
"Baiklah, jadi apakah kalian akan tetap di sini untuk beberapa hari, demi menyelenggarakan pernikahannya." Tanya Rikka kepada Aziz dan Yamiko.
"Yah, kurasa seperti itu, karena bagaimanapun juga aku ingin saat Yamiko menikah denganku, pada saat itu dapat dilihat oleh kedua orang tuanya." Ucap Aziz kepada Takaki dan Rikka, lalu menghadap ke arah mereka berdua.
"Hem... Begitu, baiklah aku juga ingin dapat melihat putriku menikah, kalau begitu aku akan mulai mempersiapkan pernikahannya." Ucap Takaki yang langsung bergegas menuju keluar dari ruangan tersebut, yang di mana dirinya memiliki senyum hangat yang lebar, terpampang jelas di wajahnya, juga terlihat setitik air mata tepat di mata kanannya.
"Ya ampun suamiku ternyata sangat cengeng, karena dirinya masih saja menangis padahal sudah dewasa." Ucap Rikka sambil tersenyum lebar ketika melihat suaminya, yang menangis bahagia ketika hendak keluar dari ruangan tersebut.
"Aku juga ingin bersiap-siap, jadi aku juga ingin pergi keluar." Ucap Rikka yang melihat ke arah Yamiko, Aziz dan yang lainnya.
"Baiklah kalau begitu kami juga akan membantu." Ucap Aziz yang disetujui oleh yang lainnya.
"Eh? Tidak usah karena bagaimanapun juga kalian yang akan menikah juga kalian ini tamu, masa kami harus membuat kalian melakukan pekerjaan, biar kami saja yang mengurusnya, kalian tunggu saja nanti, setelah semua urusan sudah selesai kalian tinggal langsung melakukan pernikahan." Ucap Rikka kepada Aziz.
"Tidak apa-apa, kami melakukannya juga karena bagaimanapun juga, kita akan menjadi sebuah keluarga, tidak pantas rasanya jika aku hanya berdiam diri saja saat yang lainnya mempersiapkan pernikahanku." Ucap Aziz kepada Rikka, Aziz mengatakan hal ini karena pernikahannya dengan Hana sebelumnya, dirinya tidak membantu apapun dalam persiapan pernikahan, karena pada saat itu dirinya masih ragu-ragu dengan System dan juga keluarga Hana.
Oleh karena itulah mengapa setelah Aziz mendapatkan lebih banyak bantuan dari System dan juga dirinya sekarang lebih dekat dengan keluarga Yamiko, sebelumnya Aziz tidak terlalu dekat dengan Hana dan keluarganya, oleh karena itu dirinya tidak membantu melakukan persiapan pernikahan, tapi sekarang berbeda.
Karena dirinya sekarang sudah bisa dikatakan cukup akrab dengan Yamiko dan kedua orang tuanya, oleh karena itu Aziz ini membantu untuk mempersiapkan pernikahan.
"Hem... Baiklah jika kau memaksa, aku ucapkan terimakasih karena telah mau membantu." Ucap Rikka yang tersenyum kepada Aziz.
"Kalau begitu, ayo kita segera bergegas mulai mempersiapkan pernikahannya." Ucap Aziz sambil mengangkat tangan kanannya ke atas.
"Tentu, tapi kau tidak perlu untuk mengangkat lengan kananmu pula, emang kita akan bertanding atau semacam gitu." Ucap Yuna sambil menatap ke arah Aziz dengan tatapan aneh.
"Ah aku hanya terbawa suasana." Ucap Aziz sambil menggaruk pipi kanannya.
Lalu mereka semua segera mulai pergi menuju keluar dari ruang tahta tersebut, Aziz, Hakuto dan Ryuji membantu masalah yang membutuhkan kekuatan, seperti mengangkat barang atau semacamnya, sementara para wanita mencoba untuk membantu dengan masalah yang membutuhkan keterampilan seorang wanita.
__ADS_1
Beberapa hari kemudian, selama beberapa hari terakhir Aziz dan yang lainnya telah banyak membantu mempersiapkan pernikahan.
Saat ini pernikahan akan diberlangsungkan, hampir seluruh Roh yang berasal dari gunung tersebut, datang untuk menghadiri pernikahan Aziz dan Yamiko.
Pernikahan itu tidak semelelahkan pada saat Aziz menikah dengan Hana, meski begitu Aziz tetap merasa lelah.
Lalu hari pernikahan telah berlalu, banyak hal yang telah terjadi tapi semuanya dapat Aziz selesaikan dengan benar.
Kemudian hari ini Aziz dan yang lainnya masih tetap berada di wilayah Penjaga Gunung, karena mereka masih merasa lelah, oleh karena itu masa tinggal mereka di sana diperpanjang.
Beberapa hari setelahnya mereka merasa sudah merasa cukup segar, dan Aziz memilih untuk mulai meninggalkan wilayah Penjaga Gunung pada hari itu juga.
Kemudian mereka pergi untuk berpamitan kepada ayah dan ibu Yamiko, setelah mereka semua selesai berpamitan mereka kemudian mulai berangkat pergi, menuju ke tempat istri Aziz yang selanjutnya.
Negara yang akan mereka datangi kali ini adalah Amerika Serikat, Aziz menyuruh yang lainnya untuk tetap berada di Dunia Energi.
Lalu Aziz menggunakan Skill Supranatural Gerbang Berpindah Tempat, seketika Aziz sudah berada di New York, Aziz segera pergi mencari keberadaan istrinya.
Karena hal itu membuat perasaan Aziz menjadi tidak enak, sebab dirinya tidak mau merebut istri orang lain, yang sudah memiliki anak.
