
Dengan wajah ketakutan aku berusaha lari, menuju lift,pak Presdir tidak mengejarku,aku aman sementara ini.
Segera setelah aku berada dilantai dasar aku keluar dari gedung pencakar langit itu dengan sekujur badan yang dipenuhi keringat dingin.
Aku tidak akan pernah mau lagi menginjakkan kaki ketempat itu dan bertemu Presdir g##a yang hampir saja mecelakaiku.
Skip.
Aku pulang dengan hati yang penuh dengan rasa ketakutan, aku masuk kedalam rumah setelah membayar taxi online yang mengantarkan ku,
aku kemudian langsung menuju kekamar mandi, perlahan ku basuh tubuhku yang tadi sempat terkena sentuhan pak Presdir.
Setelah itu,aku pun merendam tubuhku pada bathtub yang kuberikan wewangian aromaterapi,lantas aku larut dalam pikiranku yang melayang jauh mengingat kembali kejadian demi kejadian yang ku alami akhir-akhir ini.
Aku sungguh tidak pernah menyangka apalagi sampai memikirkan serta membayangkan kisah hidup yang serumit ini.
__ADS_1
Awalnya aku yang tidak tahu apa-apa, pulang kampung kedesa untuk menghadiri acara pernikahan sahabat kecilku dengan niat baik,tapi aku malah dihadapkan dengan insiden yang terjadi terhadap dirinya (Riana).
Kemudian aku lalu dihadapkan dengan kisah cinta atasanku dan sahabatku yang lain, membuat aku tahu semuanya,
aku lantas pulang kembali ke kampung halaman bersama keluargaku setelah adanya ancaman,dan aku harus menerima kenyataan pahit setelah diberitahu tentang masa lalu kelam Papa yang meminta bantuan roh jahat untuk menghidupkanku kembali setelah sebelumnya aku mati,serta cerita tentang kakek yang wujud serta raut wajahnya tak pernah ku ketahui, bahkan fotonya pun tidak pernah ada.
Belum selesai dengan semua ini,aku yang saat ini sedang berada dirumah sendirian harus mengalami kejadian aneh kemarin siang,dan baru saja hampir dile###kan oleh bosku pada saat mengantarkan surat pengunduran diriku tadi.
Kalau dipikir-pikir kisah ini seperti memang sudah diatur sebagai kisah malangku dan aku bisa apa, karena aku hanya sebagai pemeran utamanya dalam kisah ini, bukan sebagai 'Dalang'.
Akhir dari kisahnya pun aku tidak pernah tahu seperti apa.
Ini bukti sebagai tanda cinta sang Maha Pencipta kepada umatnya,ini hanya sebuah ujian yang tidak akan diberikan diluar batas kemampuan umat' nya.
Tiba-tiba terlintas dalam benakku pertanyaan
__ADS_1
"Lantas setelah ini...lalu apa...lagi" (batinku)
Bersamaan dengan pertanyaan itu hujan pun turun dengan derasnya, membuatku
mau tidak mau harus menginap lagi dirumah malam ini.
"Mungkin ini salah satunya..." ucapku kemudian
Aku yang telah selesai mandi segera mengambil handphone untuk memberitahu kepada Mama bahwa diriku belum bisa kembali sebab hujan yang tiba-tiba datang dengan derasnya.
Entah ada pertanda apa yang diberikan kepada Mama sampai beliau mengatakan mudah-mudahan tidak terjadi hal buruk apapun selama aku disini,apakah mungkin mama mendapatkan firasat,aku tidak tahu pasti.
Skip.
Malam semakin larut tapi hujan tetap tidak kunjung reda, sepertinya akan sampai pagi, beberapa kali terdengar suara petir,aku terpaksa harus menyudahi game online dihandphone ku,dan mematikannya.
__ADS_1
Sejak aku tidak bekerja dan berada didesa,aku mulai memainkan game online digadget ku,aku memainkannya bersama Andini untuk sekadar menghabiskan waktu,tapi terkadang aku juga main bareng dengan Febri.
Sejak bertemu terakhir kali dengannya dan bermain air bersama,aku tidak pernah melihatnya lagi apalagi menghubunginya, bahkan aku sama sekali belum mengirimkan sebuah pesan untuknya.