
Pagi ini,aku telah berada dikantor untuk mengantarkan surat pengunduran diriku,
ku lihat sudah ada beberapa orang yang hadir disana dan sedang sibuk dengan tugasnya masing-masing,termasuk beberapa OB yang sedang membersihkan beberapa bagian ruangan perusahaan XX tersebut.
Aku pun langsung menuju ke ruangan pak Presdir yang ada dilantai tiga puluh,kelihatannya pak Presdir belum datang karena disana tampak sepi,aku malah bersyukur jika dia malah tidak datang hari ini,aku pun kemudian segera bergegas masuk kedalam ruangan pak Presdir,aku meletakkan surat itu didekat meja kerjanya,itu memang surat pengunduran diri,tapi dibuat seperti berkas, sedikit agak berbeda dari surat pengunduran diri biasanya, yang hanya berisi satu lembar kertas surat dan dimasukkan kedalam amplop, surat pengunduran diri diperusahaan XX ini bisa dikatakan 'Unix', sebab didalamnya ada tiga lembar isi surat yang dimasukkan kedalam map,aku sendiri tidak tahu pasti mengapa harus dibuat demikian,hal itu sendiri sudah tertera saat ketika aku pertama kali kesini untuk melamar pekerjaan,dan akhirnya diterima sebagai seorang sekretaris Presdir,aku pun menandatangani kontrak kerja yang disana tertera peraturan pengunduran diri tersebut.
Isi surat itu sendiri salah satunya harus disertai dengan alasan-alasan mengapa kita ingin mengajukan pengunduran diri,
sedikit ribet tapi itulah resikonya.
Saat aku telah selesai meletakkan surat itu,aku secepat mungkin melangkahkan kaki untuk keluar dari ruangan tersebut,
__ADS_1
namun lagi-lagi aku harus merasakan hal tak terduga, tepat ketika aku membuka pintu ruangan,pak Presdir telah berdiri disana, menatapku dengan mata liarnya, matanya seperti harimau yang sudah siap menerkam mangsanya.
Aku yang takut tiba-tiba teringat kembali ancaman-ancaman yang ia berikan ketika aku masih berada dirumah sakit dan juga ancaman yang dikirimkannya melalui Email.
"Ternyata kucing betina saya yang manis dan lucu serta imut sedang menanti kedatangan saya rupanya" ucapnya dengan tatapan liar yang membuatku seketika merinding
"Ba_pak su_dah dattt_tang..." ujarku ketakutan
"Tidak perlu takut,aku tidak akan m#####n mu" tambahnya dengan senyum menyeringai
"Mengapa terburu-buru sekali, bagaimana kalau kamu menemani saya sebentar disini, sebelum surat pengunduran dirimu itu saya setujui"
__ADS_1
"Maksudnya bapak..., bapak sudah tahu tanpa melihatnya terlebih dahulu" ucapku bingung
"Saya rasa tidak perlu lagi saya ingatkan kembali kepada kamu siapa saya, yang perlu kamu tahu,saat ini kamu terlihat sangat menggairahkan untuk saya, honey (dibaca : hani)" tukasnya lagi
"Izinkan saya pergi...,pak, saya mohon" ucapku memelas sambil merapatkan kedua tangan
Pak Presdir tentunya tidak menghiraukan perkataan memohonku
justru dia perlahan mendekatiku,
aku pun mundur secara perlahan sampai terpojok tepat dipintu masuk,tempat pak Presdir beristirahat yang dibuat seperti sebuah kamar didalam ruangannya.
__ADS_1
Pak Presdir mendekat seperti ingin menci##ku, aku yang tersudut tidak tahu lagi harus berbuat apa, terpikir olehku akan menendangnya saja,tapi sebelum hal tersebut aku lakukan ternyata pintu yang berada tepat dibelakangku terbuka,aku kemudian didorong masuk kedalam, jatuh tepat diatas ranjang,pak Presdir segera menin###ku dari atas,aku dicengkeram dengan kedua kakinya,aku ingin berteriak,tapi suaraku rasanya tercekat, dan ketika dia akan memulai aksinya, bersamaan dengan itu tanganku berhasil memegang vas bunga,aku langsung saja memukulnya tanpa ampun,entah mendapatkan kekuatan darimana,dan entah bagian mana saja dari tubuhnya yang terkena pukulan vas bunga tersebut,aku kemudian pergi meninggalkannya.
***To be continued***....