
Aziz saat ini sedang berada di dalam pesawat ia sedang menuju ke Indonesia.
Sesampainya di Indonesia Aziz segera bergegas pergi menuju ke arah rumah Hana.
Beberapa jam kemudian Aziz sudah sampai di sana, Aziz melihat bahwa rumah ini bisa di bilang cukup sunyi, para pelayan yang melihatnya hanya berdiam diri saja, kemungkinan mereka masih merasa sedih karena atasan mereka telah tiada.
Saat Aziz sampai di ruang tamu, Aziz dapat melihat ibu Hana yang sedang berdiam diri di pojok ruangan.
Aziz segera mendekat ke arahnya, ''Ibu apakah anda baik-baik saja?''
''Eh, Aziz kau sudah kembali, maaf sebelumnya aku tidak memperhatikanmu.''
''Tidak apa-apa... Apa yang sebenarnya telah terjadi.''
''Dua hari yang lalu ayah pergi ke daerah puncak, tetapi saat itu jalan sangat licin karena sedang hujan, ayah mengalami kecelakaan dan mobilnya jatuh ke jurang,''
''Saat itu terjadi, suamiku sedang pergi menuju ke Bandung tetapi ia juga mengalami kecelakaan yang menyebabkan mereka berdua meninggal dunia...'' Ucap Sina yang mencoba untuk menjelaskan situasinya kepada Aziz.
Aziz yang mendengar hal itu menjadi terkejut sebab ini seperti dibuat-buat, 'Semuanya aku ingin kalian mencari informasi tentang kejadian ini sesegera mungkin.' Ucap Aziz lewat telepati kepada semua bawahannya.
''Lalu di mana Hana.''
''Hana saat ini sedang berada di kamarnya.'' Ujar Sina dengan nada yang lirih.
Aziz yang melihat hal itu menjadi khawatir, Aziz berjalan ke tempat Sina dan memeluknya.
Sina yang dipeluk tiba-tiba menjadi terkejut, Aziz membisikkan sesuatu di telinga Sina, ''Kau bisa menangis semaumu, jangan menahan diri, lampiaskan semua kesedihan yang kau alami, aku akan selalu berada di sisimu.''
Sina yang mendengar hal ini matanya mulai memerah dan meneteskan air mata, ia mulai menangis dan berteriak sekencang-kencangnya.
Beberapa saat kemudian Aziz melihat bahwa Sina yaitu ibu mertuanya tertidur diperlukannya, ia mulai berpikir apakah ia harus membuatnya menjadi salah satu bagian dari istrinya, tetapi Aziz segera membuang pikiran itu, karena ia adalah ibu mertuanya.
Aziz segera membawanya menuju ke arah tempat tidur, Aziz meletakkannya di sana, setelah itu Aziz segera bergegas ke arah kamarnya, di sana ia melihat seorang wanita yang sedang tertidur di atas kasur, wanita itu memiliki setetes air mata yang berada di pipinya.
__ADS_1
Dia adalah Hana yaitu istrinya, Aziz berjalan menuju ke tempat Hana berada, Aziz segera menyeka air matanya dari pipi Hana, setelah itu Aziz segera pergi ke Dunia Energi untuk mengetahui apa yang sebenarnya telah terjadi.
''Tuan, saya telah menemukan informasi tentang kejadian tersebut.''
''Apa yang sebenarnya telah terjadi?''
''Joko Lian mengalami Kecelakaan bukan karena hujan melainkan di sebabkan oleh seseorang yang menaruh paku di jalan itu, karena ban-nya terkena paku membuat ban mobil tersebut susah untuk dikendalikan, yang menyebabkan mobil tersebut jatuh ke jurang.''
''Alfian Lian mengalami kecelakaan itu juga di sengaja, karena seseorang menabrak mobilnya hingga membuatnya menabrak mobil yang berada di depannya yaitu mobil pengangkut BBM, yang membuat ketiga mobil tersebut meledak, orang yang melakukan hal ini adalah Miko Lian.''
''Dia melakukan ini karena tidak ingin anda merebut perhatian Joko Lian dari dirinya.''
''Tcih, orang ini.''
