
Saat ini Aziz sedang mandi bersama dengan semua istrinya, di kolam yang berada di rumah yang mereka tempati sekarang, tentu saja Aziz sangatlah gugup.
Karena dia hanya sekali saja mandi bersama para istrinya, meski Aziz rutin melakukan cocok tanam agar para istrinya tidak terlalu ganas, meski begitu tetap saja Aziz sangatlah gugup karena cocok tanam dan mandi bersama itu berbeda.
Yah meski keduanya sama-sama memperlihatkan bagian seluruh tubuh, tetapi Aziz masih tetap seorang perjaka beberapa bulan yang lalu, oleh karena itu dia masihlah tidak terbiasa dalam melakukan cocok tanam atau bahkan mandi bersama.
Meski begitu Aziz tetap tidak terlalu menampilkan kegugupannya, karena bagaimanapun sekarang dia adalah kepala keluarga dari keluarga tersebut, oleh sebab itu Aziz harus kuat dalam mengahadapi segala cobaan, untuk para istri dan anaknya.
"Ah... Mandi dengan air hangat memang yang terbaik." Ucap Yuna istri Aziz yang berasal dari korea.
"Benar sekali mandi dengan air hangat memang sangat bagus." Ucap Asumi yang merupakan anak dari Dewi Bulan.
"Hem, iya mandi air hangat sangat bagus untuk kesehatan tubuh." Ucap Sina yang merupakan ibu dari istri pertama Aziz, yang dijadikan oleh Aziz sebagai istrinya.
"Yah kurasa mandi dengan air hangat tidak terlalu buruk juga, apa lagi dengan semua istriku yang berada di sisiku tentunya." Ucap Aziz sambil tersenyum, saat melihat semua istrinya saling tersenyum bahagia, saat mereka berendam di kolam air panas tersebut.
"Hehe itu benar aku sudah lama tidak sebahagia ini." Ucap Shizuka yang saat ini sedang bermain air.
"Ya benar aku juga sama, sudah lama tidak merasakan hal yang seperti ini." Ucap Eul yang menyetujui hal yang dikatakan oleh Shizuka.
Setelah selesai mandi mereka semua segera keluar dan pergi untuk memakai baju, setelah itu mereka semua pergi menuju ke ruang makan untuk makan malam bersama.
Setelah selesai makan, Aziz dan para istrinya segera menuju ke kamar mereka yang di mana kamar tersebut, memiliki sebuah kasur yang sangat besar, juga kamar tersebut memiliki ruang yang cukup luas, oleh karena itu kasur tersebut tidak akan membuat kamar tersebut menjadi sempit.
Sementara Ningsih akan tidur bersama nenek-neneknya, yaitu Apri dan Iren, biasanya akan ada satu atau dua istri Aziz yang akan menemani Ningsih di kamarnya, tetapi karena Ningsih ingin tidur bersama nenek-neneknya, maka semua istri Aziz akan tetap tidur bersama Aziz.
__ADS_1
Lalu pagi hari 'pun tiba, yang di mana Aziz secara perlahan membuka kedua matanya, dia melihat ke sekeliling yang di mana para istrinya menindihnya dari kanan, kiri dan atas oleh karena itu Aziz menjadi tidak bisa berbuat apa-apa, karena kalau dia bergerak sedikit saja maka itu akan membuat para istrinya terbangun, oleh karena itu Aziz membiarkan hal tersebut sampai para istrinya terbangun sendiri.
Meski begitu entah mengapa dia merasa sangat senang karena bisa bersama para istrinya, lagi pula dulu Aziz hanya pria yang biasa-biasa saja, yang di mana tidak memiliki kekasih, jadi saat Aziz memiliki istri dia ingin memperlakukan mereka dengan baik, meski terkadang dia akan menjadi tegas saat sedang berlatih atau pun saat hal lain sedang terjadi.
Lalu tiba-tiba saja terasa gerakan dari sebelah kanannya, lalu secara satu persatu gerakan sebelumnya menjadi lebih banyak.
"Hei apakah kalian sudah bangun?" Tanya Aziz yang bertanya kepada para istrinya, karena dia tidak sepenuhnya yakin bahwa para istrinya sudah terbangun.
"Emm aku sudah... Huam." Ucap Eul yang masih belum sepenuhnya terbangun.
