Hilang Secara Misteri

Hilang Secara Misteri
Pernikahan ku


__ADS_3

"Ma..., apakah Mama merestui kami...??" tanyaku pada Mama, sekaligus sebagai pengalihan perhatian semua orang yang tersenyum lucu melihat ulah Febri yang ingin memeluk ku sehingga dirinya merasa malu didepan semuanya


"Jujur, meskipun saudara kembar Febri ingin menyakiti kamu,mama sebagai orang tua tetap akan mendukung apapun pilihan kamu, rumi, apapun itu... selama itu adalah hal yang baik, mama dukung,nak, termasuk juga pilihan kamu untuk menikah dengan Febri,andai saja Papa masih ada,pasti dia akan mengatakan hal yang sama"


ucap Mama panjang lebar membuat diriku terharu, mataku pun berkaca-kaca


"Ja_di.....Tante setuju" ucap Febri sedikit canggung


"Iyaaaa... Tante setuju, dan mulai hari ini, kamu bisa panggil saya...Mama juga" ucap Mama


"Terima kasih banyak...Tan..eh Mama maksudnya, dan saya juga minta maaf atas perbuatannya Febian saudara saya kepada keluarga Mama" ucap Febri sambil mencium punggung tangan Mama (sungkeman)


Febri seperti bisa merasakan jika Mama masih belum bisa melupakan semua yang telah terjadi terutama terhadap kematian Papa


"Kalau, begitu, kita adakan pernikahan kalian berdua secepatnya" ucap bude Marni


"Menurut saya, lebih cepat lebih baik, dan saya yang akan jadi walinya,arumi, karena saya adalah kakaknya" ucap mas Mirza


"Iyaaa..., nak Mirza, mulai hari ini kamu Mama anggap sebagai anak pertama Mama, kakak dari Arumi dan Andini" ucap Mama pula, meskipun dalam hatinya, mama Arumi justru ingin bahwa Mirza lah yang menjadi menantunya (suami Arumi)


"Makasih ya...mas" ucapku pada mas Mirza

__ADS_1


"Sama-sama,arumi" ucap mas Mirza pula


"Jika demikian, maka,saya yang akan menikahkan, arumi" ucap ustad Ramlan


"Terima kasih, pak ustad" ucap Mama kepada ustad Ramlan


"Dan saya yang akan menjadi wali dari pihak mempelai prianya" tambah pak kades pula


Akhirnya pernikahan ku pun di laksanakan dengan lancar, tanpa ada kendala apapun.


______________________________________


Author POV


"Ayo...Arumi... dorong... iya... sedikit lagi,arumi" ucap Mama Arumi yang menemani putrinya melahirkan bayi pertamanya, yaitu bayi kembar satu laki dan yang satunya lagi perempuan


"Tarik nafas, hembuskan perlahan ya,bu" ucap dokter yang membantu persalinan normal Arumi yang pertama kalinya, hingga akhirnya beberapa saat kemudian lahirlah bayi kembar


"Alhamdulillah... terima kasih, ya Allah" ucap Febri yang sejak tadi berada diluar ruangan ketika terdengar suara bayi kembarnya menangis


Semua orang telah menantikan momen ini sejak satu tahun pernikahan Arumi dan Febri yang saat ini telah resmi menjadi orang tua dari bayi kembar yang diberi nama 'Arjuna Mahesha' dan 'Alesha Mahesha'.

__ADS_1


Mahesha sendiri merupakan singkatan dari nama tengah Febri dan Arumi yaitu Mahendra dan Nasha.


Semua orang merasakan kebahagiaan yang tidak dapat dikatakan lagi.


Bahkan Andini juga datang karena kebetulan sedang libur semester, untuk menyambut dua keponakannya sekaligus.


Saat bayi itu ada dalam gendongan Febri,dia pun mengazankan putra dan putrinya satu persatu, kemudian memberikan mereka kepada yang lain sementara itu dirinya melihat bagaimana keadaan Arumi


"Selamat sayang, kamu sudah jadi ibu, sekarang" ucap Febri mencium lembut kening istrinya


"Kamu juga, ya, cintaku..." ucap Arumi


tidak kalah mesranya kepada Febri suaminya


* * *xxxx* * *


Sementara itu di tengah hutan larangan di bawah kaki gunung XX, seseorang baru saja selesai dari tapanya selama dua tahun belakangan ini, sejak dirinya dinyatakan telah tiada, dia yang bangkit dari kematian bersembunyi dan bersemedi di kaki gunung XX.


"Aku abadi... dan aku akan hidup selamanya" ucapnya lantang


TAMAT

__ADS_1


__ADS_2