Hilang Secara Misteri

Hilang Secara Misteri
Pertemuan Tidak Terdugaku Dengan Kakek Razak


__ADS_3

"Iya,mas, hal itu yang di tulis kakek dalam bukunya" ucapku lagi


"Dan cara satu-satunya agar semua ini terhenti, hanya dengan mengembalikan batu yang belum diketahui keberadaannya tersebut" tambah mas Mirza


"Iya,nak Mirza" ucap Mama


"Apakah mas Mirza bersedia membantu kami...?" tanya Andini pula


"Tentu saja saya siap" ucap mas Mirza semangat, membuat kami semua tersenyum kecil


_____________________________________


Hari ini adalah hari ke empat puluh Papa meninggal dunia yang tadi malam telah diadakan acara tahlilannya, tapi kami semua memutuskan akan kembali besok pagi saja ke desa,


dan sebelum itu aku ingin menemui pak Presdir terlebih dahulu untuk mengambil jam tua itu kembali dari tangannya.


Sebenarnya Mama dan yang lainnya sudah melarangku namun aku tetap pergi secara diam-diam, setelah memesan ojek online,aku mendatangi pak Presdir langsung ke rumahnya.


ini adalah pertama kalinya aku menemui pak Presdir setelah resmi tidak menjadi sekretarisnya lagi.

__ADS_1


Ada perasaan takut dalam diriku ketika aku sudah sampai dan menginjakkan kaki di halaman rumahnya yang lumayan besar ini, aku pun mengetuk pintu yang ternyata tidak terkunci,


ketika masuk ternyata pak Presdir tengah duduk di ruang tamu, dia langsung menatap ku tajam


"Selamat datang,cucuku yang cantik..." terdengar ucapan dari pak Presdir yang sangat mirip dengan suara kakek-kakek


"Maksudnya...." ucapku dengan nada yang ku buat setenang mungkin agar tidak terdengar seperti suara orang yang sedang ketakutan


"Aku adalah Raka,kau tau itu,tapi kau juga harus tahu bahwa akulah kakek mu,rumi" ucapnya yang seketika membuat diriku merinding


"Bagaimana....mungkin" ucapku dan pak Presdir pun tersenyum


"Apa buktinnya, jika kamu memang benar kakek Razak" ucapku tanpa ragu


"Buku yang di baca oleh Marni adalah milikku" tukasnya seolah menyatakan kalau dia bukan kakek,mana mungkin dia tahu soal buku itu


"Dan jika kau kakek Razak, apakah mas Raka itu korban mu juga...?" tanyaku kemudian


"Ada yang sedang mengintrogasi aku, rupanya, baiklah,aku pun memang sudah menunggumu,cucuku, duduklah, akan aku ceritakan semuanya"

__ADS_1


ucapnya yang mulai merubah wajahnya, membuatku kaget, dia masih pak Presdir tapi dengan wajah tua yang sangat menyeramkan


Aku kemudian duduk,dan dia menceritakan sebagaimana yang di tuliskannya didalam bukunya sendiri, sampai terjadilah peristiwa dimana Papa membunuh istri dari orang yang menuntun kakek yang merupakan rusa jelmaan (siluman rusa),


memang di luar akal sehat, jika yang di sembah adalah manusia yang menikahi rusa jelmaan,tapi itulah yang kakek ceritakan saat ini.


Orang tersebut murka, lalu memerintah kakek untuk membunuh Mama yang sedang hamil diriku, bisikannya membuat kakek kerasukan dan lupa diri kemudian membunuh Mama, setelah itu dia lari ke dalam hutan.


Penduduk yang tahu perihal Mama yang terbunuh oleh ayah mertuanya sendiri tanpa pikir panjang mengobrak-abrik rumah kakek berniat menghakiminya, tapi penduduk desa malah menemukan hal tidak terduga didalam rumahnya, kakek yang terkenal sebagai panutan dan disegani oleh banyak orang tersebut adalah seorang penyembah sebuah batu, yang diletakan dalam sebuah jam tua sebagai bandulnya.


"Jadi jam tua itu..., bandulnya...,itu..."


ucapku tidak percaya


"Ya..., inilah batu itu" terlihat pak Presdir versi tua memegang batu bulat yang besar dan sangat berat itu seperti menenteng selembar kertas


Aku hanya diam memperhatikan dirinya yang mulai menceritakan kembali kejadian pada saat dirinya lari meninggalkan desa.


***To be continued***

__ADS_1


Jangan Lupa 👍👍👍


__ADS_2