Husband System

Husband System
Ch 52 ~ Janji


__ADS_3

Saat Aziz sampai di Washington DC, dirinya melihat ke sekeliling, dirinya saat ini sedang berada di gang di sebuah jalan.


[Ting ~ Tuan tempat istri Anda berada saat ini berada di sebuah restoran, yang letaknya tidak jauh dari tempat anda berada.]


'Aku mengerti!' Pikir Aziz yang mulai berjalan menuju ke restoran yang dikatakan oleh system.


Selama diperjalanan Aziz melihat banyak orang yang berlalu lalang, beberapa kali Aziz pergi untuk membeli sebuah makanan ringan.


Saat Aziz berjalan dan sedang berbicara dengan system di dalam benaknya, dirinya tanpa sengaja menabrak seseorang.


"Aduh!" Terdengar suara seorang wanita yang terjatuh, setelah dirinya menabrak Aziz, dan buku-buku yang dirinya bawa jatuh berserakan dimana-mana.


Aziz yang melihat ini langsung mencoba untuk membantunya, setelah semua buku sudah dikumpulkan Aziz langsung mencoba untuk meminta maaf.


"Maaf, saya sebelumnya tidak memperhatikan jalan!" Ucap Aziz yang langsung meminta maaf.


"Ah tidak apa-apa, saya juga salah karena membawa buku terlalu banyak hingga tidak memperhatikan sekitar, karena itu saya juga minta maaf!" Ucap wanita berkacamata dengan rambut hitam pendek, dan dengan mata yang berwarna biru laut.


"Ah tidak, saya yang salah saya minta maaf karena telah berjalan tanpa memperhatikan dengan benar." Ucap Aziz dengan senyum canggung.


"Tidak tidak tidak, saya yang harusnya minta maaf, kepada anda karena tidak memperhatikan sekitar!" Ucap wanita berkacamata dengan buru-buru.


"Tidak, saya yang salah." Ucap Aziz dengan canggung.


"Tidak tidak tidak, saya yang salah jadi saya yang harusnya minta maaf." Ucap wanita berkacamata yang tidak mau mengalah, kalau Aziz yang sebenarnya melakukan kesalahan.

__ADS_1


"Eh? tidak! Saya yang salah!" Ucap Aziz yang tidak mau menerima bahwa wanita, yang berada didepannya telah melakukan kesalahan.


Karena hal itu, mereka berdua terus-menerus mengatakan kepada masing-masing lainnya, bahwa diri merekalah yang telah melakukan kesalahan, hal ini terus berlanjut.


Sebab tidak ada yang mau mengalah bahwa yang lainnya telah melakukan kesalahan, orang-orang yang berada di sekitar memperhatikan hal yang dilakukan oleh Aziz dan wanita berkacamata, mereka berpikir bahwa sepasang kekasih sedang bertengkar mesra.


Padahal yang mereka pikirkan merupakan hal yang sangat salah, dan benar-benar berbeda, sebab Aziz sudah memiliki banyak istri, oleh karena itu dirinya tidak ingin mengambil istri selain istri dari kehidupan sebelumnya, jadi tidak mungkin Aziz memiliki kekasih yang tidak pernah diinginkan oleh Aziz itu sendiri.


Sementara wanita berkacamata sudah memiliki kekasih, jadi hal yang dipikirkan oleh orang-orang sekitar, terhadap Aziz dan wanita berkacamata merupakan hal yang sangat salah, dan merupakan hal yang tidak benar.


Aziz yang memperhatikan sekitar merasa resah, oleh karena itu dirinya menjadi tidak enak, terus berbicara dengan wanita berkacamata yang berada di depannya.


"Hem... baiklah saya yang salah, untuk permintaan maaf saya bagaimana kalau saya mentraktir anda, apakah anda mau?" Ucap Aziz kepada wanita berkacamata.


"Eh tidak, terimakasih, saya masih ada urusan yang harus dikerjakan, saya permisi dulu." Ucap Wanita berkacamata, yang pamit kepada Aziz lalu pergi.


Setelah sampai di restoran tersebut, Aziz menjadi sedikit terkejut, sebab istrinya dari kehidupan sebelumnya, yang kali ini, juga sudah memiliki keluarga.


"Huff... yah kurasa aku akan mengawasinya, sampai dirinya dan suaminya sudah keluar dari restoran, yah hal ini membuatku merasa tak berdaya, haah." Ucap Aziz yang melihat kemesraan mereka berdua, bersama dengan dua anak kecil, satu laki-laki dan satu perempuan.


