Hilang Secara Misteri

Hilang Secara Misteri
Keputusan Andini,mas Mirza,dan Juga Febri


__ADS_3

Beberapa Bulan Kemudian


Setelah kematian saudara kembar Febri dengan aksi heroik dari mas Mirza yang mampu mengalahkannya yang mencoba melawan dan menculik ku juga waktu itu, kami semua betul-betul telah bisa bernafas dengan lega, tidak ada lagi hal aneh yang terjadi pada diriku dan juga keluarga ku, semuanya telah usai namun belum berakhir karena tiba-tiba saja mas Mirza dan Febri memutuskan untuk tinggal didesa ini bersama keluarga ku.


Ya, setelah waktu itu kami semua memakamkan Febian dengan layak,mama memutuskan untuk tinggal didesa ini dan menjual segala aset-aset Papa yang diwariskan kepada kami, kecuali restoran yang di didirikan dari nol bersama Papa, restoran itu merupakan salah satu warisan untuk Andini dari beberapa warisan yang diberikan kepadanya,dan Mama akan memberikan itu nanti jika dirinya sudah lulus sekolah dan kuliah untuk dikelola dan dikembangkan oleh Andini sesuai keinginannya yang ingin menjadikan restoran kami terkenal hingga satu dunia, andini juga setuju jika kami tinggal bersama bude Marni didesa, sementara dirinya tetap akan tinggal dipondok pesantren ustad Ramlan ayah dari mas Mirza yang ada di ibukota provinsi XX ini, untuk mewujudkan impian dan cita-cita serta harapannya menjadi seorang pengusaha sukses.


Namun, tidak dengan mas Mirza, dirinya tidak akan kembali ke ibukota,mas Mirza tetap akan tinggal disini dengan niatnya yang ingin menjadi seorang pendakwah untuk para penduduk desa,agar mereka semua bisa lebih mengenal Sang Maha Pencipta,mas Mirza ingin ilmu agama yang didapatkan olehnya juga dibagikan kepada semua orang didesa ini agar dikemudian hari tidak akan ada lagi orang seperti kakek Razak yang menyekutukan Allah SWT.

__ADS_1


Apalagi sejak sarannya untuk memakamkan Febian dengan layak meski dirinya adalah orang jahat,mas Mirza telah mendapat simpati dari pak kades serta para penduduk desa, dan tentunya itu merupakan hal awal untuk bisa lebih memberikan ilmu kepada masyarakat awam didesa ku.


Flashback on


Pada saat Febian meninggal, Febri menjelaskan segalanya kepada pamannya yang masih hidup yaitu pak kades,pak kades memang tidak mengetahui apapun tentang adiknya (Mama Febri) yang melahirkan anak kembar, beliau merasa sangat terkejut dan tidak pernah menyangka bahwa semua yang telah terjadi juga terhubung dengan harta kekayaan yang dimiliki oleh adiknya, sehingga ketika beliau mendengar jika Febian yang selama ini menjadi dalang dari kematian misterius di desanya, beliau menolak untuk memakamkan Febian namun karena Febri memohon dan juga dengan bantuan dari mas Mirza yang mengatakan bahwa ada empat perkara yang merupakan hak bagi 'mayit' yang wajib ditunaikan oleh siapa saja yang menghadirinya,baik itu dari keluarga 'mayit' atau bukan,yaitu memandikannya, mengkafaninya, menshalatinya, dan menguburkannya dan hak keempat adalah wajib menguburkannya walaupun 'mayit' orang kafir, hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Saw kepada Ali bin Abi Thalib ketika Abu Thalib meninggal :


Flashback off

__ADS_1


Jika Andini dan mas Mirza dengan keputusan baiknya masing-masing, lain halnya pula dengan Febri, dirinya yang tidak memiliki siapapun kecuali pak kades,febri tidak ingin hidup sendirian, sehingga memutuskan untuk menetap dan meninggalkan semua harta kekayaan yang dimilikinya sebab itu didapatkan dengan jalan sesat.


Mulai sekarang Febri ingin menata hidupnya agar bisa menjadi lebih baik lagi untuk ke depannya.


Aku,bude Marni dan Mama hanya bisa menyetujui apapun keputusan mereka bertiga, termasuk niat terselubung mas Mirza dan Febri yang ingin melamar diriku.


***To be continued***

__ADS_1


__ADS_2