
Perlahan ku lepas pelukan itu dan melihat lagi dengan jelas siapa yang barusan saja aku peluk,dan ternyata itu memang Papa,
aku sendiri juga tidak tahu mengapa bisa aku yang baru saja membuka pintu kamar langsung setengah berlari memeluk tubuh hangat itu,seakan ini sebuah keajaiban,dimana Papa hidup kembali.
"Arumi waktu mu tidak banyak..." ucap Papa
"Maksud,Papa..??" tanyaku bingung
"Kamu harus mengambil jam tersebut dari Kakek Razak,kemudian secepatnya kembalikan,karena malam bulan purnama merah hanya tinggal 10 hari lagi dan kamu mau tidak mau harus menyerahkan Andini atau dirimu kepadanya jika malam itu tiba"
ucap Papa beserta panjang lebarnya
"Kakek Razak ...apakah dia masih hidup...apakah dia yang menusuk Papa...??" tanyaku tiba-tiba
"Iya...Arumi"
"Tapi bagaimana mungkin...Pa"
"Ingatlah kepada Raka..." dengan cepat aku terbangun ketika Papa menyebut nama Mas Raka
__ADS_1
Ternyata diriku hanya bermimpi mendapatkan pesan dari Papa tapi ketika diriku melihat sekeliling,aku baru sadar diriku ada dimana, saat ini diriku berada tepat diruang tengah dan disampingku ada jenazah Papa.
Aku kaget tapi tidak berteriak.
Aku berdiri berniat masuk ke dalam kamar,namun aku tidak bisa tidur sehingga aku keluar lagi,aku berpikir keras bagaimana bisa aku bermimpi begitu tentang Papa tapi kemudian aku terbangun tepat disebelah jenazahnya.
Papa menyebutkan nama kakek Razak dan mengatakan bahwa kakek Razak mengambil jamnya,dan mas Raka,apa hubungannya dengan kakek yang jelas jauh lebih tua darinya,apa mungkin mas Raka mengenal kakek,aku terus saja berpikir tanpa ku sadari,aku berjalan kearah ruang tamu
"Apakah tadi itu nyata..." ucapku ketika melihat hal tidak pernah ku duga sebelumnya,yaitu jam dinding tua itu tidak ada disana
Aku berteriak membuat semua orang bagun dari mimpi-mimpi manisnya,mereka semua bertanya kepada diriku,aku yang tidak bisa mengatakan apapun lalu menunjuk arah dimana tempat jam tua itu berada.
"Astagfirullahal'azim..." ucap Mama
"Apakah ini yang menjadi penyebab Papa tertusuk..." ucap Andini
"Kenapa memangnya dengan jam itu...??" tanya mas Mirza yang memang belum mengetahui perihal jam tua tersebut
Bude pun menceritakan semuanya dari awal dan juga jam tersebut kepada mas Mirza,kemudian aku juga menceritakan perihal mimpi ku barusan,aku memang sengaja menceritakannya kepada semua orang agar kami bisa sama-sama mencari solusinya.
__ADS_1
"Bukankah mas Raka itu bos kamu arumi" ucap Febri tiba-tiba yang kemudian membuat diriku ingat
"Kamu benar, Febri" ucapku kemudian
"Bukannya,nak Raka jadi riana..??" tanya bude Marni
"Iya,bude,kemudian Riana jadi mas Fardan kakaknya Febri yang berubah menjadi Maya teman kantor saya,dan saat ini sudah berubah lagi menjadi Pak Presdir" ucapku
"Jadi Raka adalah pak bosnya kamu,sayang" ucap Mama
"Iya,ma,sekarang mutasinya adalah pak bosnya,rumi" ucapku lagi
"Jadi maksudnya ini semua tentang manusia yang memakan manusia (canibalisme),begitu" ucap mas Mirza yang sekarang sudah mengetahui semuanya
"Iya, mas,dan setelah memakan korban si pemakan kemudian berubah menjadi korban,tapi kami semua juga tidak tahu tepatnya itu disebut apa,mungkin saja bisa di bilang semacam mutasi" ucapku panjang lebar
"Dan tujuannya hanya agar si pemakan tidak menjadi tua,tetap selalu muda,dan bisa abadi,sungguh benar-benar perbuatan yang musyrik" tukas mas Mirza yang sekarang sudah mengerti kisah ini
"Iya,mas,hal itu yang ditulis kakek dalam bukunya" ucapku lagi
__ADS_1