Hilang Secara Misteri

Hilang Secara Misteri
Kata Maaf Papa & Keinginanku


__ADS_3

"Bude akan menceritakannya Arumi, tentang hal tersebut,tapi tidak sekarang" ucap bude Marni


"Kenapa tidak sekarang saja bude,toh saya juga sudah mengetahui semua kebenaran yang terjadi" ucapku


"Tapi ini sudah mulai siang,bude dan kamu juga belum sarapan, lagipula kamu kan sudah tahu kalau pada kenyataannya Riana dan teman kantor mu yang namanya Maya itu, bukanlah diri mereka" ucap bude lagi panjang lebar


"Baiklah,tapi lain kali bude harus memberitahu saya, mengapa ada kematian seperti itu" tambahku


"Tentu.." ucap bude tersenyum


Saat aku dan bude Marni keluar dari kamar,diruang makan sudah ada Papa,mama, dan juga Andini yang sedang sarapan.


Aku dan bude pun ikut bergabung dengan mereka,kami semua makan dengan hikmat.


Selesai sarapan kami semua duduk diteras depan rumah bude Marni, sedangkan Andini lebih memilih masuk kedalam kamar untuk bermain gadget.


Andini memang sudah mengetahui kalau nyawanya juga terancam,namun dia tetap tidak menunjukkan rasa kekhawatirannya pada dirinya sendiri, berbeda denganku yang terus mencari tahu semuanya.


"Arumi..." panggil Papa

__ADS_1


"Iya.., pa" jawabku


"Papa minta maaf" ucapnya lirih


yang ku balas anggukan saja


"Andai ada cara agar bisa terbebas dari semua ini" ucap Mama


"Ada..." ucapku


"Apa..,nak...??" tanya Papa


"Tanya saja pada bude Marni..!!" ucapku sambil melihat kearah bude


"Sebenarnya saya tidak tahu pasti,tapi mas Warsito (nama pakde) pernah menemukan secarik kertas yang ditinggalkan almarhum ayahnya" ucap bude Marni


"Apa isi kertas itu...??" tanya Papa


Bude Marni lantas menceritakan kembali kejadian tersebut,dan Papa langsung menyimpulkan bahwa sepertinya memang batu itu yang dimaksud oleh almarhum ayahnya pakde,batu keramat yang sama sekali tidak diketahui keberadaannya kini.

__ADS_1


Asyik bercerita dengan mereka, tiba-tiba aku teringat kantor.


"Apa sebaiknya aku resign" (batinku)


Bude yang menyadari kalau diriku melamun menanyakan apa yang sedang aku pikirkan, kemudian aku mengatakan keinginanku kepada mereka semua, yang ternyata disetujui oleh mereka, apalagi saat ini restoran Papa dan Mama juga ditutup untuk sementara waktu, karena tidak tahu pasti kapan kami akan kembali lagi ke ibukota.


Ketika ditanya kapan aku akan kembali ke ibukota untuk mengantarkan surat pengunduran diriku,aku mengatakan akan berangkat hari ini juga, apalagi aku telah membuatnya dilaptopku tadi malam sebelum tidur,dan memindahkan datanya ke flashdisk,sebab didesa ini tidak ada penyedia jasa fotocopy guna mengeprint surat.


Memang disini sudah ada listrik dan jaringan internet,tapi bude bilang hal itu ada, hanya satu tahun belakangan ini.


Sejak keluarga Raka pindah kedesa ini dan menjadi tuan tanah, keluarga merekalah yang mengusulkan pemasangan listrik dan juga pembangunan tower didesa,karena dari dulu belum ada penerangan apapun disini, para penduduk sebelumnya hanya memanfaatkan cahaya matahari disiang hari dan dimalam hari mereka memanfaatkan sinar cahaya rembulan serta cahaya lampu obor yang terbuat dari bambu lalu diberi minyak tanah serta kain yang di gulung dibagian ujungnya, kemudian menyulutkan api pada bagian kain dan terciptalah lampu obor.


Skip.


Sore ini aku sudah berada di ibukota, dengan menggunakan jasa transportasi umum, yaitu kereta api,tentu saja dengan perjalanan yang sangat panjang dan juga melelahkan.


Aku yang telah diberi Papa kunci cadangan rumah kemudian beristirahat dan akan menyerahkan surat pengunduran diriku esok hari, tiba-tiba saja handphone yang sejak tadi ku matikan berdering.


***To be continued***...

__ADS_1


Tinggalkan Jejak...


👍👍👍👍😁😁😁😁👌👌👌👌


__ADS_2