirkan Part 2


__ADS_3

"Ampunilah saya,saya mohon" ucap Papa kala itu kepada suara tersebut


"Tidak akan ku maafkan, ha-ha-ha" ucap suara itu diiringi tertawaan yang menggema


"Saya menyesal" tambah Papa kemudian


"Haiii...., manusia,kamu sudah membunuh istri dan calon anak ku,aku tidak akan mengampunimu, sekarang pergilah dan terima saja nasibmu, sebelum kau juga ku habisi, ha-ha-ha"


"Saya akan melakukan apapun,saya mohon kembalikan istri dan anak saya" tukas Papa


"Apa kau bersungguh-sungguh,


heerrmmm..." ucap suara itu sambil menggeram

__ADS_1


"I_ya,sa_ya benar-benar bersungguh-sungguh siap melakukan apapun, tolong beri saya kesempatan" ucap Papa terbata tapi yakin dengan perkataannya


"Baiklah manusia,aku akan memberimu kesempatan kedua dan yang terakhir dengan satu syarat"


"Apa itu..??" tanya Papa


"Aku akan mengembalikan jiwa istri dan anak mu kedalam raganya kembali,tapi jika kelak anak mu itu lahir,dia harus menggantikan istriku"


"Apakah tidak ada syarat lain..??"


"Baiklah saya setuju" ucap Papa kemudian


"Bagus... sekarang pulanglah dan sambut istri dan anak mu...ha-ha-ha"

__ADS_1


Papa pun kemudian pulang, tanpa ada satu orang pun yang tahu Papa darimana,papa saat itu terlanjur setuju dan bahagia begitu melihat Mama sadarkan diri,suara itu menepati janjinya untuk mengembalikan jiwa Mama yang ditahannya.


Sementara kakek sampai detik ini tidak tahu dimana rimbanya,aku sempat bertanya kepada bude Marni,mengapa ia bisa mengetahui hal ini,bude Marni mengatakan lagi bahwa ia tahu segalanya setelah Andini dilahirkan,dan saat itu aku baru berusia enam tahun.


Suara tersebut terdengar didalam rumah waktu itu, ketika itu bude Marni sedang membantu Mama menimang Andini kecil yang baru beberapa jam lalu dilahirkan tepat pada saat gerhana bulan merah,dan suara itu mengatakan jika bukan diriku maka Andini yang akan diambil sebagai gantinya.


Mama dan bude Marni yang saat itu syok mendengar suara tersebut, langsung menanyakan kebenaran yang dikatakan suara tersebut kepada Papa.


Mama dan bude Marni hampir tidak bisa percaya semua yang diceritakan oleh Papa, bahkan Mama sampai pingsan, ketika sadar Mama yang menyangka ini hanya mimpi menanyakan kembali hal tersebut, dan lagi-lagi harus sanggup menerima kenyataan pahit bahwa demi nyawanya Papa rela melakukan perjanjian dengan roh jahat itu.


Papa saat itu tidak sadar bahwa sejatinya hidup dan mati manusia adalah ketentuan sang Maha Pencipta,harusnya waktu itu kematian Mama dan diriku harus diikhlaskan oleh Papa,tapi apa boleh dikata, semua sudah seperti nasi yang menjadi bubur, kepercayaan ini pun ada kaitannya dengan ajaran-ajaran para leluhur, yang sangat kental kepercayaannya dengan makhluk gaib, bahkan sampai saat ini masih ada beberapa yang percaya meskipun mereka telah mengenal adanya Tuhan Maha Esa yang menciptakan seluruh alam semesta.


Mungkin ini bisa dikatakan dengan menyekutukan Allah SWT,tapi itulah kenyataannya, kenyataan yang aku sendiri berharap ini hanya sebuah mimpi buruk,tapi ini sungguh suatu takdir nyata yang mengerikan.

__ADS_1


Makanya,papa memutuskan untuk pindah ke ibukota provinsi XX ini, melarikan diri dari perjanjian,dan agar dapat memperdalam ilmu agamanya, yang kala itu percaya dengan makhluk-makhluk gaib.


__ADS_2