
Aziz melihat seorang pria tua, yang memiliki tubuh kekar, mata tajam berwarna hitam, rambut putih beruban panjang yang terurai.
"Nah kalau saya boleh tahu, siapakah Anda Tuan?" Ucap Aziz dengan sopan.
"Hem..." Pria tua tersebut, melihat ke arah Aziz, dirinya menatap Aziz sejenak lalu mengarahkan pandangannya dari atas ke bawah, kemudian dirinya berbicara.
"Aku Xian Huo kepala keluarga Xian, sekaligus ketua desa." Ucap pria tua tersebut, yang ternyata merupakan ayah dari istri Aziz.
"Oh! Maaf atas ketidak sopanan saya, perkenalkan nama saya Aziz Septian, saya datang kemari membawa Air Khaz Han untuk diberikan kepada keluarga Xian." Ucap Aziz yang menyerahkan Air Khaz Han kepada Xian Huo.
"Ini...! Kau benar-benar memilikinya!" Ucap Xian Huo yang terkejut dengan benda yang dirinya pegang, karena barang tersebut sangat sulit untuk didapatkan, jika ada yang memilikinya, orang tersebut pasti tidak akan mau memberikannya kepada keluarga Xian.
Karena itu sangat mahal, jadi dari pada memberikannya kepada Xian Ming, kebanyakan pasti lebih memilih untuk menjualnya atau digunakan sendiri, paling tidak itulah hal yang biasanya terjadi.
"Apa? Apakah itu benar-benar Air Khaz Han yang asli, lalu mengapa tetua dari Keluarga Xian sebelumnya mengatakan bahwa itu barang palsu!"
"Aku tidak tahu!"
"Apakah tetua Keluarga Xian sengaja mengatakan bahwa itu palsu?!"
"Apa, benarkah!"
"Hei kau jangan berbicara sembarangan, jika memang seperti itu, bukankah itu berarti tetua Keluarga Xian memiliki suatu rencana!"
"Itu! Apakah itu benar!"
__ADS_1
"Hei kau harus hati-hati, dia memelototi kalian dasar bodoh!"
"Hik! Dia benar!"
"Siapa tadi yang mengatakan seperti itu, jawab kalian hei!"
"Bukan aku! Dia itu!"
"Apa, bukan aku! Yang mengatakannya dia!"
Tetua Keluarga Xian yang mendengar perkataan dari para warga, menjadi sangat kesal dan akhirnya karena keributan tersebut, dirinya akhirnya tidak dapat menahan diri dan akhirnya berteriak keras.
Yang di mana hal itu membuat suasana sekitar menjadi sunyi seketika, Xian Huo yang mendengar perkataan dari para warga menutup kedua matanya, lalu dirinya membuka kembali kedua matanya.
"Tetua Xian Yen aku ingin berbicara denganmu di kantorku, dan nak ayo ikut denganku ke dalam, ada beberapa hal yang ingin ku bahas." Ucap Xian Huo yang mengajak Aziz masuk ke dalam kompleks keluarga Xian.
'Apakah benar-benar terdapat suatu rencana di balik penyerangan terhadap istriku, jika memang benar-benar ada, maka ini akan menjadi masalah yang lebih besar dari yang kukira.' Pikir Aziz yang berjalan masuk ke kompleks keluarga Xian.
Kemudian Aziz di bawa menuju ke sebuah bangunan yang paling besar, dari semua bangunan yang berada di kompleks keluarga Xian, lalu Aziz mulai berjalan masuk ke dalam bangunan tersebut.
Dalam perjalanan banyak pelayan yang berhenti melakukan aktivitas, lalu membukuk yang di mana hal itu merupakan cara memberikan hormat, kepada Xian Huo sebagai kepala keluarga Xian dan Aziz yang merupakan tamu terhormat yang di bawa Xian Huo.
Lalu Aziz akhirnya di bawa ke sebuah ruangan yang terdapat seorang pria tua, yang sedang meracik suatu ramuan, memiliki rambut putih beruban yang diikat kuncir kuda, memiliki jas lab berwarna putih, yang di mana pakaian dalamnya, dirinya memakai pakaian tradisional China, juga di sana terdapat beberapa orang yang sedang melakukan aktivitas peracikan ramuan.