"Aku juga sudah bangun, kurasa?" Ucap Asumi yang juga belum sepenuhnya terbangun, karena dirinya sendiri sepertinya kurang yakin apakah dirinya sudah benar-benar terbangun atau tidak.
"Hem... Kalian ini... Seharusnya segera bangun, karena..." Siha yang mencoba untuk menasehati mereka malah tidak jadi, karena dirinya sendiri juga belum sepenuhnya sadarkan diri.
"Eh benarkah." Ucap Shizuka yang bertanya kepada yang lainnya.
"Hem benar, ini hari terakhir kita di sini, ah benar sayang apa kau akan menjadikan Yamiko sebagai adik kita." Ucap Hana yang tiba-tiba saja bertanya tentang hubungan Aziz dengan Yamiko.
"Yah, jika dia mencintaiku dan juga mau ikut denganku, maka aku akan menjadikannya sebagai istriku." Ucap Aziz menjawab pertanyaan dari Hana.
"Hem begitukah?"
"Ya, ada apa?" Tanya Aziz saat melihat wajah para istrinya.
"Tidak, hanya saja... Hem kau tahu sayang kami sakit saat kau memiliki lebih banyak istri." Ucap Siha dengan wajah ragu-ragu.
__ADS_1
"Kami juga takut, jika kau tidak ingat dengan kami lagi, karena memiliki banyak istri." Lanjut Eul
"Oleh karena itu, jika... Bisa, kau tidak usah mencari istri yang lain lagi." Ucap Hana dengan nada yang pelan, tapi bisa didengar oleh semua orang yang berada di kamar tersebut, karena ruangan tersebut sangatlah sunyi.
Aziz yang mendengar hal itu terkejut, dia juga ingin hanya bersama mereka, tapi dia juga ingin bersama kembali dengan para istrinya dari kehidupan sebelumnya, karena bagaimanapun juga mereka telah rela mati demi dirinya, oleh karena itu, dia ingin bersama kembali dengan para istrinya dari kehidupan sebelumnya.
"Maaf, aku bukannya tidak mau hanya bersama kalian, karena bersama dengan kalian saja aku sudah bahagia, tetapi aku juga ingin bersama dengan para istriku dari kehidupan sebelumnya, karena bagaimanapun juga mereka rela ikut mati bersamaku, karena sangat mencintaiku, oleh karena itu aku ingin bersama mereka juga dikehidupan kali ini,"
"Tetapi jika mereka menolak atau sudah mencintai seseorang, maka aku tidak akan mempermasalahkannya, karena bagaimanapun juga cinta tidak bisa dipaksakan, bukan?" Ucap Aziz yang menyatakan tujuannya kepada para istrinya.
Mereka yang mendengar hal tersebut menjadi tidak bisa berkata apa-apa, karena yang dikatakan oleh Aziz benar, cinta tidak bisa dipaksakan.
"Baik kami mengerti, jika yang kau katakan benar maka kami tidak masalah, kami melakukan ini karena kami takut kau akan melupakan kami, seperti dikehidupan sebelumnya." Ucap Hana yang diberi anggukan oleh para istri Aziz yang berasal dari kehidupan sebelumnya.
"Begitukah, jika seperti itu maka maafkan diriku yang dahulu karena melupakan kalian..." Sebelum sempat Aziz menyelesaikan kata-katanya, dia dihentikan oleh jari telunjuk dari Hana.
"Kami tahu, oleh karena itu setelah kau menemukan para kakak dan adik kami yang berasal dari kehidupan masa lalu, kau tidak usah mencari wanita lain ya." Ucap Hana dengan wajah yang sangat serius, yang juga diikuti oleh semua istrinya yang berada di kamar tersebut.
"Tentu saja, lagi pula seperti yang aku katakan sebelumnya aku melakukan perjalanan ini, hanya untuk berkumpul kembali bersama dengan para istriku tercinta." Ucap Aziz sambil tersenyum hangat
Para istri Aziz yang mendengar hal tersebut menjadi sangat senang, lalu mereka membalas senyum hangat milik Aziz.
...______________<>________________...
...Halo semuanya jangan lupa Klik Like+Comment+Rate+Favorite agar kalian tidak ketinggalan, sampai bertemu kembali....
__ADS_1