[Ting ~ Misi khusus, Masukan Miko dan keluarganya ke penjara, Nikahi Sina dan jadikan ia menjadi milik Anda, sekarang ia sudah tidak memiliki Siapa-siapa buat ia menjadi istri Anda]
[Hadiah : Skill Kebutuhan Cepat Menghitung Tingkat Atas. Anting Kesehatan Tingkat Atas. Topeng Penyamaran Tingkat Langit]
''Kalian semua, cari semua bukti yang ada dan juga orang-orang yang ikut terlibat harus kalian bawa mereka ke penjara, cepat lakukan.''
''Baik Tuan.'' Para bawahan Aziz segera keluar dari Dunia Energi dan mencari semua bukti yang ada.
''Apakah semuanya baik-baik...?'' Tanya Eul dengan wajah yang khawatir.
''Tentu saja semuanya berada dalam kendali, aku akan kembali dulu ke Dunia nyata, setelah itu aku akan segera menyelesaikan semuanya.'' Setelah itu Aziz segera kembali ke dalam kamar Hana.
Aziz pergi untuk tidur di samping Hana untuk menemaninya.
Beberapa hari telah berlalu saat ini di ruang makan Aziz sedang duduk bersama dengan Hana, Ibu Hana yaitu Sina, Miko dan keluarganya.
Hana masih tetap tertekan karena hal itu, jadi ia masih tidak mau berbicara dengan Aziz, Aziz tidak mempermasalahkannya karena Aziz tahu itu hal yang mengejutkan untuknya.
Sementara untuk Sina ia masih sedikit sedih tetapi setelah Aziz memeluknya beberapa hari yang lalu ia sudah mulai membuka diri, meski ia masih tidak banyak bicara.
__ADS_1
Di dalam ruang makan semua makan makan dalam diam, sampai seseorang membuka suara.
''Aku akan mengambil alih perusahaan.'' Ujar Miko yang membuat semua orang memandang dirinya.
''Tidak, aku tidak bisa melakukan itu, kita harus membahasnya di perusahaan bersama dengan yang lainnya.'' Ucap Sina dengan tenang, meski begitu masih terlihat bahwa ia kesal kepada Miko yang hanya mementingkan perusahaan saja.
Miko yang mendengar hal itu menjadi kesal kepada Sina, tetapi ia masih menahan diri, ''Baiklah kita akan memutuskannya malam ini.''
Sina yang mendengar hal itu menjadi tenang kembali, beberapa jam telah berlalu saat ini semua orang sedang berada di perusahaan milik Joko.
Di ruang meeting ini ada Aziz, Hana, Sina, Miko dan semua orang yang berkepentingan berada dalam ruangan tersebut.
''Baiklah ayo kita mulai membahas tentang hal ini...'' Ujar Miko tetapi kata-katanya berhenti saat para polisi membuka pintu, yang membuat semua orang yang berada di dalam ruangan menjadi terkejut.
''Saudara Miko, Jon dan Meka, kami tangkap atas kasus pembunuhan terencana kepada Bapak Joko dan Alfian, saya harap kalian mau ikut dengan kami dengan tenang.''
''Apa...! Saya tidak bersalah pak, mana buktinya.'' Ujar Miko yang merasa panik dan takut karena hal ini tidak sesuai rencananya.
''Kami punya semua bukti-buktinya, jadi kami harap kalian mau ikut dengan kami dengan tenang.'' Para polisi mulai membawa Miko dan dua orang lainnya.
Orang-orang yang berada di dalam ruangan itu menjadi terkejut bukan main, sebab hal itu sangat-sangat mengejutkan bagi mereka semua.
Setelah kejadian itu semua orang mulai paham setelah melihat berita, bahwa mereka telah melakukan pembunuhan untuk mengambil alih perusahaan.
Keluarga Miko juga ikut masuk ke penjara karena mereka juga ikut melakukan rencana pembunuhan.
Hana dan Sina yang mengetahui hal itu menjadi sangat marah kepada Miko dan keluarganya, tetapi mereka juga sangat senang karena akhirnya Joko dan Alfian bisa tenang di atas sana.
...________________<>________________...
...Halo semuanya jangan lupa Klik Like+Comment+Rate+Favorite agar kalian tidak ketinggalan, sampai bertemu kembali....
...Oh ya Comment lah biar lebih ramai Spam juga boleh asal tidak berkata kasar....
__ADS_1