
'Kau yakin system, apakah aku nanti tidak masuk ke penjara karena menikahi seorang anak kecil.' Pikir Aziz yang melihat sesosok wanita bertubuh mungil tersebut.
[Ting ~ Anda seharusnya sudah masuk penjara sejak lama tuan, karena memiliki banyak istri, lagi pula dia loli legal Tuan]
'O-Oke, tapi bagaimana caranya aku mendekatinya apakah aku harus mengikutinya?'
[Ting ~ Sebaiknya seperti itu Tuan, sebab Anda masih belum mengenalnya juga sebaliknya dia belum mengenal Anda, lebih baik Anda dekati secara perlahan]
'Kau benar system, seperti kata orang perlahan tapi pasti.' Setelah itu Aziz mulai melangkah menuju wanita mungil tersebut.
Tetapi saat Aziz ingin mendekati wanita mungil tersebut, secara tidak sengaja matanya bertatapan dengan wanita berbadan besar yang berada di sebelahnya.
Melihat seorang laki-laki tak di kenal mencoba untuk mendekati mereka, wanita berbadan besar itu mencoba untuk membawa pergi wanita mungil tersebut dari tempat itu.
Aziz yang melihat ini tidak bisa tidak bertanya kepada system 'Hei system, apakah wanita berbadan besar yang berada di samping istriku itu ibunya?'
[Ting ~ Saya juga tidak tahu Tuan, tetapi sepertinya mereka memiliki sesuatu hubungan]
'Hem kau benar, aku akan mencoba untuk mengikuti mereka lagi, ah aku akan berpura-pura untuk pergi ke toko yang berada di depan sana.'
Tetapi tidak seperti yang Aziz kira, karena wanita berbadan besar tersebut bergerak lebih cepat yang membuat Aziz kehilangan mereka berdua.
'Mereka bergerak sangat cepat sepertinya wanita itu tidak mau aku mendekati mereka, tapi saat aku mendekati wanita tersebut aku seperti merasakan ada sebuah Energi, apakah itu datang dari wanita berbadan besar tersebut system?'
[Ting ~ Benar Tuan, wanita tersebut merupakan keturunan dari Dewi bulan Tuan]
''Apa? kau serius system.'' Aziz bertanya dengan suara yang pelan dengan menggunakan bahasa Indonesia karena tidak mau menarik perhatian, meski begitu ada beberapa orang yang memperhatikannya hingga beberapa saat, sebelum melanjutkan aktivitas mereka masing-masing.
[Ting ~ Benar Tuan]
'Wow Dewi bulan... Tunggu kalau aku tidak salah Dewi bulan bukankah sangat cantik tetapi mengapa keturunannya seperti itu, yah jika wanita tersebut tidak gemuk pasti wanita itu memang sangat cantik, tetapi bagaimana ia menjadi seperti itu... Apakah ia dikutuk?'
[Ting ~ Iya Tuan, wanita itu memiliki sebuah kutukan yang menyebabkan ia menjadi gemuk seperti itu]
__ADS_1
'Hei kau yakin system kalau wanita itu dikutuk, jika dia memang dikutuk apakah saat kutukannya menghilang dia akan menjadi cantik kembali...?'
[Ting ~ Tentu saja bisa Tuan]
'Oh iya bagaimana caranya aku menemukan mereka ditempat seluas ini, apa lagi saat ini aku sedang berada di Jepang.'
[Ting ~ Tenang saja Tuan, saya dapat menemukan mereka bahkan jika itu di dasar laut sekalipun dapat saya temukan]
'Oh sombong sekali kau ini system, ingat ini system di atas langit masih ada langit, jadi mulai sekarang kuharap kau tidak menjadi sombong lagi tetapi jika memang kau bisa melakukannya maka tidak apa-apa, tapi setidaknya jangan terlalu sombong kau mengerti system.'
[Ting ~ Tentu saya mengerti Tuan]
'Bagus-bagus, baiklah karena katamu kau bisa menemukan apapun tolong beritahu aku di mana jalan menuju toko Action Figure, mumpung saat ini aku sedang berada di Jepang maka aku harus menikmati semuanya.'
