
Aziz saat ini sedang menatap ke arah Xian Tuo yang membuat ramuan, untuk menyembuhkan istrinya dari tidur panjangnya.
Aziz menatap dengan penuh penasaran, sebelum dirinya melihat ke arah layar System, dirinya melihat ke arah fitur Toko.
Setelah melihat-lihat dirinya menemukan barang yang bagus, dan segera memeriksanya.
[Ting ~ Kacamata Pembaca Sifat.
Kacamata ini dapat melihat sifat asli seseorang, misalnya jika anda memakai kacamata ini, anda dapat melihat apa sifat orang itu, apakah seorang yang sombong, pendendam, cemburuan, suka iri, atau bisa juga mengetahui apakah dia baik hati, lemah lembut, sopan, dan lainnya.]
'Begitu, ini alat yang bagus!' Pikir Aziz yang berpikir bahwa itu barang yang bagus, tapi entah mengapa ada beberapa hal yang mengganggunya.
'Hei system, apakah kau tahu benda yang dapat melihat isi hati orang lain, tidak... Aku dapat membuatnya sendiri!' Pikir Aziz yang tersenyum dalam benaknya, dirinya lupa bahwa dirinya memiliki Skill yang dapat membuat suatu barang, tapi dirinya kembali teringat bahwa untuk menciptakan barang khusus, diperlukan bahan khusus pula.
'Haah... Sepertinya aku harus menemukan bahan yang bagus terlebih dahulu, ah benar! System apakah ada bahan yang dapat digunakan untuk menjadi barang, yang dapat melihat isi hati dan kenangan seseorang?' Pikir Aziz yang teringat bahwa membaca atau melihat suatu kenangan, juga merupakan hal yang bagus.
[Ting ~ Ada Tuan, ada banyak sekali daftar, yang mana anda butuhkan?]
'Hem... Tentu saja yang bagus, efisien, tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah, nah apakah ada system?'
[Ting ~ Tentu saja ada Tuan, bahan tersebut adalah Batu Irlimia, Berlian Holsmok, Serat Kayu Kebenaran Dan Kebohongan, dan Air Mata Penjaga Danau Jiwa, Itu semua bahan yang diperlukan oleh Anda, jika ingin membuat barang yang dapat membaca isi hati dan kenangan seseorang]
'Begitukah, lalu berapa harganya?' Pikir Aziz yang ingin membelinya.
[Ting ~ Total semuanya sekitar Seratus lima puluh juta Tuan, apakah anda ingin membelinya?]
'Sial itu sangat mahal, nah lupakan saja kalau begitu, benar apakah ada Skill yang dapat melakukan itu, lebih baik menggunakan Skill dibandingkan dengan Item yang bisa rusak bukan?' Pikir Aziz yang tersenyum lebar dalam benaknya, tapi Aziz segera menghilangkan segala pikiran aneh di benaknya, sebab dirinya melihat hal yang menakjubkan.
Cara pembuatan obat untuk penyakit yang diderita oleh istrinya dilakukan dengan cara yang menakjubkan, terlihat berbagai warna yang cerah dan sangat indah, hal ini membuat Aziz menatap dengan wajah terkejut dan kagum.
'Hei system apakah ini benar-benar cara pembuatan obat, untuk penyakit yang diderita oleh istriku?' Pikir Aziz yang takjub dengan keajaiban seorang Alkemis.
[Ting ~ Itu merupakan cara yang benar Tuan, setiap pembuatan ramuan atau pil, oleh para Alkemis memang selalu dipenuhi dengan berbagai keragaman cara, dan essensi Elemen untuk pembuatan ramuan atau pil itu sendiri Tuan]
'Cara yang luar biasa, dan terlihat... Keren?' Pikir Aziz sambil menatap dengan tersenyum.
__ADS_1
'Aku...!'
'Aku...!!'
'Aku...!!!'
'Pasti akan melakukan apapun yang terbaik untuk para istriku, bahkan jika itu harus mengorbankan uang atau anggota tubuhku, karena... kebahagiaan mereka begitu berarti bagiku!' Dalam benak Aziz saat ini pikiran tersebut terus terulang di dalam benaknya.
...
...
...
...
...
'Aku cinta mereka sebagai koleksi, yang dapat aku pandang setiap saat...' Tiba-tiba saja entah dari mana, sebuah suara yang terdengar agak tidak terlalu jelas, muncul dalam benak Aziz, hal ini membuat Aziz kebingungan, dirinya melihat ke sekitar, tapi dirinya tidak melihat siapapun orang yang sedang berbicara dengannya, karena fokus mereka semua saat ini sedang terhadap ke Xian Tuo.
