Husband System

Husband System
Ch 58 ~ Tes Kelayakan


__ADS_3

Aziz terus bersandar di sebuah dinding sambil menunggu kejadian yang akan terjadi, yaitu rencana dari pria yang sebelumnya, yang telah menatapnya dengan penuh kebencian.


Pria tersebut sepertinya adalah orang yang menyerang istrinya, meski itu hanya spekulasi dari Aziz, tapi itu sesuatu hal yang memungkinkan, hanya saja dirinya tidak tahu harus bagaimana caranya mengungkapkan kedok dari pria tersebut beserta kelompoknya.


Jadi Aziz hanya dapat menunggu, tidak lama kemudian Xian Huo keluar dari kamar Xian Ming, dirinya segera melihat ke arah Aziz, sebelum berjalan mendekat lalu memeluk Aziz.


"Terimakasih, terimakasih, terimakasih, terimakasih, terimakasih, karenamu putri kecilku akhirnya dapat bangun, aku bersungguh-sungguh berterimakasih atas Air Khaz Han yang telah kau berikan kepadaku." Ucap Xian Huo yang lega dengan telah banguannya putri kecilnya.


"Tidak masalah, lagi pula aku melakukannya juga karena aku ingin menikahi putrimu..." Ucap Aziz terus terang, yang membuat semua orang yang berada di sana menjadi terkejut.


"Apa? Haha jadi begitukah, kau ternyata cukup jujur dengan hal yang kau inginkan." Ucap Xian Huo sambil tersenyum lebar.


"Tunggu!" Tiba-tiba saja Xian Liao menyela pembicaraan antar Xian Huo dengan Aziz.


"Maaf Kepala Keluarga, saya tidak bermaksud buruk, hanya saja saya merasa bahwa pria ini tidak pantas untuk Xian Ming, lihat saja tubuhnya yang kurus itu, dirinya tidak mungkin dapat melindungi Xian Ming, jika Xian Ming dalam masalah, bukankah lebih baik untuk saya mengetesnya terlebih dahulu?" Ucap Xian Liao yang mencoba untuk menjalankan rencananya.


"Aku tidak butuh hal itu, dia telah melakukan seperti yang ada di persyaratan sayembara, tidak perlu ada pengujian kelayakan apakah dirinya pantas atau tidak!" Ucap Xian Huo dengan wajah datar, sambil menatap ke arah Xian Liao dengan tatapan tajam, merasakan tatapan tajam dari Xian Huo, Xian Liao hanya dapat menahan diri dan mencoba untuk tidak melarikan diri karena ketakutan.


"Tapi kepala keluarga, bukankah lebih baik kita uji terlebih dahulu, dengan begitu kita tahu bahwa apakah dia cocok untuk mendampingi Nona Xian Ming atau tidak, jika dia tidak cocok, bukankah itu berarti kita tidak dapat menjadikan dia suami dari Nona Xian Ming, karena tidak dapat membantunya dalam menjadi kepala keluarga selanjutnya?" Ucap Xian Lei yang mencoba membantu cucunya.


"Itu benar sekali kepala keluarga, kita harus mengujinya terlebih dahulu, lagi pula kita tidak dapat menerima seseorang yang tidak kompeten, dalam berada di sisi Nona Xian Ming." Ucap Xian Yen yang mencoba membantu Xian Lei.


"Benar sekali kepala keluarga." Ucap salah satu pejabat kota, yang bersekongkol dengan Xian Liao, Xian Lei, dan Xian Yen.


"Benar... benar..."

__ADS_1


"Yap saya juga setuju kepala keluarga!" Dua pejabat kota yang lain juga ikut membantu, hal ini membuat Xian Huo terdiam, dirinya di dalam hati sangat marah, dengan orang-orang yang menentang perkataannya.


Tapi jika dirinya menolak lebih jauh, maka itu hanya akan membuat masalah tersebut menjadi lebih besar.


"Baik aku menerimanya, tapi jika aku menang, aku ingin memenggal kepalamu dengan tanganku sendiri..." Ucap Aziz yang menerima hal tersebut, dengan menambahkan sebuah persyaratan lain, yang ditunjukkan kepada Xian Liao, dengan mata dingin dan penuh haus darah.


"... Itu tidak mungkin, apakah kau pikir ini setara hah?" Ucap Xian Liao yang menolak persyaratan yang baru saja di buat oleh Aziz.


