
Aziz segera bergegas menuju ke kamar mandi, selesai mandi Aziz makan bersama seluruh keluarganya, para istri memiliki senyum yang lebar menghiasi wajah mereka, sementara Aziz yang melihat hal ini hanya bisa berpikir apa yang sebenarnya telah terjadi.
Tetapi karena tidak ingin terlalu banyak berpikir Aziz membiarkan hal itu, setelah selesai makan Aziz segera duduk di ruang tamu.
''Hei Aziz kita selanjutnya akan pergi ke mana.'' Tanya Hana dengan wajah yang bertanya-tanya.
''Kita akan pergi ke pegunungan.'' Balas Aziz sambil melihat Handphone miliknya.
''Kita akan pergi ke gunung, emang di sana ada saudara perempuan kita.'' Ucap Shizuka yang mungil dan menggemaskan.
''Ya, di sana ada seseorang emang ada apa, apakah kalian ingin pergi ke suatu tempat atau semacamnya.'' Ucap Aziz yang melirik ke arah mereka semua.
''Ayah aku ingin pergi jalan-jalan lagi, aku mau melihat kebun binatang yang berada di Jepang.'' Ucap Ningsih.
''Kenapa di Jepang, apakah kau belum pernah pergi ke Kebun Binatang?'' Ucap Aziz kepada Ningsih.
''Aku sudah melihat yang di Indonesia, tetapi aku ingin melihat panda, ayo ayah kita pergi ke kebun binatang.'' Ucap Ningsih dengan nada manja.
Aziz yang melihat hal ini menjadi tidak berdaya, jadi Aziz mengikuti kemauannya.
''Baik-baik, ayo kita pergi ke kebun binatang, apakah di antara kalian ada yang mau ikut juga.'' Tanya Aziz kepada mereka semua.
''Aku juga mau ikut dari dulu aku penasaran bagaimana yang di sebut dengan kebun binatang, dari dulu aku belum pernah pergi ke sana.'' Balas Nazwa sambil mengangkat tangannya.
''Aku... Aku juga, aku sudah lama tidak pergi ke kebun binatang.'' Ucap Yuna sambil mengangkat tangannya dengan wajah yang malu-malu, karena dia sudah lama tidak pergi ke kebun binatang.
''Bagaimana dengan yang lainnya apakah masih ada yang mau ikut ke kebun binatang.'' Ucap Aziz kepada yang lainnya.
''Baiklah kurasa tidak ada, kalau begitu kami berangkat.'' Setelah itu Aziz, Ningsih, Nazwa dan Yuna pergi menuju ke kebun binatang.
Saat mereka sampai di dunia nyata Aziz segera menggunakan skill miliknya, untuk berpindah tempat menuju ke kebun binatang.
Mereka berpindah tempat di sebuah toilet yang berada di kebun binatang, saat mereka semua keluar dari toilet mereka semua segera di pindahkan ke Ruang Dimensi.
__ADS_1
''Ini... Kenapa kita berada di Ruang dimensi?'' Tanya Yuna kepada yang lainnya.
''Apakah kita tidak bisa melihat Panda ayah.'' Ucap Ningsih dengan nada yang sedih.
Aziz yang yang melihat Ningsih hampir menangis menjadi sedikit panik.
''Tenang saja setelah kita berhasil keluar dari sini kita akan pergi ke kebun binatang! Nanti ayah belikan boneka Panda yang lucu buat Ningsih jadi jangan sedih oke.'' Ucap Aziz untuk menenangkan Ningsih agar tidak menangis.
''Benarkah?'' Ucap Ningsih dengan wajah yang ceria.
''Tentu saja jadi jangan menangis oke.''
''Iya ayah.''
''Yuna kau tetap di sini, aku akan mencari tahu siapa yang sedang bertarung yang berada di dekat sini.''
''Baik, kau harus hati-hati karena kita sedang berada di Jepang bukan Korea, aku tidak tahu tentang situasi supranatural yang berada di Jepang jadi coba seminimal mungkin untuk tidak bertarung.'' Ucap Yuna dengan mengingatkan Aziz tentang keadaan saat ini.
''Tentu.'' Setelah itu Aziz mulai berangkat pergi dari sana.
''Hei system pertempurannya berada di mana, aku ingin melihat siapa yang sedang bertarung, dan mereka bertarung karena apa.'' Ucap Aziz seraya berlari tanpa arah petunjuk.