Satu jam kemudian akhirnya Istri Aziz dari kehidupan sebelumnya dan suami beserta kedua anaknya, pergi dari restoran tersebut, Aziz terus mengawasi mereka dari jarak jauh.


Keluarga tersebut pergi menuju ke sebuah wanaha hiburan, Aziz yang melihat ini merasa kesal, karena harus menunggu lebih lama, tapi dirinya tahu diri bahwa tidak baik melakukannya dengan terburu buru.


Karena itu Aziz mau tak mau harus mengikuti keluarga tersebut, mereka pergi ke berbagai tempat, yang membuat Aziz kesal harus mengikuti keluarga tersebut ke sana ke mari.

__ADS_1


Lalu akhirnya keluarga tersebut kembali ke rumah mereka, pertama-tama istri Aziz dari kehidupan sebelumnya dan suaminya, membuat kedua anaknya tidur di kamar mereka masing-masing, setelah itu mereka berdua berbicara sebentar sambil memandang kedua anak mereka.


Kemudian mereka berdua pergi berjalan menuju ke kamar mereka berdua, setelah itu mereka berdua bersiap untuk tidur di atas kasur, tapi Aziz tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan dan segera masuk ke kamar mereka berdua, dengan cara membuka pintu kamar mereka berdua lalu membuat kamar tersebut kedap suara.


"Siapa kau!" Ucap suami dari istri Aziz dari kehidupan sebelumnya, yang berbicara dengan nada tinggi saat menatap Aziz dengan waspada.


"Tenanglah aku hanya ingin berbicara hal penting, aku tidak berniat untuk melukai, membuat istrimu meninggalkanmu tanpa alasan yang jelas, atau lainnya tanpa sebab." Ucap Aziz kepada sang pria.


"Huff... baiklah apa yang kau inginkan?" Ucap sang pria masih dengan waspada.


"Bisakah kalian mengulurkan tangan kalian berdua, jangan bertanya lakukan saja." Ucap Aziz dengan wajah tenang.


Sang suami dari istri Aziz dari kehidupan sebelumnya menjadi heran, tapi dirinya tetap melaksanakannya, istri Aziz dari kehidupan sebelumnya melihat suaminya menuruti permintaan pria aneh tersebut hanya terdiam, dan melakukan hal yang sama, dirinya melakukan hal tersebut karena dirinya percaya kepada suaminya.


Kemudian Aziz mulai mentransfer kenangan, yang membuat istri Aziz dari kehidupan sebelumnya, yang bernama Anggita Fanesa yang memiliki profesi guru, hanya menatap Aziz dengan tatapan kebencian, sementara sang suami yang bernama Lauren Coman, yang memiliki profesi polisi hanya terdiam.


"Huff... aku tahu aku telah melakukan banyak hal yang salah kepadamu, aku mencarimu hanya untuk memastikan apakah kau mau kembali menjadi istriku atau tidak, jika kau tidak mau, aku tidak akan melakukan apapun, lagi pula aku yang sekarang bukanlah aku yang dulu." Ucap Aziz sambil tersenyum.


Anggita yang mendengar perkataan Aziz hanya menatap Aziz, kemudian dirinya berkata bahwa lebih baik dirinya mati, dari pada harus kembali menjadi istri Aziz yang hanya akan menjadi koleksi.


Hal ini membuat Aziz menjadi tak berdaya, dirinya tahu bahwa dirinya dari kehidupan sebelumnya memang orang yang sangat kurang ajar.


Karena telah menerima konfirmasi, Aziz hanya bisa berkata kepada mereka berdua, untuk terus bahagia dan hidup dengan penuh kebahagiaan dan saling mencintai satu sama lain.


Tapi sebelum Aziz pergi dirinya mendengar suatu hal yang membuat merasa sedikit bahagia dan lega, yaitu "Meski kau pria yang kurang ajar, tapi kau masih peduli kepada kami ya, kuharap kau dapat bertemu dengan yang lainnya dan dapat membuat mereka bahagia, ini adalah hutangmu kepada mereka, dan juga janji dariku yang harus kau tepati." Ucap Anggita kepada Aziz dengan wajah datar, yang masih memiliki tatapan kebencian, tapi kali ini ada emosi terkejut dan senang.

__ADS_1


"Tentu! Aku berjanji akan membuat mereka bahagia!" Ucap Aziz sambil tersenyum lalu pergi dengan cara yang keren.


__ADS_2