"Ouh kau ternyata hanya omong besar dasar penakut, apakah hanya ini keberanianmu?" Ucap Aziz yang memprovokasi lebih jauh Xian Liao.


"Apa! Kau...! Beraninya kau menghinaku!" Ucap Xian Liao dengan wajah marah sambil menunjukkan jarinya ke arah Aziz.


"Heh Kurasa hanya segitu keberanianmu, kupikir kau ini seseorang yang pemberani tapi, ternyata hanya seekor kucing penakut, yang selalu berlindung di bawah bayangan kakek bau tanah yang dirinya miliki." Ucap Aziz yang memprovokasi lebih jauh.


"Ouh kenapa pak tua bau tanah, bukankah kau lebih baik kembali ke tempatmu yaitu di dalam tanah?" Ucap Aziz yang terus memprovokasi.


"Bocah beraninya kau!" Ucap Xian Lei yang mengeluarkan kekuatanya, dan mencoba untuk menekan Aziz, tapi Aziz terlihat biasa-biasa saja, layaknya tidak terbebani oleh suatu energi tertentu.


"Apa?!" Ucap Xian Lei dengan wajah tidak percaya.


"Kenapa pria tua, kau sepertinya terkejut sekali, apakah sudah waktunya kau kembali ke dalam kubur?" Ucap Aziz sambil tersenyum.


"Cukup!" Ucap Xian Huo dengan memberikan tekanan yang sangat besar ke seluruh tempat, hampir semua orang berakhir berlutut, tetapi sebagiannya lagi tidak, salah satunya adalah Aziz.


Orang-orang yang melihat Aziz tidak terpengaruh oleh tekanan, tampak sangat terkejut, sebagian dari mereka berpikir bahwa Aziz memiliki beberapa artefak kuno, yang membuatnya tidak merasakan tekanan dari orang yang sangat kuat.

__ADS_1


Sebagiannya lagi berpikir bahwa Aziz merupakan seseorang yang sangat kuat, karena dapat menahan tekanan dari Xian Huo, salah satu orang yang berpikiran seperti itu adalah Xian Huo sendiri.


Dirinya berpikir bahwa Aziz sebenarnya adalah sosok yang sangat kuat, yang kekuatannya tidak dapat dipungkiri.


"Karena Aziz menerimanya maka tes tersebut akan dilakukan, jika Aziz menang maka dirinya benar-benar layak menjadi suami dari putriku, sekaligus akan memenggal kepala dari Xian Liao, jika Aziz gagal maka dirinya merupakan seorang pria yang tidak layak untuk menikahi putriku, dan dirinya akan diusir dari kediaman kompleks keluarga Xian, dan tidak dapat datang ke mari lagi." Ucap Xian Huo yang mengumumkan semuanya dengan nada suara yang tinggi.


"Tes tersebut akan dimulai dalam waktu lima hari, di mulai dari hari ini!" Ucap Xian Huo yang segera menghilangkan tekanan, yang dirinya berikan kepada semua orang.


Kemudian semua orang segera pergi dari tempat tersebut, tepat saat Aziz ingin pergi keluar juga, dirinya dihentikan oleh Xian Huo.


"Kau mau ke mana?" Ucap Xian Huo dengan wajah bingung.


"Nah bukankah aku seharusnya kembali ke penginapan, lagi pula hari akan segera menjadi malam." Ucap Aziz sambil melihat ke arah luar, yang memperlihatkan pemandangan langit, sore menjelang malam hari.


"Tidak, mulai hari ini kau akan tinggal di tempat ini, sampai hari tes di mulai, setelah itu baru kita akan mengetahui apakah kau bisa tinggal di tempat ini, atau pergi dan tidak akan kembali lagi selamanya." Ucap Xian Ning yang tiba-tiba saja masuk dalam pembicaraan Aziz dengan Xian Huo.


"Eh...! Benarkah?" Ucap Aziz dengan wajah tidak percaya, dirinya menatap ke arah Xian Huo.


"Yap, aku ingin setidaknya membalas kebaikanmu, karena telah mau memberikan Air Khaz Han kepadaku." Ucap Xian Huo yang menganggukkan kepalanya.


"Begitukah, kalau seperti itu maka aku akan menerimanya dengan senang hati." Ucap Aziz dengan tersenyum lebar.


...______________<>________________...


...Halo semuanya jangan lupa Klik Like+Comment+Rate+Favorite agar kalian tidak ketinggalan, sampai bertemu kembali....

__ADS_1


__ADS_2