[Ting ~ Tuan...]
Sebelum system berhasil menyelesaikan kata-katanya, sebuah ledakan terjadi dari tempat Yuna dan yang lainnya berada, Aziz yang melihat itu berhenti sejenak dan kembali bertanya kepada system.
''Hei system apa yang sebenarnya telah terjadi, mengapa ada sebuah ledakan di tempat Yuna dan yang lainnya berada.''
[Ting ~ Pertempuran itu sedang berlangsung tidak jauh dari tempat Nona Yuna dan yang lainnya berada, tetapi entah bagaimana sekarang pertempuran tersebut malah pergi menuju ke arah Nona Yuna dan yang lainnya berada]
''Sial aku harus kembali lagi, kuharap mereka baik-baik saja.'' Ucap Aziz seraya mengeluarkan Pedang Roh Iblis.
Saat Aziz sampai di sana Aziz melihat seorang pria sedang bertarung dengan dua orang, satu perempuan dan satunya lagi seorang pria.
__ADS_1
Aziz memeriksa ke sekeliling dan melihat bahwa Yuna dan yang lainnya baik-baik saja, jadi Aziz segera bergegas menuju ke arah mereka.
''Apakah kalian baik-baik.'' Tanya Aziz kepada mereka semua.
''Aku tidak apa-apa, pertempuran ini terjadi saat kau baru saja pergi dari tempat ini.'' Balas Yuna.
''Ayah aku takut, apakah kita akan baik-baik saja.'' Ucap Ningsih dengan wajah yang ketakutan.
''Tenang saja Ningsih, Aziz itu kuat kok.'' Ucap Nazwa yang mencoba untuk menenangkan Ningsih seraya memeluknya erat-erat.
''Ya, kita akan baik-baik.'' Setelah mengatakan hal itu, Aziz mulai melihat ke arah pertarungan ketiga orang tersebut.
Sang pria yang seorang diri mampu membuat kedua orang, pria dan wanita itu kelelahan, dapat di saksikan bahwa kedua orang itu terluka sangat parah yang menyebabkan mereka tidak bisa berkonsentrasi pada pertempuran.
''Kalian menyerah saja dan berikan kepadaku Kalung Terkutuk itu, jika kalian tidak ingin mati di tanganku.'' Ucap sang pria berbadan tinggi dan terlihat sangat kekar, karena seluruh tubuhnya dipenuhi oleh otot-otot di seluruh tangan dan perutnya.
''Tidak akan, bahkan jika kami mati kami tidak akan pernah membiarkan benda yang sangat berbahaya ini jatuh ke tangan organisasi jahat seperti kalian!'' Ucap si pria yang memakai kacamata hitam.
''Benar, kami tidak akan membiarkan organisasi kalian membuat kehancuran di Dunia Manusia dan Dunia Roh.'' Ucap si wanita berambut panjang yang terurai berwarna biru tua.
''Haha, emang kalian pikir kalian bisa bertahan, asal kalian tahu ya, organisasi kami membawa kehancuran karena dunia ini memang harus hancur, jadi cepat berikan Kalung itu kepadaku.'' Ucap si pria berbadan kekar yang mulai melanjutkan pertempuran kembali.
Aziz yang mendengar hal itu mengkerutkan keningnya, karena dengan kata lain ini pertempuran yang sangat berbahaya.
Karena pertempuran ini memiliki hubungan dengan kehancuran dunia, jadi pertempuran ini pasti sangat berbahaya sampai menyangkut dunia ini.
''Kalian pergi kembali ke Dunia Energi dulu, nanti aku akan membawa kalian keluar lagi, saat ini sedang ada masalah yang sangat berbahaya, jadi kalian kembali dulu ke Dunia Energi.''
''Baiklah, kau harus hati-hati ya Aziz.'' Ucap Yuna yang mulai menghilang dari tempatnya yang diikuti oleh Ningsih dan Nazwa, yang kemudian menuju ke Dunia Energi.
Setelah itu Aziz kembali memperhatikan jalan pertempuran yang sedang berlangsung, bagi Aziz pertempuran ini cukup menghibur karena dia sudah lama tidak melihat anime yang memiliki pertempuran yang sengit, jadi Aziz hanya menonton mereka bertempur dari jarak jauh.
...______________<>________________...
__ADS_1
...Halo semuanya jangan lupa Klik Like+Comment+Rate+Favorite agar kalian tidak ketinggalan, sampai bertemu kembali....