
"Huaa...! Ayah... Ibu...!" Yamiko berteriak dan memeluk kedua orang tuanya erat-erat dan juga mulai menangis.
"Yamiko....!" Ucap ibu Yamiko yaitu Rikka yang menangis dan juga memeluk Yamiko dengan erat, ayahnya juga ikut menangis seraya memeluk istrinya dan Yamiko.
Aziz dan yang lainnya melihat ini tidak bisa menahan untuk tidak tersenyum, karena akhirnya Yamiko bisa bertemu dengan kedua orangtuanya lagi.
"Tang!" Suara berturan besi terdengar, saat Aziz sedang ikut senang saat melihat akhirnya Yamiko bisa bertemu dengan kedua orang tuanya lagi, tiba-tiba saja terdengar suara benturan besi, yang pada akhirnya membuat Aziz menjadi kesal, yang kemudian Aziz menyuruh anak buahnya, untuk membantu Hayato dan asistennya untuk menghadapi Einma.
"Toyo, Taka dan Joko kalian bantu Hayato dan asistennya untuk menghadapi Einma, biar cepat selesai." Perintah Aziz kepada ketiga bawahannya.
"Baik Tuan." Ucap Mereka bertiga secara bersamaan, yang kemudian langsung bergegas pergi menuju ke arah pertarungan Hayato bersama asistennya untuk menghadapi Einma.
Tidak lama kemudian akhirnya pertarungan tersebut telah selesai, pertarungan tersebut diselesaikan setelah akhirnya Einma berhasil dibuat tidak sadarkan diri.
Kemudian Hayato berjalan menuju ke arah Aziz, yang saat ini masih berdiri di dekat Yamiko dan keluarganya yang lagi reunian, lalu Aziz akhirnya berbalik untuk melihat ke arah Hayato.
"Terimakasih banyak Aziz, karena kau kami akhirnya berhasil menyelamatkan mereka." Ucap Hayato yang berterimakasih kepada Aziz dengan tulus.
"Tidak apa-apa, jadi apa yang akan kau lakukan dengan orang-orang yang selamat, juga mereka yang berbuat hal ini akan kau apakan?" Tanya Aziz kepada Hayato.
"Pertama kami akan memproses informasi dari mereka terlebih dahulu, apa saja informasi yang mereka ketahui, juga apakah hal seperti ini hanya berlaku di sini atau masih ada lagi." Ucap Hayato yang melihat ke sekeliling, kemudian melanjutkan.
"Kemudian kami akan mencari tahu tentang keluarga mereka, lalu mengembalikan mereka kepada keluarga mereka masing-masing." Ucap Hayato yang menatap ke arah Aziz.
"Sementara untuk mereka yang berbuat hal ini akan kami proses, yang di mana mereka akan di sidang tentang apa yang akan terjadi kepada mereka selanjutnya." Ucap Hayato yang sekali lagi melihat ke sekeliling.
__ADS_1
"Begitukah?" Gumam Aziz yang melihat ke arah Hayato.
[Ting ~ Benar Tuan, Dunia Supranatural juga memiliki hukumnya sendiri, sama halnya dengan manusia, mereka juga memiliki polisi supranatural dan tempat persidangan.]
'Oh Dunia Supranatural tidak terlalu berbeda dengan Dunia Manusia ya?'
[Ting ~ Ya Tuan.]
"Baiklah kalau begitu, silahkan kalian bawa mereka untuk mendapatkan informasi." Ucap Aziz yang mempersilahkan Hayato dan timnya.
Beberapa hari kemudian, saat ini Aziz dan yang lainnya sedang berada di gunung yang merupakan wilayah Raja Gunung / Penjaga Gunung, yang di mana Aziz dan yang lainnya sedang bersantai di tempat itu, karena beberapa hari yang lalu ayah dan ibu Yamiko telah kembali dari Markas Pusat Asosiasi Pemburu Roh yang di mana mereka diminta keterangan untuk masalah yang terjadi beberapa hari yang lalu.
Juga ayah Yamiko yaitu Takaki Wamo kembali menjabat sebagai Raja Gunung / Penjaga Gunung, jadi Aziz dan yang lainnya memilih untuk tinggal di sana untuk sementara waktu.
"Tidak apa-apa aku sudah kenyang, lagi pula dari tadi yang kita lakukan hanyalah mencoba berbagai macam makanan, aku sudah tidak sanggup lagi." Ucap Aziz dengan wajah menyerah.
"Ya kakak Siha aku juga sudah kenyang." Ucap Shizuka yang ikut menyerah, karena tidak sanggup makan makanan lagi.