"Ah Kepala Keluarga!" Ucap para pria dan wanita muda yang segera membukuk ke arah Xian Huo, lalu pria tua yang sebelumnya sedang meracik menghentikan pekerjaannya, kemudian berbalik arah, dan melihat ke arah Xian Huo.
__ADS_1
"Kepala keluarga? Apakah ada hal yang kau perlu aku racik?" Ucap pria tua tersebut yang menatap ke arah Xian Huo dengan bingung.
"Ya, aku sudah menemukan bahan yang tersisa untuk meracik ramuan, untuk kesehatan putriku saat ini." Ucap Xian Huo yang memperlihatkan Air Khaz Han, yang membuat pria tua tersebut segera menatap ke arah Xian Huo dengan tidak percaya.
"Apakah kau benar-benar rela, menikahkan putrimu seperti ini kakak?" Ucap pria tua tersebut dengan wajah tidak percaya.
"Xian Tuo! Aku juga tidak mau melakukan ini, tapi apa yang bisa aku lakukan, aku tidak bisa berbuat banyak hal, jika aku menggunakan semua kekuatan keluarga yang ada, hanya untuk mendapatkan Air Khaz Han, itu akan membuat keluarga Xian mendapatkan banyak masalah, dan kota ini, kota kelahiran kau dan aku bisa mendapatkan banyak tragedi yang tidak ingin kita berdua inginkan!" Ucap Xian Huo dengan wajah cemberut dan frustasi.
Xian Tuo yang mendengar perkataan kakaknya menjadi terdiam, dirinya hanya menghela nafas dengan berat, sebelum akhirnya mengangguk sedikit.
"Baiklah aku mengerti, kalau begitu aku akan membuat resepnya sekarang juga." Ucap Xian Tuo dengan wajah tidak berdaya.
"Huff... Benar ini adalah orang yang membawa Air Khaz Han, yang pada akhirnya akan menikah dengan Xian Ming." Ucap Xian Huo yang memperkenalkan Aziz.
"Hem... Nak, aku ingin kau menjaga Xian Ming dengan baik, jika tidak..." Tiba-tiba saja muncul tekanan yang luar biasa di sekitar ruangan tersebut, yang pusatnya berada di tempat Aziz sedang berdiri.
Aziz yang melihat semua itu hanya tetap diam, dan terlihat seperti tidak merasakan tekanan apapun, yang membuat Xian Huo dan Xian Tuo menjadi terkejut.
"Tentu, aku akan melakukannya, aku tidak akan membuatnya menjadi seperti sebuah barang, yang di sayembara oleh ayahnya sendiri." Ucap Aziz dengan tenang, tapi hal itu malah membuat tekanan menjadi bertambah, dan terlihat wajah Xian Huo menjadi gelap, dirinya menatap tajam ke arah Aziz.
"Haha...! Kau pria yang berani! Baiklah! Tapi kau harus menepati janjimu, jika tidak kau harus menanggung akibat dari kemarahan kakakku!" Ucap Xian Tuo dengan tersenyum lebar, akan keberanian Aziz yang menjelek-jelekkan Xian Huo yang merupakan ayah dari calon istrinya, tepat di depan calon ayah mertuanya dan juga calon paman mertuanya.
"Krek! Kutarik kembali penjelasan yang kuberikan tentangmu nak, kau ternyata anak kurang ajar, yang sangat berani..." Ucap Xian Huo dengan wajah gelap, dan terlihat frustasi, sambil mengatupkan gigi-giginya.
"Haha... Kakak tenanglah, anak ini calon suami dari putrimu, jika kau membunuhnya, putrimu pasti akan menjadi sangat sedih, saat mengetahui bahwa ayahnya sendiri yang mencarikannya seorang suami, tapi pada saat itu pula ayahnya, yang telah membunuh calon suaminya." Ucap Xian Tuo dengan tersenyum lebar.
__ADS_1
"Grr... Aku akan pergi ke ruang keluarga, aku akan mengumumkan hal ini, sementara itu nak sebaiknya kau tinggal di sini untuk sementara waktu, hingga aku dapat menenangkan diri, sebelum akhirnya aku dapat melihatmu kembali, dan tidak akan langsung menghajarmu saat kita bertemu lagi nanti." Ucap Xian Huo sebelum akhirnya meninggalkan ruangan.