
Pria itu segera mengeluarkan sebuah bola energi yang berwarna oranye, kemudian dia melemparkan bola tersebut ke arah Hakuto dan yang lainnya berada.
Hakuto yang melihat sebuah serangan segera menggunakan kekuatannya, dia membuat dinding yang terbuat dari es.
"Oh apakah kau ini Manusia Es, aku tidak tahu bahwa terdapat Manusia Es yang dapat berkeliaran seperti ini, padahal saat ini tidak sedang turun salju, juga biasanya mereka selalu sendirian, baru kali ini aku melihat seorang Manusia Es berkelompok." Ucap pria tersebut yang melihat ke arah Hakuto dan yang lainnya.
"Itu bukan urusanmu sialan!" Ucap Yamiko yang tiba-tiba saja muncul di sebelah kiri pria tersebut, pria itu yang melihat kedatangan Yamiko yang tiba-tiba segera menghindar.
Karena pria tersebut dapat menghindar dari serangan Yamiko, juga karena Yamiko tidak berhenti saat tangan Yamiko dan tanah bersentuhan, tiba-tiba saja tanah retak dan muncul hembusan angin yang sangat besar.
Angin tersebut langsung menuju ke arah pria tersebut, meski begitu pria itu dapat menghindar dari angin kencang yang dibuat oleh Yamiko.
Sementara itu Aziz saat ini sedang kesulitan karena sedang menghadapi orang berjubah yang sangat kuat, dia sangat ahli dalam menggunakan pisau karena inilah mengapa Aziz menjadi sangat kerepotan, juga Aziz mendapatkan beberapa goresan di lengan, kaki dan bagian perutnya.
Meski begitu Aziz juga memberikan banyak serangan kepada orang berjubah, meski setiap serangan yang Aziz berikan selalu berhasil ditangkis olehnya, tapi sekali-kali serangan Aziz dapat mengenainya meski itu hanya sekedar sedikit goresan.
"Bola api." Aziz mengeluarkan bola api di kedua tangannya, lalu melemparkannya ke arah orang berjubah.
"Boom!" Bola api tersebut berhasil mengenai tangan kiri dari orang berjubah.
Tanpa membiarkan musuhnya beristirahat Aziz kembali melesat menuju ke arah musuhnya yang baru saja terluka, tebasan Aziz kali ini dapat membuat lengan kanan orang berjubah terputus.
Sementara itu Hakuto, Kana dan Yamiko telah berhasil mengalahkan pria itu dengan cara membekukannya.
"Sialan! Lepaskan aku, kalian ini sebenarnya siapa brengs*k!" Ucap pria tersebut yang mencoba untuk melepaskan diri dari es yang di buat oleh Hakuto.
"Hakuto bekukan orang ini juga!" Ucap Aziz yang memerintah Hakuto untuk membekukan orang berjubah.
"Baiklah." Ucap Hakuto yang mulai membekukan orang berjubah.
"Bisakah kalian pergi keluar sebentar, aku ingin mencoba untuk mencari informasi dari mereka." Ucap Aziz yang menyuruh untuk Hakuto, Kana dan Yamiko keluar.
"Kenapa kami harus keluar dari sini." Ucap Yamiko yang penasaran.
__ADS_1
"Ini pasti tidak akan enak dipandang oleh kalian, karena itulah mengapa aku menyuruh kalian untuk pergi keluar." Ucap Aziz yang menjelaskan kenapa dia tidak ingin mereka berada di sini.
"Baiklah-baiklah." Ucap Yamiko dengan wajah cemberut, kemudian Hakuto, Kana dan Yamiko keluar dari bangunan itu.
"Karena mereka sudah keluar maka kita dapat memulai urusan kita." Ucap Aziz seraya tersenyum jahat.
Beberapa saat kemudian Aziz telah selesai mencari informasi yang dia butuhkan, tanpa membiarkan kedua orang tersebut hidup lebih lama Aziz segera menebaskan kepala mereka.
"Huff masalah ini menjadi lebih besar, padahal tadi aku hanya mengira bahwa mereka hanya organisasi biasa tidak aku sangka bahwa masalahnya sampai membawa-bawa kehancuran dunia... Haiss." Ucap Aziz yang menggelengkan kepalanya.
"Kalian keluarlah." Setelah Aziz mengatakan hal tersebut muncullah sepuluh sosok berwarna hitam.
"Aku ingin kalian mencari tahu tentang wilayah Toimei." Ucap Aziz kepada sepuluh sosok tersebut.
