
Terjadi perdebatan diantara mereka,
febri yang terus-menerus tidak percaya bahwa orang yang tengah berada didepannya saat ini adalah saudara kembarnya dengan terpaksa memutuskan mencari taxi memutar arah ke rumahnya sendiri bukan ke rumah Arumi,niat untuk ke rumah Arumi di urungkannya, febri sempat mencoba menelepon Arumi untuk memberitahukan kedatangannya yang tertunda, namun Arumi tidak mengangkat telepon dari Febri.
Sesampainya dirumah Febri langsung disambut oleh pembantunya , dirinya menuju ke ruang kerja almarhum Papanya karena disanalah berkas keluarga tersimpan rapi, seperti kartu keluarga serta akta kelahiran dan juga berkas lainnya yang berhubungan dengan keluarga.
Dirinya membuka kartu keluarga serta akta kelahiran, dan ternyata benar,pada tanggal kelahirannya Mamanya melahirkan anak kedua kembar dengan kelamin laki-laki,akta kelahiran pun juga ada dua,satu namanya sedang satu lagi
tertulis nama Febian Mahendra Atmadja.
Sesaat Febri terpaku dan menangis mendapati kenyataan bahwa dirinya memiliki kembaran yang telah dibuang oleh orang tuanya sendiri ke dalam hutan larangan, menjadikan Febian sosok yang brutal dan jahat, mendapatkan ilmu sesat yang digunakan untuk membalaskan dendam.
Ya, sewaktu masih berdebat dengan Febian, kembarannya itu mengatakan jika orang tua mereka yang telah memisahkan mereka sejak masih bayi, mereka sengaja dipisahkan karena Febian telah dipilih untuk ditumbalkan hanya demi harta kekayaan, orang tua mereka membuangnya kedalam hutan tujuh belas puluh tahun lalu saat usianya masih delapan tahun, ketika menginjak remaja Febian sempat berhasil keluar dari hutan dan mendatangi rumahnya, dan ternyata disana dirinya melihat Febri dan mulai hari itu Febian berjanji untuk membalas dendam.
__ADS_1
Lama Febri menangis tiba-tiba saja kepalanya pusing karena kejatuhan benda,dia pun limbung dan ketika sadar dirinya sudah berada didalam hutan larangan.
Flashback off
"Jadi, kalian kembar, tapi tunggu,
didalam bukunya kakek ku mengatakan jika umur orang yang menuntunnya itu sudah seribu tahun lamanya, sedang Febri masih berusia dua puluh lima tahun" ucapku
"Aku selama ini tinggal dialam para lelembut, dan kalian semua pasti sudah tahu, waktu berjalan lebih cepat dialam lain daripada didunia manusia,maka wajar saja jika aku tujuh puluh lima tahun lebih tua daripada dia" ucap Febri yang membawa air panjang, menandakan bahwa dirinya adalah Febian
"Tapi sekarang tidak lagi...!!!" ucap Febian dengan cepat menarik Febri menyiramnya dengan air dan kini pakaian mereka yang tadinya berbeda telah menjadi sama
"Sekarang bagaimana cara membedakan mereka mas...??" tanyaku kepada mas Mirza yang juga terlihat kebingungan
__ADS_1
"Ini diluar akal sehat, kisah ini benar-benar rumit dan tidak nyambung tapi nyata,kamu yang lebih dulu mengenal mereka Arumi, kamu yang lebih tahu bagaimana cara mereka memperlakukan dirimu sebelumnya"
ucapan mas Mirza malah membuat ku ikutan bingung
"pilihlah Arumi" ucap mereka bersamaan
Aku pun mencoba bertanya kepada mereka tentang apa yang terjadi beberapa bulan belakangan ini setelah aku resign, dan jawaban keduanya sama, karena salah satu dari mereka mengaku selalu diberikan informasi oleh kakek Razak,aku semakin berpikir keras hingga akhirnya tercetuslah ide gila
"Kalau begitu siapapun yang berhasil masuk kedalam botol ini, dialah yang asli" ucapku sambil memegang botol plastik bekas ukuran saku, dan membukanya
"Arumi...tidak...." teriak orang yang masuk ke dalam botol
Mas Mirza merasa bahagia karena semuanya telah usai, tapi tidak dengan diriku, entah kenapa aku merasa salah menangkap orang, karena itu aku tidak membuang botolnya.
__ADS_1
***To be continued***