
Pagi ini,aku dan Febri kembali berjalan-jalan,sekadar olahraga pagi,setelah agak sedikit lelah aku mengajaknya untuk duduk dipos ronda.
Disana Febri menceritakan sesuatu yang tidak pernah terduga oleh diriku sebelumnya, bahwa dia melihat kakaknya bersama seorang gadis bernama Riana telah melakukan hubungan.
Aku hanya diam mendengarkan berharap jika Riana yang dimaksud bukanlah Riana sahabatku,tapi ternyata aku salah,wanita cantik yang dimaksud Febri memanglah Riana terlebih lagi setelah Febri memberitahu ciri-cirinya.
Febri dengan sedihnya bercerita kepadaku tentang apa yang terjadi pada kakaknya yang pingsan bersimbah darah,
dia sekarang sudah tahu bahwa apa yang dilihat olehnya adalah semua hal yang sama dengan apa yang aku dan bude lihat.
__ADS_1
Dia juga mengatakan jika setelah melihat hal itu dia mendapatkan ancaman dari kakaknya sendiri yang akan membunuhnya,makanya dari itulah Febri lalu memutuskan pergi dari rumahnya dan bersembunyi didesa ini yang kebetulan dipimpin oleh pak kades,pamannya.
Aku sungguh lebih terkejut lagi jika tujuan Febri yang lain didesa ini,adalah mencari tahu siapa Riana sebenarnya,mengapa Riana tega melakukan hal seperti itu kepada kakaknya, dan saat ini dia sudah tahu bahwa Riana adalah wanita baik-baik serta salah satu korban juga dari suaminya Raka dimalam pertama pernikahan mereka.
Febri tahu tentang Riana setelah menanyakannya kepada bude Marni,karena pada saat aku pamit pergi setelah selesai membantu membersihkan rumah kontrakannya tempo hari,dirinya menemukan foto Riana.
Febri juga meminta maaf kembali kepadaku sebab harus terpaksa berbohong waktu pertama kali kami berkenalan,dimana dia mengatakan kalau dia ingin dibunuh oleh kakaknya karena harta warisan kedua orang tuanya yang telah meninggal dunia.
Aku bagai disambar petir dipagi hari yang cerah ini,aku menangis karena mendengar berita itu,sekarang sahabat kecilku dan juga merupakan salah satu sahabat terbaik ku telah pergi untuk selamanya meskipun aku sendiri sudah tahu dari bude Marni bahwa dia sebenarnya bukan Riana,tapi dengan tidak melihat sosok dirinya lagi aku tetap saja sedih.
__ADS_1
Febri mengetahui berita ini,ketika dia menghubungi pembantunya untuk menanyakan kabar kakaknya tersebut,dan membantunya mengatakan kepadanya jika kakaknya sudah tidak pulang ke rumah sejak beberapa bulan yang lalu setelah sebelumnya sempat membawa seorang wanita bernama Maya ke rumahnya.
Dan lagi-lagi aku harus dikejutkan oleh kenyataan bahwa wanita bernama Maya itu tidak lain adalah teman kantorku yang ku lihat bersama pak Presdir,setelah Febri menunjukkan fotonya yang dikirim oleh pembantunya, yang sempat memotret Maya saat datang ke rumahnya,hal itu sendiri memang merupakan permintaan dari Febri agar pembantu kepercayaannya itu mengawasi kakaknya selama dia pergi.
Meskipun pembantunya mengatakan jika kakaknya menghilang,kami berdua justru yakin jikalau kakaknya bukannya hilang,melainkan telah meninggal dunia juga.
Sekarang ini sudah mulai ditemukan titik terang bahwa semuanya saling berhubungan,
pertama Raka dan Riana,lalu Riana dan kakaknya Febri yang bernama Mas Fardan,lantas Mas Fardan dan Maya,terakhir Maya dan pak Presdir.
__ADS_1
Saat ini,semuanya telah aku beritahu jika yang kulihat adalah bos ku,dan sekarang tentunya dia belum menemukan mangsa,sebab dia masih belum diberitakan menghilang,karena jika dia menghilang pasti akan ada berita diseluruh penjuru dunia bahwa seorang pengusaha sukses telah menghilang saat sedang bersama seorang gadis cantik yang ditemukan pingsan bersimbah darah.
***To be countinued***