Hilang Secara Misteri

Hilang Secara Misteri
Febri Sebenarnya


__ADS_3

Hari ini aku berniat mengajak mas Mirza dan juga Febri ke suatu tempat yang sudah lama tidak aku kunjungi, mereka berdua pun menerima tawaran dari diriku, kami bertiga segera menunju ke tempat yang ku maksud.


"Apa kalian ingin melihat tempat bagus didesa ini...??" tanyaku kepada Febri dan mas Mirza


"Boleh,arumi,mas sangat ingin melihat tempat bagus didesa ini" ucap mas Mirza


"Boleh, itu ide bagus, hitung-hitung melepas penat setelah sembilan hari berada didalam hutan"


ucap Febri pula sambil mengikuti diriku yang berjalan ditengah mereka, dan setelah cukup lama berjalan kami pun sampai


"Masya Allah, tempatnya memang benar-benar bagus Arumi"


ucap mas Mirza yang takjub dengan pemandangan air terjun yang ada dihadapannya


"Iya... airnya juga sangat segar"


ucap Febri yang langsung menceburkan dirinya ke dalam air disusul oleh mas Mirza

__ADS_1


"Kalian seperti orang yang tidak pernah melihat air terjun, saja"


ucapku tertawa melihat tingkah laku mereka berdua yang bermain serang-serangan air seperti anak kecil


"Tidak,mas sering melihat air terjun, tapi yang sebagus ini, ya, baru didesa ini saja, bagaimana dengan kamu,feb"


ucap mas Mirza sambil membalas serangan Febri


"Ini bukan pertama kalinya untuk saya, karena saya suka sekali melihat air terjun diberbagai tempat diprovinsi XX ini, tapi jujur, yang satu ini merupakan salah satu surga tersembunyi yang baru pertama kali saya lihat, mengingat desa ini sangat terpencil"


ucap Febri panjang lebar melanjutkan serangan air pada mas Mirza


"Kenapa kamu berteriak, arumi...??" tanya mas Mirza


"Karena dia sebenarnya masih bukan Febri yang asli,mas" ucapku lagi


"Maksud... kamu apa, arumi, bukankah Febri yang palsu sudah ada didalam botol" ucap mas Mirza kaget mendengar perkataanku

__ADS_1


"Mas Mirza harus tahu,febri yang sebenarnya, itu, pernah datang ke tempat ini bersamaku sebelumnya, sedangkan dia tidak pernah" jelasku


"Ternyata...kamu cukup pintar, arumi" ucap Febri dengan senyum liciknya


Mas Mirza pun keluar dari dalam air,dan berdiri di depanku menghalangi Febri,aku pun mengeluarkan botol lain untuk menangkapnya, febri yang mencoba kabur dihadang oleh mas Mirza, dan setelah cukup lama akhirnya Febri menyerah, tapi dirinya tidak mau masuk ke dalam botol melainkan menusuk dirinya sendiri dengan pisau yang entah darimana dan sejak kapan itu ada bersamanya.


"Innalilahi wa innailaihi Raji'un..."


ucap mas Mirza memeriksa detak jantung Febri dan juga denyut nadinya


Aku juga mengucapkan hal sama seperti yang mas Mirza ucapkan sembari membuka penutup botol plastik yang mengurung Febri asli, dan ini adalah hal konyol diluar nalar yang nyata, karena memasukkan seseorang ke dalam botol lantas kemudian mengeluarkannya lagi.


* * *xxxx* * *


Seminggu berlalu,dan hari ini tepat merupakan hari yang telah dinantikan oleh Andini, hari dimana ulang tahunnya yang ke tujuh belas akan dirayakan bersama kami semua,


saat ini semua orang tengah sibuk mempersiapan untuk acara nanti malam,bude Marni dan Mama turut mengundang para warga desa yang jumlahnya hanya sekitar seratus kepala keluarga.

__ADS_1


Memang sejak dulu penduduk desa ku tidak begitu banyak, karena hanya mereka yang mencari sebuah ketenangan yang bersedia tinggal disini, meski ketenangan itu terusik oleh ulah jahat kakek ku sendiri, namun kami sekeluarga bersyukur karena semuanya telah usai dan pada malam hari diulang tahun adik kesayangan ku, benar saja gerhana bulan merah itu muncul dan semua berjalan dengan baik-baik saja.


***To be continued***


__ADS_2