"Baiklah Tuan." Ucap sepuluh sosok tersebut lalu menghilang secara bersamaan.
Sebenarnya Aziz bisa saja mengeluarkan pasukan Roh Monster miliknya dari awal, hanya saja dia tidak ingin mengundang perhatian yang tidak diperlukan, tetapi karena masalah yang saat dia hadapi sangat besar maka Aziz terpaksa harus mengeluarkan mereka untuk membantunya.
"Mengapa kau lama sekali, juga ke mana dua orang tersebut." Ucap Yamiko yang melihat ke sekeliling.
"Aku telah berhasil mendapatkan informasi dari mereka, tapi kita akan membahasnya di tempat lain saja." Ucap Aziz yang mengambil kembali rubiknya.
"Di mana?" Tanya Hakuto yang memandang ke arah Aziz.
"Hehe ayo kita pergi ke tempatku saja." Ucap Aziz yang tiba-tiba saja menghilang bersamaan dengan menghilangnya Hakuto, Kana dan Yamiko.
"Uhk silau sekali, tunggu ini sebenarnya di mana." Ucap Kana yang melihat ke sekeliling.
"Selamat datang di tempatku." Ucap Aziz seraya sedikit membungkuk, sambil tersenyum lebar.
"Ini Dunia Energi!" Ucap Yamiko yang terkejut karena dirinya merasa bahwa saat ini dia sedang berada di dunia yang memiliki Energi yang sangat alami.
"Benar sekali. Sayangnya kau tidak mendapatkan hadiah dariku." Ucap Aziz yang duduk di salah satu sofa yang berada di dekatnya.
__ADS_1
"Sayang kau sudah kembali?" Terdengar suara seorang wanita dari sebuah pintu yang berada di dekat ruang tengah, orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Shizuka yang baru saja dari ruang pelatihan.
"Iya aku sudah pulang."
"Papa." Ucap seorang anak kecil yang langsung melompat ke arah Aziz.
"Oop." Aziz menangkap anak kecil tersebut dan meletakkannya di pangkuannya.
"Kau pulang lama sekali, kukira kau akan cepat kembali." Ucap Ryuki yang baru masuk ke dalam rumah, bersama dengan Yoko.
"Yah aku juga mengira ini akan memakan waktu yang singkat, oh benar bisakah kau pergi ke Asosiasi cabang Jepang, aku ingin kau mencari informasi soal wilayah Toimei, karena tujuan selanjutnya akan ke sana." Ucap Aziz yang mengelus-elus rambut Ningsih.
"Wilayah Toimei yang berada di dunia Roh bukan?!" Ucap Ryuki dan Yoko secara bersamaan.
"Benar." Ucap Aziz dengan santainya.
"Mengapa kau begitu santainya, apakah kau tidak tahu bahwa wilayah tersebut di penuhi oleh banyak Roh Tingkat Bumi sampai Tingkat Langit!" Ucap Ryuki yang meninggikan suaranya.
"Yah aku tahu lalu kenapa, wilayah tersebut merupakan wilayah yang di mana merupakan markas organisasi jahat yang berniat melakukan kehancuran dunia." Ucap Aziz yang membuat semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut seketika langsung memandang ke arahnya.
"Apa! Bukankah itu berarti tempat tersebut sangat berbahaya!" Ucap Shizuka yang terkejut.
"Tetapi tempat itu memang harus aku selidiki, karena kemungkinan saja tempat itu adalah markas dari orang yang menangkap pasangan Roh dan manusia biasa, juga kemungkinan tempat tersebut adalah tempat dari orang-orang yang sebelumnya pernah menyerang Ryuki dan Yoko dalam misi pengalihan." Ucap Aziz yang masih tetap duduk dengan tenang.
"Jika tempat tersebut memang memiliki hubungan dengan masalah itu, maka aku akan ikut campur dengan masalah ini. Baiklah aku akan pergi ke Asosiasi." Ucap Ryuki yang pergi menuju ke Asosiasi.
"Jadi sayang bisakah kau jelaskan siapa mereka, sepertinya dari tadi kau belum memperkenalkan mereka sama sekali." Ucap Shizuka yang mengalihkan pandangannya ke arah orang-orang yang di bawa Aziz.
Meski Shizuka masih khawatir, tetapi dia juga sangat penasaran dengan orang-orang yang Aziz bawa.
...______________<>________________...
...Halo semuanya jangan lupa Klik Like+Comment+Rate+Favorite agar kalian tidak ketinggalan, sampai bertemu kembali....
__ADS_1