Hilang Secara Misteri

Hilang Secara Misteri
Petunjuk Kedua [Tulisan Dipohon]


__ADS_3

Benar-benar kekuasaan Sang Maha Pencipta, hanya ada satu pohon diantara banyaknya pohon yang dihinggapi oleh burung berkicau dengan berbagai rupa dan warna.


Kami kemudian mencari dimana tepatnya tulisan sebagai petunjuk arah jalan pulang yang merupakan petunjuk kedua, setelah sebelumnya petunjuk pertama merupakan sebuah jam yang ternyata bandul jam tersebut adalah batu keramat itu sendiri.


Lama mencari akhirnya kami bertiga menemukan tulisan itu yang tentunya berbahasa Jawa, tapi aku bersyukur karena ternyata kebetulan mas Mirza bisa berbahasa Jawa,mas Mirza lantas membacanya


Wétan nganti kulon,lor nganti Kidul,wetan sampun wis mangulon, mung ana Lor lan Kidul, menyang Lor


{Timur ke barat, utara ke selatan,timur sudah Barat sudah, hanya ada Utara dan Selatan, pergilah ke Utara}


"Seperti itulah kalimat ditulisan ini", ucap mas Mirza


"Ternyata tidak terlalu rumit untuk mencari jalan keluar dari hutan larangan ini, kita akan ke selatan" ucapku membuat semua orang bingung


"Tapi,rumi tulisan ini menunjukkan bahwa kita harus ke Utara" ucap Febri antusias

__ADS_1


"Febri benar,arumi" ucap mas Mirza pula


"Dan hal itulah yang di inginkan oleh kakek Razak,si tua renta itu masih hidup, dan kita sama sekali tidak tahu dimana keberadaannya saat ini"


ucapku dengan nada sedikit lebih tinggi , yang dimaklumi oleh mas Mirza karena dirinya tahu aku memang sangat kesal jika menyebut nama itu


"Kamu juga memang benar,arumi,kita sama sekali tidak tahu dimana keberadaan kakek mu saat ini, dan menurut saya kita perlu waspada" timpal mas Mirza


"Itulah maksud saya mas, saya hanya sedikit belajar dari pengalaman yang diberikan oleh kakek Razak sendiri" kataku lagi


"Beliau pernah bilang ke saya, jika satu kalimat bisa memiliki banyak makna, dan didalam bukunya beliau juga menulis demikian,coba sekarang kalian pahami kalimat Utara ke Selatan, dan kita diminta untuk pergi ke Utara, sedangkan arah itu adalah kearah hutan belantara, jadi arah ke Utara itu hanyalah sebuah jebakan agar kita tersesat dan tidak akan pernah bisa kembali lagi ke rumah" ucapku memberikan penjelasan yang sangat panjang


"Jadi maksudnya kamu, Utara ke Selatan itulah yang sebenarnya" ucap mas Mirza


"Tepat sekali,sama seperti hutan larangan ini juga, kita datang kearah timur dan goa yang dimaksud adanya dibarat,itu artinya jika kita diminta ke Utara maka artinya kita harus ke selatan" ucapku menyakinkan

__ADS_1


"Apakah kamu yakin,rumi...??" tanya Febri lagi


"Saya yakin" jawabku singkat


"Timur ke Barat dan Utara ke Selatan,dari timur berakhirnya dibarat dimana goa itu berada,maka jika Utara adalah hutan rimba tentu kita harus ke Selatan yaitu arah sebrang sungai"


mas Mirza berpikir logis


"Justru karena itu arah seberang sungai,maka saya takut kalau kita malah akan tersesat, sebaiknya kita ikuti saja sesuai petunjuk yaitu ke Utara" ucap Febri terlihat seperti menahan kekesalan


"Tapi maafkan saya Febri, saya lebih setuju dengan Arumi, ini bukan karena saya lebih memihaknya, namun karena apa yang dijelaskan oleh Arumi tadi juga benar,satu kalimat bisa memiliki banyak makna" ucap mas Mirza memberikan keputusan akhir


"Oke, sekarang kita segera saja ke goa itu, sebab saya tidak ingin membawa batu ini terus-menerus dalam tas saya karena batunya berat sekali serasa punggung saya diduduki"


ucapku memelas namun hal itu benar,aku hanya membawa bandul tapi seakan seperti sedang membawa tandu yang sangat berat

__ADS_1


***To be continued***


__ADS_2