
Setelah bude selesai menceritakan segalanya kepadaku,aku pun langsung menanyakan hal mengenai kakek yang dikatakan bersekutu dengan roh jahat untuk mendapatkan keabadian,dimana tidak akan merasakan hari tua disaat lanjut usianya tiba.
Aku memohon kepada bude untuk menceritakan tentang kakek dan juga tentang kematian-kematian yang selama ini terjadi, apakah saling berhubungan, mengapa ada kematian seperti itu dan apa hubungannya dengan perjanjian Papa waktu dulu,bude dengan berat hati mengatakan dengan sejujurnya.
Flashback on
__ADS_1
Desa yang kami tempati saat ini, dulunya bukanlah sebuah desa, melainkan hanyalah sebuah hutan belantara.
Memang waktu itu sudah ada desa sebelumnya,ditempat lain daerah XX ini, tapi ada suatu peristiwa yang membuat semua penduduk desa tersebut malah pindah kedesa ini, meninggalkan desa mereka sebelumnya,peristiwa itu terjadi pada saat musim kemarau panjang dan semua orang kesusahan mencari sumber air.
Saat itu,kakek dan sebagian penduduk menemukan sebuah Curug yang memiliki tiga mata air, karena bahagianya mereka saat itu, tanpa pikir panjang mereka mengambil air tersebut, masing-masing dari mereka mengisi tabung bambu yang mereka bawa, sebagian penduduk yang sudah selesai langsung pulang meninggalkan kakek sendirian disana,tak lama terdengar suara dari sebuah goa yang letaknya tidak jauh dari tempat itu,kakek yang dikenal sebagai orang pemberani,tanpa takut masuk kedalam goa,dan disana dia melihat ada banyak batu besar,suara itu menyuruh kakek membawa pulang salah satu batu yang ada disana sebagai sebuah hadiah,sebab kakek telah berhasil menemukan Curug tersebut, kakek pun tanpa rasa curiga membawa salah satu batu.
__ADS_1
Sesampainya dirumah,kakek yang tidak memberitahukan perihal batu itu kepada siapapun, meletakkan batu itu ke kamarnya,dan ketika kakek memperhatikan batu tersebut,kakek melihat bayangan dirinya disana, seolah batu itu adalah sebuah cermin, jelas sekali ada bayangannya disana,tapi anehnya bayangan tersebut bukan menunjukkan wajah kakek yang keriput melainkan wajah yang tampan dan perkasa,asyik dengan pantulan wajahnya,kakek mendengar suara lagi, yang mengatakan kalau kakek akan hidup kekal abadi,tidak merasakan hari tua bahkan merasakan yang namanya kematian,kakek yang memang sejak awal telah dikuasai oleh pengaruh batu besar itu sangat senang,sampai dia salah penafsiran,dia mengira batu tersebut yang berbicara,dan sejak saat itulah kakek resmi menjadi penyembah batu tersebut, karena dianggap mampu mengeluarkan suara dan bisa membuatnya hidup abadi.
Bude mengatakan kalau kakek mengira tidak ada satu orang pun yang tahu tentang kejadian tersebut, tapi kakek salah, karena sewaktu kakek pergi ke dalam goa,ayah dari pakde yang sebelumnya diberitahu oleh warga bahwasanya ada air yang tidak mengering disebuah Curug ditengah hutan, serta diberitahu juga kalau kakek masih ada disana, melihat kakek masuk kedalam goa,tapi beliau sama sekali tidak mendengar adanya suara yang membimbing kakek Razak, beliau yang penasaran mengikuti kakek dan melihat ketika keluar kakek membawa sebuah batu besar dan membawanya pulang kerumah.
Sejak saat itu kakek mulai berubah,dia mulai mempelajari ilmu-ilmu yang menuntunnya untuk mencapai keabadian,dan tanpa dia sadari bahwa ayah dari pakde juga mengawasi setiap waktu gerak-gerik dan tingkah lakunya.
__ADS_1