Husband System

Husband System
Ch 62 ~ Membahas Istri Terakhir Yang Berada Di Bumi


__ADS_3

Aziz saat ini sedang berada di depan kamar istrinya yaitu Xian Ming, Aziz mengetuk pelan pintu kamarnya.


"Tok." "Tok."


"Ya?" Ucap Xian Ming yang membuka pintu, saat dirinya melihat bahwa orang itu adalah Aziz, Xian Ming tersenyum tipis.


"Ada apa? Aziz...?" Ucap Xian Ming dengan wajah malu-malu.


"Ehm... bisakah kau ikut denganku sebentar?" Ucap Aziz yang bertanya dengan nada lembut.


"Baiklah..." Ucap Xian Ming yang menganggukkan kepalanya, kemudian Aziz membawanya ke taman kediaman keluarga Xian.


Aziz pergi duduk di bangku taman, bersama dengan Xian Ming, pada saat itu sedang malam hari, dengan bulan yang terlihat bersinar dengan sangat indah.


"Xian Ming, bisakah aku memegang tanganmu?" Ucap Aziz yang bertanya dengan nada lembut.


"Eh... Tentu..." Ucap Xian Ming yang menganggukkan kepalanya, dirinya membiarkan Aziz memegang tangan kanannya, kemudian Aziz mulai proses transfer ingatan, mengenai kehidupan sebelumnya.


Xian Huo dan Xian Ning yang memperhatikan dari balik bangunan, hanya menunggu sambil memperhatikan dengan wajah serius.


Tidak lama kemudian, Xian Ming membuka kedua matanya, dirinya menatap ke arah Aziz dengan wajah rumit, melihat wajah yang di buat oleh Xian Ming, Aziz mengerti bahwa dirinya kemungkinan besar tidak akan dapat, menjadikan Xian Ming menjadi istrinya.


"Jadi... Apakah kau membenciku? Jika iya maka aku akan pergi besok?" Ucap Aziz dengan menundukkan kepalanya.


"Ya..." Ucap Xian Ming dengan suara datar, hal ini membuat hati Aziz menjadi sakit, dirinya hanya dapat menghela nafas, dan bersiap untuk kembali ke kamarnya.


"Tapi dengan semua hal yang telah kau lakukan, maka aku memaafkanmu... Karena itu kau harus menjadi suamiku yang baik, mengerti!" Ucap Xian Ming yang berteriak cukup keras, Aziz yang mendengarnya ingin berbalik badan dan melihat ke arah Xian Ming.


Tapi Xian Ming sudah melompat dan memeluknya dengan erat, dari arah belakang, Aziz yang mendapatkan kesempatan kedua, sekaligus istrinya kembali menjadi sangat bahagia.


"Maaf... Maafkan aku... Hiks... Hiks..." Ucap Aziz yang memeluk erat Xian Ming, dan menaruh wajahnya tepat di pundak kiri Xian Ming, di mana Xian Ming memeluk erat Aziz, sambil terus mengusap kepalanya.


Melihat adegan aneh itu, Ayah dan Ibu Xian Ming, yaitu Xian Huo dan Xian Ning membuka mulut mereka lebar-lebar, sebab mereka bingung dengan hal yang sedang terjadi.


...

__ADS_1


...


...


Setelah malam itu, Aziz juga memberitahukan, mengenai kehidupan sebelumnya kepada Ayah dan Ibu Xian Ming, yaitu Xian Huo dan Xian Ning.


Pada awalnya Xian Huo dan Xian Ning tidak percaya, tapi setelah Aziz memperlihatkan hal itu, dan mengeluarkan semua istrinya dari Dunia Energi, Xian Huo dan Xian Ning akhirnya mau tidak mau harus percaya, dengan hal seperti kehidupan sebelumnya.


Setelah hari itu Aziz dan semua istrinya pergi jalan-jalan, dan bersenang-senang di kota Klan Xian, Ningsih juga bersenang-senang melihat kota Klan Xian.


Sementara Aziz dan para istrinya berjalan-jalan dan melihat-lihat kota, Apri dan Iren mengobrol santai dengan kedua orang tua Xian Ming.


Di sisi lain Ryuki dan Yoko juga tidak lupa bersenang-senang berduaan saja, sementara itu Hokuto dan Kana juga tidak mau ketinggalan, mereka berdua juga pergi bersenang-senang bersama.


Dalam kurun waktu tersebut, seminggu telah berlalu, Aziz juga telah berhasil menikahi istrinya yaitu Xian Ming, saat ini Aziz sedang berada di kamarnya.


Yang di mana di dalam kamar di penuhi oleh banyak perempuan cantik, yang sangat menggairahkan, dengan memiliki lekuk tubuh yang bagus, serta memiliki kulit yang putih bersih dan halus.