Meski begitu Aziz tetap mencoba untuk menemui istrinya, jika istrinya tidak mau berpisah dengan suaminya yang sekarang maka Aziz tidak dapat melakukan hal tersebut, dirinya hanya bisa menerima hal tersebut, karena selama istrinya bahagia, maka dirinya tidak mempermasalahkan hal tersebut, sebab di kehidupan sebelumnya dirinya tidak dapat membahagiakan mereka semua.
Jadi jika ada istrinya yang berasal dari kehidupan sebelumnya yang memilih untuk tidak mau menjadi istrinya kembali, maka dirinya tidak masalah akan hal tersebut, malah dirinya akan menjadi sangat bahagia, karena pada akhirnya ada istrinya yang bisa merasakan kebahagiaan.
Setelah beberapa saat, Aziz akhirnya sampai di depan rumah istrinya, lalu dirinya mencoba memeriksa ke arah dalam rumah.
Lalu setelah memastikan bahwa istrinya berada di dalam rumah bersama dengan suaminya, Aziz segera menggunakan Skill Supranatural Gerbang Berpindah Tempat, untuk muncul di ruang tamu rumah mereka.
Pada saat itu semua orang yang berada di dalam ruang tersebut menjadi sangat terkejut, suami dari istrinya segera berdiri dan mencoba untuk memanggil penjaga, tapi tidak bisa sebab Aziz membuat dirinya menjadi tidak dapat mengeluarkan suaranya.
__ADS_1
Lalu Aziz menghadap ke arah istrinya, dirinya menatap mata istrinya yang memiliki perasaan penuh campur aduk, hal ini membuat Aziz merasa agak bersalah karena muncul dengan cara yang agak terlalu berlebih-lebihan.
Kemudian dirinya mulai berbicara untuk membuat semua orang yang berada di ruangan itu menjadi tenang, terutama untuk suami dari istrinya, yang terlihat sangat waspada.
Setelah semua orang yang berada di ruangan tersebut tenang, Aziz kemudian mulai memperkenalkan dirinya, lalu Aziz menjelaskan tujuannya yang datang ke tempat itu.
Saat Aziz menyebutkan tentang bahwa wanita yang berada di hadapannya sebagai istrinya, yang berasal dari kehidupan sebelumnya, hal ini membuat pria dan wanita yang berada di dalam ruangan tersebut menjadi sangat terkejut, tapi karena ingin memperjelas Aziz segera memperlihatkan kenangan yang berasal dari kehidupan sebelumnya.
Setelah itu istri Aziz yang merupakan seorang aktris cantik yang terkenal, yang bernama Yovanka Bianca, menatapnya dengan tatapan yang campur aduk, ada perasaan senang, sedih, marah, dan berbagai perasaan lainnya terpancar jelas di matanya.
Aziz menjelaskan bahwa dirinya ingin kembali bersama dengan para istrinya, tapi jika mereka memilih untuk hidup tanpa dirinya, maka Aziz tidak mempermasalahkannya malah dirinya akan bahagia, karena istrinya ingin mencari kebahagiaannya, sebab dirinya di kehidupan sebelumnya tidak dapat membahagiakan mereka.
Tentu Aziz juga menjelaskan hal itu kepada mereka berdua, dirinya hanya ingin mengetahui perasaan yang di miliki istrinya, hal ini tentu membuat suami dari Yovanka menjadi sedikit marah, karena istrinya mau diambil di depan matanya.
Hal ini membuat Aziz merasa tidak enak, oleh karena itu dirinya kembali menjelaskan, bahwa dirinya hanya ingin mengetahui apa yang dirasakan oleh para istrinya, jika mereka memilih untuk hidup dengan orang yang mereka cintai, maka dirinya tidak mempermasalahkan hal tersebut, malah mempersilahkannya, tapi jika istrinya mau menjadi istrinya kembali di kehidupan ini, maka dirinya hanya bisa mencoba berbicara dengan suami dari istrinya.
Mendengar hal ini sang suami dari Yovanka masih terlihat marah, tapi tidak seperti sebelumnya.
Kemudian mereka berdua melihat ke arah Yovanka untuk mendengar jawabannya.
Yovanka menjawab jika dirinya tidak mau menjadi istri Aziz di kehidupan kali ini, sebab dirinya sekarang sudah menjadi sangat bahagia, karena dirinya sekarang memiliki seorang suami yang hebat dan dikarunia dua putri yang cantik.
Mendengar hal itu membuat suami dari Yovanka yaitu Jonh Walter, menjadi sangat terkejut untuk sesaat sebelum tersenyum bahagia yang diarahkan kepada istrinya, Yovanka juga menatap balik penuh kasih kepada suaminya.
Aziz yang melihat hal ini menjadi bahagia dan tersenyum lebar, lalu dirinya menjawab bahwa dirinya ikut bahagia untuk Yovanka, kemudian Aziz menatap ke arah Jonh dengan tatapan serius, lalu dirinya mengatakan jika Jonh harus membahagiakan Yovanka dan menjaganya dengan baik.
Jonh yang melihat hal itu, menatap balik ke arah Aziz lalu dirinya mengatakan bahwa dirinya akan melakukan hal tersebut.
Mendengarnya Aziz tersenyum lebar, lalu dirinya berdiri dan mengatakan bahwa dirinya akan segera pergi.
__ADS_1
Yovanka yang melihat ini tersenyum lebar kepada Aziz, lalu mengatakan bahwa Aziz telah banyak berubah tidak seperti dirinya di kehidupan sebelumnya.
Aziz yang mendengar hal ini hanya bisa tersenyum canggung, lalu tertawa kecil, kemudian dirinya berpamitan kepada mereka berdua, kemudian menggunakan Skill Supranatural Gerbang Berpindah Tempat, lalu Aziz melangkah pergi menuju ke tempat istrinya yang selanjutnya, yang berada di Washington DC.