Husband System

Husband System
Ch 15 ~ Ingatan Dari Kehidupan Sebelumnya


__ADS_3

''Siha dan Ningsih ayo apa kalian akan tetap di sana saja.''


''Baik...'' Setelah itu mereka berempat bergegas menuju ke rumah wanita itu.


Saat sampai di rumah wanita itu Aziz sedikit terkejut, karena rumah itu bisa dibilang sudah tak layak untuk ditempati, dari pada disebut dengan rumah bisa dikatakan lebih tepat untuk disebut dengan gubuk.


Tempat itu terbuat dari kayu atap rumahnya juga sudah banyak yang berlubang, jadi bisa dikatakan bahwa tempat itu tidak layak untuk ditempati.


Di dalam tempat itu ada seorang perempuan yang sedang tertidur di atas kasur, wajahnya terlihat sangat pucat badanya juga terlihat sangat kurus.


''Apakah ia ibu Anda nona?''


''Benar dia ibu saya bisakah Anda menyembuhkannya.''


''Tentu saja saya bisa, tunggu sebentar.''


'Hei system bagaimana caranya aku menyembuhkan calon mertuaku.'


[Ting ~ Anda sudah mulai memanggilnya ibu mertua, Anda blak-blakan sekali Anda ini]


'Si Kampret ini, cepat katakan saja!'


[Ting ~ Baik-baik Anda tenang saja, Anda hanya perlu membeli Pil Penyembuhan Tingkat Atas]


'Baiklah berapa harganya.'


[Ting ~ Dua puluh juta rupiah, Tuan]


'Apa...! Kau ingin merampok System.'


[Ting ~ Tidak Tuan itu memang harganya, itu bisa menyembuhkannya dalam waktu lima detik bahkan tubuhnya akan kembali terisi, ia juga bisa menjadi lebih muda sepuluh tahun]


'Kau serius system!'


[Ting ~ Saya serius Tuan]


'Baiklah aku akan membeli Pil Penyembuhan Tingkat Atas itu.'


[Ting ~ Membeli Pil Penyembuhan Tingkat Atas]


[Ting ~ Pembelian Berhasil Uang Dua puluh juta rupiah telah di ambil dari Rekening anda]


'System mana pil yang kau bilang, apakah kau sedang menipuku?!'


[Ting ~ Tenang Tuan, pil tersebut berada di kantung celana Anda, jika saya memberikannya secara langsung itu akan menimbulkan banyak pertanyaan, lagi pula sekarang ia masih belum sah menjadi istri anda]


'Oh iya, kau benar juga system, bagus kali ini kau melakukannya dengan benar.'


Setelah itu Aziz mulai mengarahkan tangannya menuju ke dalam kantung celananya, ia mencoba untuk mengambil pil yang ia beli sebelumnya dari system.


Aziz mulai memasukkan pil tersebut ke dalam mulut wanita yang sedang tertidur lemas tersebut.


Secara tiba-tiba saja muncul sebuah cahaya yang sangat terang dari tubuh wanita itu, beberapa saat kemudian cahaya tersebut mulai menghilang secara perlahan.


Wanita yang berada di samping Aziz segera mengecek keadaan wanita yang berada di atas kasur.


''He, Nazwa apa yang telah terjadi ini... Ini seluruh penyakit ibu sudah hilang, bagaimana mungkin padahal kata dokter umur ibu hanya tersisa satu tahun lagi.''


''Hik...Hiks... Ibu...''


''Nak...''

__ADS_1


Mereka berdua mulai menangis entah menangis bahagia atau sesuatu hal yang lain, karena seperti kata pepatah hati wanita itu sulit untuk ditebak.


Beberapa saat kemudian Nazwa istri Aziz yang saat ini belum ia nikahi sudah mulai berhenti menangis.


''Ibu perkenalkan ini dokter yang telah menyembuhkan ibu.''


''Halo...''


''Terimakasih banyak pak dokter telah menyembuhkan saya, saya tidak tahu harus berbuat apa untuk membalas kebaikan Anda.'' Ucap wanita yang sebelumnya terlihat pucat dan terlihat sangat kurus.


Sekarang sudah terlihat sangat sehat, ia juga terlihat kembali menjadi lebih muda sepuluh tahun dari sebelumnya sama seperti yang dikatakan oleh system.


''Tidak masalah tetapi bolehkah saya menyentuh tangan Anda dan nona Nazwa.''


''Eh, apakah hanya itu saja.''


''Ya, apakah boleh.''


''Tentu saja boleh.'' Ibu Nazwa sedikit ragu, karena permintaan dari pria yang telah menyelamatkannya hanya meminta untuk menyentuh tangannya dan tangan anaknya.


Tetapi karena dia sudah berjanji akan mengabulkan permintaan dari Aziz jadi dia hanya bisa pasrah, meski ia tidak begitu mengerti mengapa permintaan dari pria yang telah menolongnya hanya meminta untuk menyentuh tangannya dan tangan anaknya.


Aziz mulai menyentuh kedua tangan wanita itu, 'Hei system segera transfer ingatan Nazwa dari kehidupan sebelumnya, tentang aku dan dia tetapi secara singkat dan jelas kepada ibunya dan juga kepada Nazwa.'


[Ting ~ Baik Tuan]


[Ting ~ Memulai proses transfer ingatan]


[Ting ~ Transfer ingatan telah selesai]


''Itu... Apakah itu aku?''


