Hilang Secara Misteri

Hilang Secara Misteri
Dilamar Oleh 2 Orang Sekaligus


__ADS_3

Keesokan Harinya


Pagi ini, kami semua berkumpul bersama dirumah bude Marni, untuk menyambut kedatangan ustad Ramlan yang ingin bersilaturahmi sekalian menjemput Andini, setelah beberapa jam berlalu beliau pun tiba,kami semua dengan senang hati menerima kehadirannya, kini kami semua tengah berkumpul diruang tamu, namun aku sedikit terkejut dengan kehadiran pak kades beserta istrinya juga, tapi aku kemudian berpikir jikalau mereka juga ingin bertemu dengan ayahnya mas Mirza, seorang ulama yang cukup dikenal banyak orang,bahkan juga sempat muncul dilayar televisi swasta.


"Sebelumnya kami berdua ingin meminta maaf kepada bude Marni dan Mama jika selama kami berada disini, kami merepotkan kalian,dan jikalau ada tindakan dari saya sendiri dan juga Febri yang tidak baik atau menyakiti hati kalian, kami berdua mohon maaf"


ucap mas Mirza panjang memulai pembicaraan didepan semua orang


"Sebaiknya langsung saja..."


ucap Febri berbisik ditelinga mas Mirza yang masih terdengar olehku karena kebetulan aku duduk bersebelahan dengan Febri


"Oke... tapi barengan,ya..."


balas mas Mirza berbisik yang juga terdengar hanya olehku


"Ada apa kok bisik-bisik..??"


tanya bude Marni yang melihat tingkah laku mas Mirza dan Febri


"Tidak ada apa-apa,bude"


ucap mas Mirza tersenyum, namun ku lihat mereka berdua menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya dan kemudian mengatakan

__ADS_1


"Kami...berdua ingin melamar kamu Arumi" ucap mas Mirza dan Febri bersamaan


"A_p...a_pa..." ucapku kaget sehingga sedikit terbata


"Apa bude tidak salah dengar...??"


tanya bude Marni


"Apakah Mama juga tidak salah dengar...??" tanya Mama pula


"Tidak...??" ucap mas Mirza dan Febri bersamaan lagi


"Kalian ini, sangat lucu, bagaimana mungkin saya bisa menikah dengan dua pria sekaligus" ucapku sedikit canggung karena disini ada ustad Ramlan dan juga pak kades


"Tentu saja bisa, arumi, maksudnya itu salah satu dari kami berdua" ucap Febri tersenyum geli mendengarkan ucapan ku barusan


"Aduuuhh... kok jadi gini, sih, ceritanya, mimpi apa aku tadi malam, apa aku tolak secara baik-baik saja, ya, tapi jujur aku menyukai salah satu dari kalian"


(kataku dalam hati)


"Dan harus ada yang terpilih" ucap Febri seperti tahu isi hatiku


"Jangan memaksa jika Arumi belum siap,feb" ucap mas Mirza

__ADS_1


"Bisakah saya diberi waktu untuk berpikir...??" tanyaku


"Tentu saja, tapi hanya lima menit"


ucap mas Mirza


"Apa... bagaimana bisa hanya lima menit,tadi Febri sekarang mas Mirza, tadinya aku kira dia nyadarin, febri, ternyata malah ikutan"


ucapku (masih dalam hati)


"Waktu kamu habis, sekarang" ucap mas Mirza lagi,aku langsung menarik nafas dalam-dalam dan mengatakan


"Hmmm...mas, dari awal saya kenal sama mas Mirza....sa_ya sudah tertarik sama mas, tapi....jujur saya hanya menganggap mas Mirza sebagai seorang Kakak" ucapku


"Jadi pilihan kamu...??" ucap mas Mirza dengan nada kecewa, karena sempat mengira ucapanku diawal adalah keputusanku untuk memilihnya


"Sa_ya... cintanya sama... Febri" ucapku kemudian


"Yes...yes...yes... terima kasih,arumi" ucap Febri kegirangan,tanpa sadar dirinya berdiri dan berniat untuk memeluk ku


"Eeeittttt...nanti dulu,sabar,febri" ucap mas Mirza sambil menarik baju Febri dari belakang


"Eh..iya, saya, senang baget, soalnya, sampai hampir kelepasan" ucap Febri malu, wajahnya seketika menjadi seperti tomat

__ADS_1


"Ma..., apakah Mama merestui kami..??" tanyaku pada Mama


***To be continued***


__ADS_2