Husband System

Husband System
Ch 32 ~ Sebagai Pengalih Perhatian


__ADS_3

''Ah maaf-maaf, kalau begitu aku akan menghadapi orang itu dulu, setelah itu mari kita bicara mengapa kalian sampai terluka seperti ini.'' Ucap Aziz yang memegang Pedang Roh Iblis erat-erat.


''Siapa kau? Mengapa kau ikut campur dengan urusan kami.'' Ucap si pria yang tadi mengeluarkan api berwarna ungu.


''Hehe apakah kau ingin tahu saja atau ingin tahu banget.'' Ucap Aziz seraya tersenyum jahat kepada pria tersebut.


''Kau... Beraninya kau bercanda denganku!'' Lalu pria tersebut mengeluarkan bola api kembali dan mengarahkannya ke arah Aziz.


Aziz yang melihat hal itu masih tetap santai, karena menurutnya serangan yang seperti itu tidak akan banyak mempengaruhinya.


Seperti yang Aziz pikirkan, Aziz dapat dengan mudah menebas bola api itu hingga terbelah menjadi dua, yang perlahan-lahan mulai menghilang.


''Apa! Bagaimana mungkin itu adalah serangan yang dapat melukai pengguna Supranatural Tingkat Menengah Tahap Tiga dengan mudah.'' Ucap pria tersebut yang terkejut dengan hal yang dilakukan oleh Aziz.


''Apakah pedang itu senjata Tingkat Atas, tidak mungkin karena senjata Tingkat Atas sangat mahal dan langka, juga hanya orang yang memiliki status sosial supranatural yang tinggi saja yang dapat memilikinya.'' Ucap pria tersebut yang mulai ketakutan.


''Wah tidak aku sangka bahwa kau dapat mengetahui tentang senjataku, memang benar ini senjata Tingkat Atas bernama Pedang Roh Iblis.'' Ucap Aziz sambil memperlihatkan pedangnya kepada pria tersebut.


Pria tersebut yang mendengar tentang hal yang dikatakan oleh Aziz mulai berkeringat, karena ketakutan bahwa Aziz mungkin memiliki kedudukan yang sangat tinggi di Dunia Roh.


''Sial aku tidak diberitahu bahwa akan ada seseorang yang memiliki kedudukan yang tinggi seperti dia, misi kali ini gagal.'' Ucap pria tersebut yang perlahan menghilang menjadi butiran cahaya.


''Wah apakah itu teknik teleportasi, aku juga ingin memiliki teknik seperti itu, aku memang punya teknik teleportasi, tetapi tidak sekeren itu sampai menghilang menjadi butiran cahaya.'' Ucap Aziz yang kagum dengan teknik teleportasi yang dimiliki pria tersebut.


Seperti mengingat sesuatu Aziz berbalik, tetapi saat Aziz berbalik kedua orang yang Aziz tolong sudah pingsan.


Aziz segera bergegas membawa mereka menuju ke Dunia Energi miliknya.


Sesampainya di Dunia Energi Aziz segera membawa mereka berdua ke kamar tamu, lalu Aziz segera membeli barang dari System untuk menyembuhkan mereka berdua.

__ADS_1


Setelah selesai menyembuhkan luka-luka mereka Aziz segera keluar dari kamar tersebut.


''Baiklah kalau begitu ayo kita makan, aku sudah lapar.'' Ucap Aziz seraya tersenyum.


''Apakah kita perlu membahas hal tidak penting seperti itu, apa yang sebenarnya telah terjadi dan siapa mereka.'' Ucap Yuna yang menatap Aziz dengan wajah yang ingin tahu.


''Hem... Baik-baik aku akan menjelaskan semuanya.'' Setelah itu Aziz mulai menjelaskan tentang apa yang sebenarnya telah terjadi.


Mereka yang mendengar hal itu hanya bisa menatap Aziz dengan emosi yang bercampur aduk.


Karena mereka tidak tahu harus berbuat bagaimana, sebab mereka memang ingin membantu kedua orang tersebut, hanya saja kedua orang tersebut membawa benda yang berbahaya bersama mereka, karena itulah mengapa mereka memiliki emosi yang bercampur aduk, mereka melihat ke arah dua sosok yang dibawa oleh Aziz.


Jadi karena itulah para istri Aziz takut bahwa nantinya Aziz akan mendapatkan masalah, tetapi juga merasa senang karena hal yang dilakukan oleh Aziz kemungkinan baru saja menyelamatkan banyak nyawa orang.


Itulah yang ada dipikiran mereka semua, Aziz mengerti dengan yang mereka pikirkan, karena itulah mengapa tadi dia mencoba untuk mengalihkan perhatian semua orang.


Saat mereka makan bersama-sama tiba-tiba saja terdengar suara dari pintu kamar tamu, muncullah dua sosok yang sebelumnya Aziz selamatkan.