''Benar itu adalah kamu, itu adalah ingatan dari kehidupan sebelumnya, aku adalah suamimu dari kehidupan sebelumnya, aku datang ke sini karena aku ingin menikahi kamu lagi, kamu rela berkorban untukku jadi aku tidak ingin kehilangan seseorang yang sangat berarti bagiku.''


''Itu...'' Nazwa melirik ke arah ibunya.


Ibu dari Nazwa yang melihat hal itu mengerti dan mulai berbicara, ''Nak Aziz saya akan menyerahkan keputusannya kepada Nazwa anak saya, karena bagaimanapun juga yang akan menikah adalah dia, nak Aziz tidak keberatan bukan...''


''Saya tidak masalah kok.''


''Uda. Ambo bersedia menikah dengan Uda.''


(Note : Dalam Bahasa Padang di daerah Sumatra barat Uda artinya kakak Laki-laki)


(Note : Dalam Bahasa Padang di daerah Sumatra barat Ambo artinya Saya atau aku Bisa juga hamba, Author berasal dari Sumatera ya guys, jadi bisalah sedikit-demi sedikit bahasa Padang meski hanya bisa mengerti sebagian)


''Benarkah itu?''


''Iya. Ambo bersedia menikah dengan Uda.''


''Baiklah kalau begitu sekarang kita akan segera menikah.''


''Bukankah itu masih terlalu cepat untuk menikah, lagi pula kita harus mengurus beberapa persiapan lainnya.''


''Itu...''


[Ting ~ Tuan, Anda bisa menikah menggunakan hukum Dunia Roh, karena jika Anda menikah menggunakan hukum dunia ini jika ada hak warisan itu tidak bisa dilakukan dengan penegak hukum manusia harus menggunakan penegak hukum Dunia Roh,


itu harus dilakukan agar nantinya jika ada seorang keturunan dari seseorang yang memiliki hubungan dengan Dunia Roh akan terus tetap berhubungan dengan Dunia Roh,


agar jika ada suatu saat salah seorang keturunannya tersebut, mendapat sebuah masalah yang menimpa keluarga tersebut dapat dibantu oleh penegak hukum dari Dunia Roh]

__ADS_1


'Lah terus kenapa aku harus menikah dengan Hana menggunakan Hukum Dunia manusia...?'


[Ting ~ Karena itulah kenapa Anda harus menikah lagi dengan Istri Anda, caranya masih sama seperti yang Anda lakukan dengan Nyonya Siha, Tuan]


'Ah, jadi aku harus menikah lagi dengan Hana begitu?'


[Ting ~ Iya Tuan, juga sebaiknya Anda memberikan ingatan dari kehidupan sebelumnya agar ia dapat mengerti tentang situasinya]


'Baik-baik.'


''Kita akan menikah menggunakan Hukum Dunia Roh.''


''Hukum Dunia Roh?''


Setelah itu Aziz mulai menjelaskan semuanya, setelah selesai menjelaskan semuanya Aziz segera menikah dengan Nazwa menggunakan Hukum Dunia Roh.


''Baiklah sekarang kita sudah sah menjadi suami istri.''


''Apakah aku boleh membawa ibuku untuk ikut dalam perjalanan kita.''


''Tentu saja boleh.''


'Hei system apakah Dunia Energi yang kumiliki sudah bisa di masuki oleh makhluk hidup.'


[Ting ~ Sudah bisa Tuan, apakah Anda ingin pergi ke Dunia Energi]


'Tunggu.'


''Sini ayo kita semua berpegangan tangan.'' Aziz mulai menyuruh mereka untuk saling berpegangan tangan.


Aziz dan yang lainnya berpindah tempat ke sebuah hamparan ladang bunga, yang sangat indah dan berwarna warna-warni.


'System apakah kau bisa membuat sebuah Rumah yang sangat besar.'


[Ting ~ Bisa Tuan, apakah Anda ingin membuatnya]


'Ya.'


Tiba-tiba saja muncul sebuah cahaya di sebelah ladang bunga tersebut.


Muncullah sebuah rumah berwarna biru yang sangat besar dengan dua lantai.


''Wah indah sekali.'' Ucap Ningsih.


''Itu rumah yang akan ditempati oleh kita, oh iya Siha apakah kau memiliki keluarga yang berada di Sumatra karena kita akan pergi dan mungkin kembalinya akan sangat lama.''


''Ada yaitu ibuku.''


''Ibumu? Baiklah ayo kita segera berangkat ke sana, setelah itu kita akan membawanya juga untuk tinggal di sini.''


''Baiklah.''


Setelah itu Aziz dan Siha kembali untuk berangkat menuju ke rumah ibu dari Siha, Ningsih tetap berada di sana karena masih ingin melihat ladang bunga yang warna-warni tersebut.


Sesampainya di rumah ibu Siha Aziz dan Siha mulai menjelaskan kepada ibu Siha, awalnya ibu dari Siha ragu setelah menjelaskan dan memberitahukan secara musyawarah akhirnya ibu Siha akhirnya mengerti juga.


Siha dan Ningsih berangkat ke Sumatra karena ingin tinggal bersama ibunya, setelah ia bercerai dengan suaminya ia tidak memiliki keluarga yang lain selain Ningsih anaknya dan juga ibunya jadi ia memutuskan untuk tinggal bersama dengan ibunya di Sumatra.


________________<>________________


...Halo semuanya jangan lupa Klik Like+Comment+Rate+Favorite agar kalian tidak ketinggalan, sampai bertemu kembali....

__ADS_1


...Oh ya Comment lah biar lebih ramai Spam juga boleh asal tidak berkata kasar....


__ADS_2