
Setiap malam bulan purnama kakek selalu bersemedi didalam sebuah kamar,dan roh tersebut pun masuk kedalam raganya, menggunakan raga tersebut mencari tumbal.
Dan yang pertama menjadi tumbal kakek adalah Nenek serta adik dari Papa yang masih kecil, sedang Papa sendiri tidak diambil sebab kakek sendiri yang menukar nyawa Papa dengan Nenek dan anak keduanya kepada batu tersebut.
Kakek juga membangun desa dipingiran hutan,desa yang sekarang kami tempati ini,desa yang merupakan siasat kakek agar lebih mudah mendapatkan mangsa untuk tumbal hidup abadinya,bahkan kakek juga menutup Curug ditengah hutan,menjadikan hutan tersebut hutan larangan,agar tidak ada orang lain yang tahu atau mengikuti jejak kakek untuk mendapatkan hidup abadi, keserakahan akan kehidupan yang kekal abadi telah masuk kedalam hatinya.
Kakek pun menjadikan tempat lain sebagai sumber mata air,yaitu sebuah Curug lain yang merupakan Curug (air terjun) yang ku jadikan tempat bermain bersama Riana.
Sedangkan,curug pertama yang ditemukan kakek yang berada didalam hutan belantara,sampai kini tidak ada satu orangpun yang tahu dimana tepat letaknya,sebab hutan tersebut sekarang menjadi hutan larangan yang tidak boleh dimasuki oleh siapapun.
__ADS_1
Hal ini juga tentunya adalah sebuah bimbingan dari batu keramat yang dimiliki oleh kakek, yang senantiasa selalu memperdaya kakek dengan segala tipudaya muslihatnya.
Hingga suatu hari,kakek akhirnya tahu bahwa ayah dari pakde mengawasinya selama ini,hal hasil ayahnya pakde pun turut menjadi korban kakek,tapi sebelum ayah pakde meninggal dia menulis sebuah kalimat dalam secarik kertas yang ditemukan oleh pakde sendiri sebelum meninggal dunia juga
[ Moeng sidjie corone,balekake menyang papan asale
Begitulah bunyi kalimat tersebut, tapi sampai saat ini bude sendiri tidak tahu apa yang harus di kembalikan dan dimana tempatnya, apalagi sesuatu yang ingin dikembalikan tersebut bude sendiri tidak tahu ada dimana,bude sendiri sudah mencoba mencaritahu sejak lama,namun tetap tidak ada petunjuk lain dari kalimat tersebut, ditambah lagi saat bude pergi ke rumah lama kakek,rumah tersebut telah rata menjadi tanah.
Dari yang bude dengar sewaktu para warga akan mengangkat batu keramat yang ternyata tidak bisa diangkat, mereka malah memilih membakar rumah kakek,dan sejak saat itulah tidak ada satupun yang bisa melihat batu tersebut dimana, menurut bude kalimat yang ditemukan itu,pasti mengenai batu keramat tersebut,tapi bude sampai detik ini tidak tahu sama sekali keberadaan batu itu,yang mendadak hilang bak ditelan bumi setelah rumah kakek Razak hangus dilahap sijago merah.
__ADS_1
Sekarang semua orang telah tahu sejarah desa terkutuk ini, termasuk Papa dan Mama,bude sendiri tahu hal ini pun dari cerita pakde sebelum beliau meninggal, karena bude pribadi bukanlah penduduk asli desa ini.
Flashback off
Aku kemudian bertanya lagi soal hilangnya seseorang dan hanya ada seseorang yang pingsan dalam keadaan bersimbah darah, seperti Riana saat itu yang pingsan dengan tubuh yang dipenuhi lumuran darah, sedangkan mas Raka sampai sekarang tidak pernah kembali ataupun ditemukan lagi,
memang aku sudah tahu apa yang terjadi,aku tahu sebenarnya mas Raka tidak pernah hilang ataupun pergi, karena seperti itulah halnya pak Presdir yang pingsan berlumuran darah sedangkan Maya tidak ada, padahal Maya sendiri tidak pernah pergi kemanapun.
Tapi, maksud dari pertanyaanku hanyalah sekadar ingin tahu asal-usul dari hal tersebut,mengapa bisa ada kejadian seperti itu, apakah ini masih berhubungan dengan kakek Razak.
__ADS_1