Hilang Secara Misteri

Hilang Secara Misteri
Pulang Ke Desa Kembali


__ADS_3

Pagi ini,aku dan Febri sudah siap kembali kedesa,kami langsung menuju ke stasiun setelah aku sebelumnya memesan taxi online,


sesampainya disana kami memesan dua tiket menuju ke kota XX.


Saat ini,aku dan Febri telah berada didalam salah satu gerbong kereta api yang akan membawa kami berdua selama kurang lebih tiga jam.


"Apa tidur kamu nyenyak tadi malam" tanya Febri kepadaku


"Tentu saja" ucapku singkat


"By the way dari mana kamu tahu alamat rumah saya" tanyaku padanya


"Saya tahu itu dari bude,beliau jugalah yang meminta saya untuk menjemput kamu,arumi,


maaf jika tadi malam saya belum sempat cerita,habisnya sewaktu saya makan kamu tuh langsung pamit untuk tidur" ucapnya

__ADS_1


"Iya,maaf lagian saya sangat mengantuk"


"Gak apa-apa,saya paham kalau saya itu salah karena sudah menganggu orang tidur dengan datang malam-malam, maafkan saya" ucap Febri lagi


"Sudah lupain aja" jawabku


"Baiklah dan terima kasih Arumi,karena kamu tidak marah"


"Oke..."


Kembali setelah kami berdua berada didalam hutan aku melihat dari kaca spion kalau ada awan hitam yang mengikuti kami.


Aku sendiri tidak tahu mengapa lagi-lagi harus mendapat penyambutan dari awan hitam tersebut dan aku bingung sepertinya hanya aku dan keluargaku saja yang kemarin sempat melihatnya,sebab saat aku memberi tahu Febri tentang awan yang mengikuti kami,dia mengaku tidak melihatnya sama sekali.


Akhirnya kami telah sampai kerumah,febri langsung saja pamit karena takut jika Papa melihatnya dan tahu bahwa dia menjemputku dari ibukota,karena kedua orang tuaku tidak mengetahuinya.

__ADS_1


Aku tak menghiraukan apa yang dikatakan Febri,sebab aku tahu jika ada suatu hal yang sudah menjadi rencana bude Marni,jarang sekali orang tuaku terlibat,kecuali bude ingin memberitahu mereka.


Aku pun masuk dan melihat mereka semua ada dihalaman belakang rumah,kecuali Andini yang tidak terlihat disana,aku lantas menanyakan dimana adik ku tersebut karena didalam kamar pun tidak ada sewaktu aku meletakkan tas disana.


Mama mengatakan jika mereka tadi pagi sebelum aku tiba telah mengirim Andini kembali ke ibukota dan untuk sementara tinggal dirumah teman Papa yang kebetulan adalah seorang ustad yang memimpin sebuah pondok pesantren didaerah XX.


Disana jugalah Papa pernah belajar memperdalam ilmu agamanya setelah pindah dari desa beberapa tahun silam.


Aku langsung saja berinisiatif kepada Papa jika ustad teman Papa itu diminta saja membantu kami agar dapat terlepas dari perjanjian Papa dengan roh jahat itu.


Papa pun juga memikirkan hal demikian dan Papa memang sudah menyampaikan ke temannya itu sewaktu menelepon untuk menitipkan Andini kepadanya,hanya saja beliau masih harus memilih waktu yang tepat untuk kedesa tempat kami,yang tentunya tidak akan bisa hanya tinggal sebentar saja,pasti beliau juga membutuhkan waktu sedikit lama didesa guna membantu keluarga kami termasuk para penduduk desa juga tentunya.


Akhirnya setelah selesai berbincang santai dengan mereka aku masuk untuk mandi,selesai mandi aku menunaikan shalat Dzuhur lalu makan siang bersama Papa, Mama,juga bude Marni.


Saat ini aku telah selesai makan siang bersama mereka memilih tidak langsung beristirahat,melainkan ikut masuk bersama bude Marni ke kamarnya untuk menanyakan perihal tentang Febri yang menjemputku,

__ADS_1


dan ternyata semua hal itu benar.


__ADS_2