
"Pemenangnya! Aziz Septian!" Ucap Xian Huo dengan wajah senang, sebab senyumnya yang lebar terpampang begitu jelas.
"Huooo!" Teriakan para penonton dapat terdengar begitu keras, meski mereka diperlihatkan pertarungan sepihak, yang di mana Aziz membantai habis-habisan Xian Liao, tapi itu masih sebuah pertarungan yang menakjubkan.
Aziz kemudian melihat ke arah Xian Ming, dirinya tersenyum lebar, sambil melambaikan tangan kanannya, melihat hal itu Xian Ming tersenyum malu-malu, dan kemudian membalas lambaian tangan Aziz.
Aziz kemudian berjalan keluar dari arena, dirinya segera pergi menuju ke arah Xian Ming, di sana dirinya mengobrol dengan Xian Ming, Xian Huo, Xian Ning, dan Xian Tuo.
Tidak lama kemudian Xian Huo kembali berbicara, dirinya membuat tekanan yang membuat seluruh penonton terdiam, lalu Xian Huo menarik nafas dalam-dalam sebelum akhirnya berbicara dengan suara lantang.
"Dengan kekalahan Xian Liao! Maka besok hari, tepatnya jam dua belas siang saat tengah hari, kita akan mengadakan eksekusi Xian Liao! Sesuai dengan persyaratan yang telah dibuat!" Ucap Xian Huo dengan suara lantang, hal itu seketika membuat para penonton saling berbisik.
Tapi terdapat satu orang yang tidak terima dengan hal itu, dirinya menatap ke arah Aziz dengan mata penuh kebencian, dirinya juga menatap Xian Huo dengan wajah kesal, orang tersebut adalah Xian Lei kakek dari Xian Liao.
'Xian Huo... Lihat saja besok! Aku pasti akan membunuhmu! Serta dengan anak sialan itu!' Pikir Xian Lei dengan wajah kesal, dirinya berusaha sekuat mungkin untuk tidak menyerang Xian Huo dan Aziz, sebab dirinya berencana untuk melakukan suatu hal besar besok hari, beserta menyelamatkan cucunya.
"Arrgghh...! Xian Yen! Segera kumpulkan setiap pasukan kita, serta panggil para orang bodoh itu! Kita akan memulai pemberontakan besok! Serta kita akan membunuh Xian Huo dan anak sialan itu!" Ucap Xian Lei dengan wajah merah karena dirinya sangat marah, bahkan urat-urat lehernya dapat terlihat jelas.
"Akan aku lakukan." Ucap Xian Yen yang kemudian segera menghilang, dari dalam ruangan di kediaman Xian Lei.
Aziz saat ini sedang duduk di ruang makan, bersama dengan Xian Huo, Xian Ning dan Xian Ming, mereka membahas banyak hal, hingga akhirnya Aziz membahas mengenai hal yang akan terjadi besok hari.
"Tuan Xian Huo, bisakah kau menyiapkan seluruh pasukan, serta katakan kepada orang-orang yang paling kau percayai, untuk mengumpulkan pasukan mereka besok hari, saat akan dimulainya eksekusi Xian Liao?" Ucap Aziz yang meminta suatu hal untuk dilakukan oleh Xian Huo.
__ADS_1
"Mengapa?" Ucap Xian Huo dengan wajah bingung.
"Entahlah, tapi aku merasa bahwa besok akan menjadi sangat kacau, dan orang-orang yang membuat Xian Ming terkena racun, pasti akan muncul besok." Ucap Aziz yang mengeluarkan teorinya.
"Apa? Apakah yang kau maksud bahwa Xian Liao, berhubungan dengan orang-orang yang meracuni putriku!" Ucap Xian Huo dengan menghancurkan gelas yang dirinya genggam, di tangan kanannya hingga akhirnya pecah berkeping-keping.
"Tenanglah sayang, lebih baik kita dengarkan dulu yang akan dikatakan oleh Aziz..." Ucap Xian Ning yang mencoba menenangkan suaminya.
"Aku tidak yakin, tapi itu mungkin saja, jadi lebih baik bersiap dari pada akhirnya menyesal di kemudian hari." Ucap Aziz yang menjawab dengan nada santai.
"Baiklah aku akan melakukannya, tapi jika itu benar maka aku akan menghabisi mereka semua di tempat, dan tidak akan membiarkan seorangpun lolos!" Ucap Xian Huo yang menganggukkan kepalanya.
"Bagus..." Ucap Aziz sambil tersenyum lebar.
Pada saat ini di alun-alun kota, terdapat sebuah panggung, yang di mana di sana sudah terdapat seorang pria yang kepalanya, sudah berada di tempat pemenggalan kepala.