[Ting ~ Tuan mengapa tadi Anda membawa semua orang kembali ke Dunia Energi bukankah kata Anda, Anda akan membiarkan mereka menikmati keindahan di negara ini bersama dengan mereka]
'Yah, aku memang mengatakan seperti itu, tetapi saat ini kita sedang berada di tempat yang ramai, aneh rasanya kalau aku dikelilingi oleh banyak wanita di sekitarku.'
Setelah berjalan selama beberapa menit Aziz telah sampai di toko Action Figure, yang di mana tempat itu bukan hanya menjual Action Figure tetapi juga menjual yang lainnya seperti topi, jam, baju dan berbagai macam lainnya. Toko itu memiliki lima lantai yang masing-masing lantai luasnya seluas Sekolah Dasar.
Saat pertama kali memasuki toko tersebut Aziz seperti merasa berada di surga para pencinta anime, ada berbagai macam barang yang terjual di sana, tanpa membuang waktu lebih lama lagi Aziz segera mengambil tas keranjang untuk barang bawaannya.
''Ini Action Figure karakter Dewi super cantik tidak aku sangka bahwa aku dapat melihatnya! Berapa harganya kalau di jadikan Rupiah...?'' Ucap Aziz sambil melihat harganya.
[Ting ~ Satu juta tiga ratus ribu, Tuan. Apakah anda ingin menukarnya menjadi Mata uang negara Jepang]
'Apakah bisa system?'
[Ting ~ Tentu saja saya bisa Tuan]
'Nanti saja system, aku mau melihat-lihat terlebih dahulu apakah ada Action Figure anime yang kusuka yang berada di tempat ini.' Setelah itu Aziz mulai menjelajahi semua lantai yang ada.
Dilantai pertama hanya ada Action Figure, lantai kedua terdapat Action Figure dan baju, celana dan sepatu, lantai ketiga terdapat komik dan beberapa Action Figure.
__ADS_1
Lantai keempat beberapa aksesoris yang berbentuk para karakter anime dan lantai kelima atau terakhir terdapat Action Figure yang harganya sangat mahal dibandingkan dengan yang berada di bawah, kemungkinan karena Action Figure tersebut sangat langka.
Aziz hanya membeli Action Figure saja karena ia hanya ingin melihat karakter kesukaannya dalam bentuk nyata, terdapat sepuluh Action Figure yang Aziz beli, tiga di antaranya memiliki harga yang sangat mahal.
Aziz segera pergi ke tempat resepsionis berada untuk membayar semua barang-barangnya.
''Total semua harganya menjadi...''
'Berapa jika itu di jadikan Rupiah system?' Aziz bertanya karena dia tidak mengerti perbandingan harga Indonesia ke Jepang.
[Ting ~ Dua puluh juta rupiah, Tuan]
'Apa...! Kau serius system mahal sekali dua puluh... Yah, karena ini untuk Action Figure maka uang tidak masalah untukku tukarkan sekarang system.'
[Ting ~ Baik Tuan]
Setelah itu Aziz mencoba untuk mengambil uang dari dompetnya, saat ia melihat dompetnya uang tersebut benar-benar berada di sana.
Aziz segera memberikan uang tersebut dan membawa semua Action Figure yang ia beli, karena harinya sudah waktunya untuk makan siang Aziz pergi mencari sebuah restoran terdekat.
Aziz memesan sebuah ramen karena dari dulu Aziz ingin mengetahui bagaimana rasanya mie ala Jepang, beberapa saat pesanannya sudah siap Aziz segera memakannya.
Saat pertama memakan mie tersebut Aziz memikirkan sesuatu, 'Sepertinya rasa mie Jepang dengan Indonesia tidak terlalu berbeda, coba kuahnya.'
Saat meminum kuahnya Aziz seperti berada di dunia lain karena kuah kaldunya sangat enak, Aziz segera memakan mie tersebut dengan sangat lahap.
Setelah selesai makan Aziz membayar makanan tersebut dan keluar dari sana, Aziz saat sedang berjalan sambil memikirkan sesuatu Aziz tanpa sengaja menabrak sesuatu.
''Kyaa...! Aduh.''
...________________<>________________...
...Halo semuanya jangan lupa Klik Like+Comment+Rate+Favorite agar kalian tidak ketinggalan, sampai bertemu kembali....
__ADS_1