
Seketika bulu kudukku meremang kala melihat handphone yang mati tersebut bisa berdering,nada panggilan yang ku setel untuk nada dering sebagai tanda adanya panggilan telepon masuk pun terdengar disana, lagu dualipa yang berjudul 'New Rules'.
[ Talkin 'in my sleep at night makin' *myself crazy ,out of 'my mind out of my min**d...(dan seterusnya*) ]
Memang hanya beberapa detik saja terdengar nada dering tanda Panggilan masuknya,tapi kemudian yang terjadi setelah itu sungguh diluar dugaan ku,
handphone ku kembali berdering,dan sebuah lagu kembali terdengar ditelinga ku, kali ini bukan lagu dualipa seperti yang tadi, melainkan lagunya Led Zeppelin yang berjudul 'Stairway to Heaven', lagu beraliran rock yang hit di tahun seribu sembilan ratus enam puluh delapan,dan merupakan salah satu lagu favoritnya Papa
"Bagaimana mungkin" ucapku merinding
Aku terdiam dengan wajah pucat pasi,sebab lagu kedua tersebut tidak pernah ada dalam barisan judul lagu
dihandphone ku,dan lebih anehnya lagi yang terdengar hanyalah beberapa bait lirik lagu saja, maksudnya tidak semua keseluruhan lirik dari lagu tersebut dinyanyikan disana, beberapa bait lirik yang terdengar itu,seperti menyatakan sesuatu yang tidak dapat dimengerti apalagi dipahami
{*Ada tanda di dinding
tapi pastikan
karena kamu tahu kadang kata punya dua arti}
{Disebuah pohon ditepi sungai
__ADS_1
ada burung penyanyi dan bernyanyi
terkadang pikiran kita salahkan kaprah}
{Ada perasaan yang aku dapatkan
saat aku melihat ke barat}
{Dalam pikiran aku berdiri dan melihat
cincin asap lewat pepohonan
{Dan segera bisikan itu akan membawa kita kepada alasannya}
{Dan hari baru akan fajar
bagi mereka yang berdiri lama
dan hutan bergema dengan tawa,
apakah ada yang ingat tawa*..??}
__ADS_1
Itulah arti dari beberapa bait lirik lagu yang ku dengar,sebab lagunya berbahasa Inggris, namun itu bukanlah keseluruhan dari lirik lagu 'stairway to Heaven'.
Setelah beberapa lirik lagu tersebut selesai dinyanyikan, dengan perasaan takut aku mendekati handphone ku dan mengambilnya, karena aku berpikir, mungkin tadi aku lupa kalau sudah menyalakan handphone dan ketika handphone ku telah berada ditangan,aku memeriksanya dengan seksama, ternyata pikiran positifku salah,sebab handphone itu benar-benar dalam keadaan mati.
Aku hanya diam,dan tidak bisa berkata apa-apa lagi setelah mendapati hal itu,aku kemudian meletakkan kembali handphone tersebut,aku lantas lebih memilih menyusun berkas resign yang telah sebelumnya aku print ketika masih berada distasiun tadi.
Beberapa saat kemudian suara azan berkumandang,ku lirik jam dinding tua yang tepat berada diruang tengah rumah ku,
jam telah menunjukkan pukul 4 sore,
aku pun segera menunaikan ibadah shalat ashar, setelah itu aku kemudian mandi.
Selesai dari acara ritual mandi yang cukup lama aku pun menunaikan ibadah shalat Maghrib,kemudian aku menghidupkan handphone ku yang sejak tadi mati,aku memesan makan malam,sambil menunggu pesanan
Aku duduk diruang tengah,ku nyalakan televisi agar suasana tidak kelihatan terlalu sepi,aku pun menelepon Mama, mengatakan bahwa aku sudah sampai dengan keadaan selamat tidak kurang satu apapun.
Tentu saja kejadian tentang handphone tadi tidak ku ceritakan saat Mama menanyakan mengapa handphone ku sejak tadi tidak dapat dihubungi,aku pun berdalih kalau sedang tidur,dan sengaja mematikan handphone agar tidak ada yang menggangu.Sekali lagi aku membohongi Mama, tapi ini semua demi kebaikan,agar Mama tidak terlalu mengkhawatirkan diriku.
" Maaafin Arumi karena telah membohongi Mama" gumamku dalam hati
***To be continued***...
__ADS_1