Xian Huo kemudian naik ke atas panggung, yang di mana diikuti oleh para tetua klan Xian, serta Xian Ning, Xian Ming, Xian Tuo dan Aziz.
"Hari ini! Akan diadakan eksekusi mati kepada Xian Liao, karena telah kalah dari persyaratan yang dirinya buat! Eksekusi ini akan dilakukan sendiri oleh Aziz! Sang pemenang yang menerima persyaratan yang diajukan oleh Xian Liao sendiri!"
"Karena itu, Aziz akan memulai eksekusinya sekarang!" Ucap Xian Huo yang mempersilahkan Aziz untuk memulainya, tapi tiba-tiba saja Xian Lei dan Xian Yen segera bergegas ke arah Aziz, tapi Aziz sudah bersiap akan hal itu, dirinya segera menggunakan Tubuh Energi, kemudian Aziz segera memberikan pukulan kepada Xian Lei dan Xian Yen.
"Buuk!"
__ADS_1
"Buuk!"
Xian Lei serta Xian Yen terlempar cukup jauh, mereka bahkan sampai menabrak dinding bangunan.
"Apa artinya ini Xian Lei dan Xian Yen!" Ucap Xian Huo dengan wajah marah, dirinya tahu apa artinya, tapi Xian Huo ingin mendengar langsung alasan dari Xian Lei dan Xian Yen.
"Khook... Khook... Apa artinya! Apa artinya! Jangan pura-pura tidak tahu kau Xian Huo! Kau tahu bahwa dari dulu aku sangat ingin menjadi pemimpin klan! Tapi kakakku yang bodoh itu! Malah memberikan posisi pemimpin klan kepada putranya! Karena hal itulah kenapa aku membencimu serta istri dan putrimu!"
"Aku jugalah orang yang menyebabkan putrimu terkena Racun Tidur Tiada Bangun! Tapi anak sialan itu! Datang entah dari mana mengganggu rencanaku! Jadi aku mencoba hal lain dengan cucuku agar bocah itu mati! Tapi hal ini malah terjadi! Jadi sekarang kau akan ikut mati bersama bocah itu!" Ucap Xian Lei dengan mengungkapkan semuanya, sebelum tiba-tiba saja muncul berbagai sosok.
Mengenakan pakaian serba hitam, yang mulai menyerang ke arah Xian Huo serta para tetua lainnya, melihat hal itu Xian Huo tersenyum lebar.
"Begitukah, jadi kaulah orang yang meracuni putriku... Kalau begitu kau akan tiada!" Ucap Xian Huo yang kemudian para pasukan klan Xian mulai keluar dari tempat persembunyian mereka, melihat hal itu membuat Xian Lei, Xian Yen, serta beberapa pejabat kota menjadi sangat terkejut.
Mereka tidak menyangka bahwa rencana mereka sudah diketahui, kemudian Aziz juga mengeluarkan para pasukannya sendiri, yaitu para Pasukan Roh Monster.
Melihat hal itu membuat Xian Lei, Xian Yen, serta beberapa pejabat yang juga bersekongkol dengan Xian Lei menjadi lebih khawatir, pertarungan akhirnya di mulai, dengan Xian Huo yang bertarung dengan Xian Lei, dan Aziz bertarung melawan Xian Yen.
Sementara para tetua yang tidak bergabung dengan Xian Lei, memutuskan untuk membantu Xian Huo menghadapai para pemberontak, hal itu tidak berlangsung lama sebab Xian Lei serta pasukannya tidak dapat menghadapi pasukan Xian Huo yang lebih banyak, serta ditambah dengan pasukan Roh Monster dari Aziz.
Setelah Xian Lei berhasil di bunuh oleh Xian Huo, Aziz juga berhasil membunuh Xian Yen, karena dua pemimpin utama mereka telah tiada, para pasukan Xian Lei serta para pejabat kota akhirnya pada menyerah, dan Xian Huo segera membunuh mereka semua, Aziz juga akhirnya membunuh Xian Liao.
Kemudian setelah semua itu selesai, Aziz berniat untuk memberitahukan mengenai kehidupan masa lalu kepada istrinya, yaitu Xian Ming.
__ADS_1
(Note: Halo semuanya Author ada berita nih, cuman mau menginformasikan sedikit saja, author membuat novel baru, dengan unsur System juga, tapi Systemnya ini tidak terlalu banyak tampil di dalam novel itu, jika ingin baca silahkan cari novelnya yang berjudul Reincarnation: System Shaman! Karena novel Husband System jarang update, kalian dapat mengisi waktu luang dengan membaca novel author yang lain, sekian dan terimakasih!)