Dari kemarin hingga sekarang yang dilakukan oleh Aziz dan yang lainnya, hanya berkeliling dan mencoba berbagai macam jenis makanan yang berada di pasar wilayah tempat Raja Gunung berada.
Pada awalnya banyak orang yang memperhatikan Aziz dan yang lainnya, karena Aziz dikelilingi oleh banyak wanita, tapi lama-kelamaan orang-orang sudah menjadi terbiasa, apa lagi karena Aziz dan para wanitanya tidak segan-segan untuk menunjukkan kemesraan mereka di tempat umum.
Aziz juga menyuruh para anak buahnya yaitu para pasukan Roh Monster untuk menikmati tempat tersebut, karena jarang bagi mereka untuk mendapatkan istirahat, karena Aziz seringkali menyuruh mereka untuk menjalankan misi untuk mencari informasi dan lainnya, oleh karena itu sekarang Aziz memberi mereka semua istirahat.
Hakuto dan Kana sudah menghilang dari kemarin, mereka berdua sudah mulai mengembangkan perasaan satu sama lainnya, oleh karena itu Aziz membiarkan mereka berdua untuk pergi berduaan.
__ADS_1
Ryuki dan Yoko juga sudah menghilang dari kemarin, tetapi Aziz tidak khawatir karena bagaimanapun juga Hakuto, Kana, Ryuki dan Yoko hanya ingin menghabiskan waktunya bersama orang yang mereka sayangi, sama halnya dengan Aziz oleh karena itu Aziz membiarkan mereka berempat untuk bersenang-senang.
Setelah selesai berjalan jalan seperti biasanya, Aziz dan yang lainnya segera kembali ke rumah yang di berikan oleh ayah Yamiko yaitu Takaki, rumah tersebut diberikan oleh Takaki untuk tempat tinggal Aziz dan yang lainnya.
Meskipun Aziz dan yang lainnya bisa tinggal di Dunia Energi milik Aziz, tetapi karena ibu Yamiko yaitu Rikka tidak mau para tamunya tinggal di sana, maka iapun memaksa Aziz dan yang lainnya untuk tinggal di rumah yang ia berikan, juga karena beberapa istrinya ingin tinggal di sana maka Aziz pun membiarkan mereka untuk tinggal di rumah yang berikan oleh Tuan dan Nyonya Wamo.
"Baiklah kalian silahkan segera mandi terlebih dahulu, aku..." Sebelum Aziz sempat menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba saja bibir Aziz ditutup oleh jari telunjuk seseorang, yang di mana itu merupakan salah seorang istrinya yaitu Hana
"Shss kita semua bisa mandi bersama, lagi pula kita sudah lama tidak mandi bersama bukan." Ucap Hana yang merupakan istri pertama Aziz.
"Itu benar, terakhir kali kita mandi bersama juga bertepatan pertama kalinya kita mandi bersama, pada saat itu juga terasa sangat canggung, karena itu pertama kalinya bagiku untuk mandi bersama seorang pria, apa lagi itu bersama dengan suamiku." Ucap Asumi dengan nada yang pelan untuk bagian yang terakhir.
"Itu benar kalian harusnya sering mandi bersama apa lagi kalian inikan pasangan baru." Ucap Apri yang merupakan ibu Siha.
"Ufufufu benar sekali, kalian harus sering-sering mandi bersama." Ucap Iren ibu dari Nazwa.
"Uh, huff... Baiklah ayo kita mandi bersama." Ucap Aziz yang menerima kekalahannya, Aziz sebenarnya tidak masalah dengan mandi bersama, hanya saja Aziz tidak terbiasa dengan suasana canggung di kamar mandi.
Rumah yang saat ini di tempati oleh Aziz memiliki kolam yang bisa digunakan untuk mandi bersama, juga kolam tersebut memiliki alat pemanas yang bisa diatur seberapa panas yang diinginkan.
(Note: Maaf semua saya jarang update, sebelumnya saya jarang update karena ada banyak urusan di dunia nyata yaitu ujian kelulusan, sekarang saya lagi liburan jadi juga jarang update (bilang saja males) oh tidak, saya tidak males hanya liburan doang oke, kapan update nya tidak menentu, saya update sekarang karena lagi ingin saja baiklah sampai ketemu lagi semuanya, bye.)
...______________<>________________...
...Halo semuanya jangan lupa Klik Like+Comment+Rate+Favorite agar kalian tidak ketinggalan, sampai bertemu kembali....
__ADS_1