'Hei system apakah kau tahu siapa yang mengatakan hal itu kepadaku?' Pikir Aziz dengan bingung dan penasaran.
...
...
...
...
...
'Hei system kenapa tidak berbicara, hei system! Hei system! Cepat katakan siapa yang mengatakan hal itu!?' Pikir Aziz yang kesal, sebab sepertinya ada sebuah misteri yang terjadi, hal ini membuatnya menjadi kebingungan dan frustasi.
[Ting ~ Itu kata-kata Anda dari kehidupan sebelumnya]
__ADS_1
Hal ini membuat Aziz terdiam, sebelum akhirnya kedua tangannya terkepal erat, dirinya merasakan kemarahan yang begitu mendalam, kebencian yang begitu kuat, perasaan yang tidak terkendali itu sangat kuat, tapi hanya berlangsung selama beberapa saat saja.
'Aku begitu menyebalkan dan sialan di kehidupan sebelumnya bukan? Haah pantas saja para istriku banyak sekali yang berniat membunuhku, kurasa karma itu bahkan terjadi kepada para pengguna System?' Pikir Aziz yang tidak dapat menahan tawa pelan yang menyedihkan dalam benaknya, yang saat ini dipenuhi oleh berbagai macam penyesalan.
'Aku akan menebus kesalahan masa laluku, aku pasti akan membuat mereka bahagia! Aku akan melakukannya!' Pikir Aziz yang matanya saat ini dipenuhi oleh tekad, yang tidak disadari oleh siapapun yang berada di sekitarnya.
Aziz menutup kedua matanya dan mencoba untuk menenangkan diri, tidak lama kemudian Aziz menjadi tenang, dan terus memperhatikan hal yang dilakukan oleh Xian Tuo.
...
...
...
...
...
Setelah melakukan pengekstrakan untuk obat Xian Ming, dan menambah berbagai macam obat yang benar, lalu melakukan proses pemanasan yang sesuai, Xian Tuo akhirnya berhasil membuat obat tersebut, dirinya menatap ke arah obat yang dibuatnya, dengan wajah tidak percaya, terkejut, dan menangis bahagia.
"Kau sudah bekerja keras, terimakasih karena telah berhasil membuatnya dengan baik." Ucap Aziz yang menepuk pundak sebelah kiri dari Xian Tuo, hal ini membuat Xian Tuo tersadar, dan segera menghapus air matanya, lalu mencoba terlihat tenang.
"Jangan malu seperti itu, kau telah melakukannya dengan baik." Ucap Aziz sambil tersenyum lebar.
"Haha itu pasti, karena bagaimanapun juga aku adalah Alkemis yang hebat!" Ucap Xian Tuo yang membusungkan dadanya dengan bangga.
"Haha, itu benar! Jadi apakah kita akan langsung memberikan obat ini kepada Xian Ming?" Ucap Aziz dengan tersenyum hangat.
"Tentu! Aku akan memanggil Xian Huo untuk datang ke kamar Xian Ming, oleh karena itu kau sebaiknya pergi terlebih dahulu ke kamar Xian Ming dengan di antar oleh para pelayan." Ucap Xian Tuo yang bersemangat, setelah itu dirinya menyuruh dua pelayan perempuan, untuk mengantar Aziz ke kamar Xian Ming, kemudian Xian Tuo segera pergi bergegas mencari keberadaan kakaknya yaitu Xian Huo.
Aziz yang melihat itu hanya terdiam sambil tersenyum kecil, lalu Aziz di antar menuju ke arah kamar Xian Ming, dalam perjalanan Aziz melihat banyak pelayan dan penjaga keamanan dari keluarga Xian, yang berlalu lalang dan memberi hormat kepada dirinya, karena Aziz merupakan tamu dari keluarga Xian.
Tidak lama kemudian Aziz sampai di kamar Xian Ming, yang memiliki dua penjaga di depan pintu kamarnya, lalu Aziz di suruh masuk ke dalam kamar, di dalam kamar Aziz melihat sebuah ranjang tempat tidur yang memiliki tema warna merah, dan ranjang tersebut ditutupi oleh tirai yang memiliki tema warna merah dengan sedikit berenda, lalu Aziz berjalan ke arah ranjang tempat tidur, dan menggeser tirai tersebut, yang memperlihatkan seorang perempuan yang sangat cantik.
...______________<>________________...
__ADS_1
...Halo semuanya jangan lupa Klik Like+Comment+Rate+Favorite agar kalian tidak ketinggalan, sampai bertemu kembali....