''Kalian pasti lapar ayo sini, kalian ikut makan bersama kami.'' Ucap Sina yang mengajak mereka untuk ikut makan bersama-sama.


Mereka terlihat terkejut sebelum akhirnya mereka ikut makan bersama, mereka berdua tidak berbicara sama sekali, tetapi semua keluarga Aziz berbicara dengan wajah yang ceria.


Setelah selesai makan Aziz mengajak mereka berdua untuk pergi duduk ke ruang tamu, mereka mengikuti Aziz tanpa pikir panjang.


''Baiklah sekarang bisakah kalian menceritakan siapa kalian, mengapa kalian sampai di kejar oleh mereka.'' Tanya Aziz kepada mereka berdua.


Mereka berdua terlihat sedikit ragu-ragu sebelum si laki-laki mulai berbicara.


''Namaku Ryuki Takamoto, aku merupakan seorang Pemburu Roh Bagian Pusat yang berada di Dunia Roh, ini rekan setimku namanya Akarui Sora, kami diberi tugas oleh petinggi Asosiasi Pemburu Roh dari Bagian Pusat untuk mengirim sesuatu ke Asosiasi Pemburu Roh Cabang Jepang.'' Ucap Ryuki yang mulai menjelaskan tentang misi yang dia dapatkan.

__ADS_1


Ryuki juga menjelaskan tentang mengapa mereka sampai di serang, Aziz yang mendengar hal itu hanya bisa berpikir sejenak sebelum kembali bertanya.


''Mengapa hanya kalian yang dikirim, apakah tidak ada orang yang cukup kuat dari Asosiasi yang berada di Bagian Pusat yang ikut dengan kalian, lagi pula seharusnya jika benda tersebut memang sangat penting pastinya ada setidaknya satu atau dua orang yang ikut dengan kalian diantara para petinggi.'' Ucap Aziz yang menatap mereka dengan wajah yang bertanya-tanya.


Mereka berdua yang mendengar hal itu kembali terkejut, mereka mulai berpikir tentang hal yang dikatakan oleh Aziz kepada mereka berdua.


''Mungkin saja misi yang kalian dapatkan kali ini tidak sesederhana yang kalian berdua pikirkan.'' Ucap Aziz yang membuat alis mereka berkerut.


''Itu... Kami juga tidak tahu tapi sepertinya misi kali ini memang tidak sesederhana yang dipikirkan.'' Ucap Ryuki yang merenungkan kata-kata dari Aziz.


''Anu apakah mungkin saja jika benda yang kalian bawa itu palsu?'' Tanya Aziz kepada mereka berdua.


''Apa! Tidak mungkin jika yang kami bawa ini palsu mengapa mereka menyuruh kami membawanya ke Asosiasi Pemburu Roh Cabang Jepang.'' Balas Akarui yang membantah hal yang dikatakan oleh Aziz.


''Aku hanya bertanya Nona, karena jika yang kalian katakan benar bahwa benda yang kalian bawa sangat berbahaya pasti seharusnya ada yang ikut menjaga kalian, yang setidaknya berada di Tingkat Atas Tahap Lima ke atas yang seharusnya menjaga benda itu.'' Ucap Aziz yang membuat mereka berdua tertegun.


''Itu... Ada benarnya, tetapi kalau seperti itu mengapa harus kami yang membawanya, apa lagi banyak dari kami yang tiada saat melakukan misi ini.'' Tanya Ryuki yang heran tentang misi kali ini.


''Mungkin kalian sebagai pengalih perhatian, agar yang yang asli berhasil di bawa oleh yang lebih kuat dari kalian.'' Balas Aziz yang membuat mereka berdua terkejut, bahkan kedua mata mereka terlihat mau keluar dari tempatnya.


''Tidak mungkin mengapa mereka melakukan hal itu, kami ini adalah anggota dari Asosiasi mengapa mereka ingin melakukan hal itu kepada kami.'' Ucap Akarui yang kembali membantah perkataan Aziz.


''Mungkin seperti yang ada di film-film, demi kedamaian antar dua dunia harus ada yang dikorbankan, karena mereka tidak ingin bahwa sang penyerang tidak percaya bahwa kalian yang memegang benda tersebut, jadi pasti para petinggi akan menggunakan anggota Asosiasi yang memiliki kekuatan di Tingkat Atas...''


''Tetapi karena mereka tidak ingin mengorbankan kekuatan yang sangat kuat yang mereka miliki, jadi mereka menggunakan kekuatan yang tidak terlalu kuat dan memiliki jumlah cukup banyak sebagai pengalih perhatian.'' Ucap Aziz yang menjelaskan panjang lebar yang membuat wajah mereka berdua menjadi lebih gelap.


...______________<>________________...


...Halo semuanya jangan lupa Klik Like+Comment+Rate+Favorite agar kalian tidak ketinggalan, sampai bertemu kembali....

__ADS_1


__ADS_2