
Hari ini kembali terjadi hal yang tidak terduga oleh kami semua, dimana Papa menunjukkan sebuah buku tua yang terlihat sangat usang, yang baru saja diambilnya dari rumah kontrakan bude Marni yang dikontrakan kepada Febri,tentu saja setelah sebelumnya meminta izin kepada Febri agar di izinkan masuk kedalam rumahnya,
papa yang telah diizinkan oleh Febri, kemudian langsung saja mengambil tangga dan memeriksa langit-langit kamar yang kebetulan dijadikan Febri sebagai kamarnya,
menemukan kembali buku itu yang memang disembunyikannya disana.
Bude Marni sungguh tidak pernah mengira ada sesuatu yang disembunyikan dilangit-langit kamar salah satu rumahnya, sementara Papa sendiri memang sengaja menyembunyikan buku itu disalah satu rumah milik bude Marni agar tidak ada satupun orang yang curiga dan sewaktu-waktu dapat dibaca Papa kembali,namun seiring dengan berjalannya waktu Papa lupa perihal buku itu, ditambah lagi dengan keputusan Papa beberapa tahun silam, dimana kami sekeluarga harus pindah ke Ibukota.
Papa pun memberitahu kepada kami jikalau buku itu punyanya kakek Razak yang Papa temukan sewaktu melihat rumah kakek yang rata dengan tanah akibat dibakar oleh para penduduk desa.
__ADS_1
Tanpa sengaja Papa menemukan buku itu disana,papa tidak tahu bagaimana buku itu bisa tidak terbakar dan masih utuh, sedangkan benda-benda lainnya milik kakek semuanya sudah musnah.
Saat kami semua bertanya apa isi dari buku tersebut,papa mengatakan jika buku tersebut bukanlah buku ilmu hitam pada umumnya saat seseorang sedang menuntut ilmu sesat, melalaikan merupakan sebuah buku agenda dari kakek tentang sejauh mana ilmu kekal abadinya beliau pelajari,kalau dimasa sekarang ini buku itu biasa disebut dengan buku 'Diary'.
"Ternyata kakek yang tidak tahu bagaimana wujudnya itu kocak dan gokil juga, sampai punya buku Diary segala,tapi sayangnya salah ngikutin mata pelajaran saja"
gumamku dalam hati saat mendengar perjelasan Papa
bayangkan saja selama bertahun-tahun kakek ku mengikuti mata pelajaran yang salah dan sudah banyak korban jiwa karena ulahnya,semua itu tertulis disana dengan bahasa 'Jawa' yang tidak aku dan Febri pahami,selain Papa, mama, dan juga bude Marni.
__ADS_1
Ya,memang aku bersuku kebangsaan Jawa tapi tidak mengerti bahasa Jawa
😁😁😭😭
Skip.
Saat ini kami semua berkumpul dihalaman belakang rumah bude Marni, bahkan Febri pun sejak tadi sudah ikut serta dalam memecahkan misteri permasalahan yang menjerat keluargaku, dikarenakan Febri juga kehilangan salah satu anggota keluarga yang sangat disayanginya yaitu mas Fardan, yang turut ikut menjadi korban dari ilmu keabadian miliknya kakek Razak.
Kami semua yakin, bahwa didalam buku itu tersimpan asal-usul menghilangnya seseorang tanpa jejak dengan pergi meninggalkan orang lain yang pingsan bersimbah darah,meski kami semua sudah tahu bahwa orang yang dikatakan menghilang itu tidak pernah pergi.
__ADS_1
Kini buku itu telah dibuka oleh bude Marni, setelah sebelumnya dibersihkan oleh Mama,bude pun secara perlahan mulai membaca semua kata yang tertulis disana,bude Marni tidak dari awal membacanya,mengingat ketebalan buku tersebut, jadi kami semua sepakat dengan keputusan bude itu, apalagi kami memang hanya ingin mencari tahu tentang hilangnya seseorang secara misterius dan juga mencari tahu cara bagaimana menghentikannya, sekaligus mecari tahu pula apakah disana ada cara agar keluargaku terbebas dari perjanjian dengan roh jahat sehingga aku maupun Andini adik ku,salah satu dari kami tidak dijadikan pendampingnya.