
Ku lihat Febri memakan sebungkus roti yang aku beri barusan dengan lahapnya seperti orang yang tidak makan selama beberapa bulan, selesai makan aku yang berniat bertanya, justru malah lebih dulu mendapatkan pertanyaan darinya
"Kamu beneran...Arumi,kan" ucap Febri
"Tentu saja saya adalah Arumi, memangnya siapa lagi" ucapku
"Kenapa kamu bisa berada disini juga" ucap Febri membuatku bingung
"Kamu, kenapa,sih,kok aneh,kita disini,
kan, udah tiga hari" tambahku lagi
"Tiga hari...",
"Iyaaa,kita disini udah tiga hari,dan ya mas Mirza mana, kenapa gak sama kamu,dan apa yang terjadi sampai keadaan kamu bisa seperti tadi" ucapku dengan banyak pertanyaan
"Siapa...mas mirza" ucap Febri dengan semburat wajah bingung
"Kamu beneran Febri,kan..??" tanyaku ketika melihat Febri seperti orang linglung begitu
"Iya, saya Febri... Febri yang asli"
"Asli...maksud kamu..?" tanyaku pula namun belum sempat pertanyaan itu terjawab mas Mirza datang dengan membawa buah pisang
__ADS_1
"Eeh,,ternyata kamu sudah ada disini, suka banget sih ngilang-ngilang,feb, pusing saya cari-cari kamu dari tadi"
ucap mas Mirza membuat Febri semakin bingung namun dengan cepat dia mengatakan
"Kalian pasti telah salah orang, orang yang bersama kalian bukanlah saya, karena saya tidak tahu sudah berapa lama saya ada dihutan ini, terakhir kali yang saya ingat waktu itu, saya diminta oleh bude Marni menjemput Arumi ke ibukota tapi ditengah jalan saya..."belum sempat penjelasan panjang itu dilanjutkan lagi olehnya, Febri justru datang dengan membawa air
"Maaf, mas Mirza,saya tadi pergi begitu saja tanpa pamit, karena mengambil air untuk merebus buah pisangnya"
ucap Febri tanpa melihat bahwa ada Febri lain didepan kami, aku dan mas Mirza sangat tidak menduga dengan apa yang kami berdua lihat saat ini
"Kalian berdua ini siapa" ucap mas Mirza tegas
"Dia Febri palsu" ucap Febri yang membawa air
"Apakah kalian berdua adalah jin yang menyerupai manusia" ucapku asal
"Tidak Arumi... kami berdua itu adalah saudara kembar,satu ibu tapi beda sifat, dan kamu harus tahu Arumi, dialah orang yang dimaksud oleh kakek mu, dalang dibalik semua peristiwa ini", ucap Febri yang ku selamatkan tadi panjang lebar sementara Febri yang membawa air hanya diam, membuatku curiga kepadanya
"Coba kamu ceritakan...." ucap mas Mirza menunjuk Febri yang ku selamatkan tadi dan dirinya pun mulai menjelaskan
Seperti yang telah di katakannya tadi, sebelum berada didalam hutan, terakhir kali dirinya waktu itu diminta oleh bude Marni untuk menjemput ku ke ibukota saat aku berniat resign, namun saat ditengah jalan dia dihadang oleh Febri yang membawa air dan mengaku bahwa dirinya adalah saudara kembar dari Febri yang bernama Febian
Flashback on
__ADS_1
Author POV
Dua puluh menit sebelum Febri tiba dirumah Arumi,taxi yang membawanya dihadang oleh seseorang membuat taxi mengerem dadakan, meminta Febri untuk turun dari taxi.
Febri pun turun dan sang supir taxi yang mengira itu adalah perampok pergi meninggalkan Febri sendirian
"Siapa kamu...?? (Febri melihat orang yang mirip dengannya)
"Aku Febian, saudara kembarmu"
"Bagaimana... mungkin, kamu pasti berniat untuk menipu saya"
"Lihat wajah kita, apakah ada tampang penipu"
"Kamu bisa saja melakukan operasi wajah, lalu berniat memanfaatkannya"
"Kalau begitu tanyakan langsung kepada orang yang melahirkan kita"
"Bagaimana bisa, mama sudah meninggal dunia"
"Maka ikutlah bersamanya"
***To be continued***
__ADS_1