"Hei Sayang...! Kau sedang memikirkan apa?" Ucap Hana yang melihat Aziz, yang sedang termenung.


"Ah! Tidak ada... Aku hanya berpikir, sudah saatnya aku pergi mencari yang terakhir..." Ucap Aziz yang memberitahukan, apa yang sedang dirinya pikirkan.


"Dia berada di China kah?" Ucap Nazwa dengan memiringkan kepalanya.


"Benar, dia berada di China, lebih tepatnya di Sekolah Seniman Beladiri Surgawi Emas." Ucap Aziz yang menganggukkan kepalanya.


"Apa! Benarkah itu?" Ucap Xian Ming dengan wajah terkejut.


"Apakah kau tahu mengenai tempat itu, Adik Xian Ming?" Ucap Sina dengan wajah bingung.


"Tentu saja aku tahu, kakak Sina, itu adalah Sekolah Seniman Beladiri paling bergengsi di seluruh Wilayah China, tempat itu mengeluarkan banyak pendekar yang kuat-kuat, dan sangat luar biasa, oleh karena itu sangat sulit untuk menjadi murid di sana, apa lagi menjadi seorang guru." Ucap Xian Ming yang menjelaskan tentang sekolah tersebut, yang dirinya ketahui.


"Benarkah? Kalau begitu maka dia pasti sangat hebat, bagaimanapun juga dia seorang guru di sana." Ucap Aziz yang membuat semua orang terkejut.


"Wah dia hebat sekali..." Gumam Eul dengan wajah tidak percaya.

__ADS_1


"Lalu apa yang akan kau lakukan? Apakah kau berniat untuk menerobos ke sana?" Ucap Yuna yang bertanya, hal itu seketika membuat semua orang menjadi terdiam, mereka akhirnya sadar bahwa akan sulit bagi Aziz untuk bisa masuk ke sana tanpa ketahuan, tapi Aziz terpikirkan sebuah ide yang cukup aneh.


"Kalau seperti itu, maka aku juga akan menjadi pengajar di sana." Ucap Aziz sambil tersenyum lebar.


"... Eh...!" Semua istri Aziz menatap ke arah Aziz, dengan wajah tidak percaya.


"Kau yakin ingin menjadi pengajar?" Ucap Asumi dengan wajah terkejut, dirinya tahu bahwa Aziz memang bisa mengajar seseorang, masalahnya ajaran yang Aziz lakukan itu ekstrim, yang kemungkinan tidak akan di terima baik oleh para murid di sana.


Yang lain juga berpikiran hal yang sama, oleh karena itu mereka menjadi sangat terkejut, saat Aziz mengatakan akan menjadi seorang pengajar di sana.


"Ya, itu cara yang paling mudah masuk ke sana." Ucap Aziz yang menganggukkan kepalanya.


"Mengapa tidak menjadi seorang murid saja?" Ucap Yamiko dengan wajah heran.


"Aku tidak ingin belajar dari seseorang, dan itu mungkin akan membuatku lebih kesulitan, jadi pilihan yang paling bagus saat ini adalah menjadi seorang pengajar." Ucap Aziz yang sudah memutuskan tujuan selanjutnya.


Kemudian Aziz dan para istrinya mulai melakukan cocok tanam, setelah bermain dengan semua istrinya, Aziz melihat ke arah langit malam, sebelum akhirnya tertidur dengan pulas.


...


...


...


Sementara itu di suatu tempat di bumi, tiba-tiba saja muncul sebuah portal, lalu keluarlah seorang pria, yang memakai kemeja putih, dengan celana hitam panjang.


"Hem... Sial apakah aku terlempar lagi ke Bumi Paralel lain? Haah... Hem? Woah di bumi paralel ini ada seseorang yang juga memiliki system? Menarik..." Ucap pria itu sambil tersenyum lebar, yang melihat ke dinding suatu bangunan.


Pria itu tidak melihat dinding, melainkan dirinya melihat menuju ke suatu tempat, yang di mana pria itu melihat ke arah Aziz yang sedang menatap ke arah langit malam.


"Hehe Apakah aku perlu membuat masalah di dunia? Hem... Kurasa tidak, itu akan sedikit menyebalkan, lagi pula aku saat ini sedang di kejar oleh beberapa makhluk sialan." Ucap pria itu dengan wajah kesal.


Pria itu pergi ke suatu hotel, dirinya pergi ke arah resepsionis, dan berniat untuk memesan kamar, tapi sebelum itu resepsionis meminta, untuk memberitahukan siapa namanya.


"Namaku... Yami Tanaka..." Ucap pria tersebut sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


...______________<>________________...


...Halo semuanya jangan lupa Klik Like+Comment+Rate+Favorite agar kalian tidak ketinggalan, sampai bertemu kembali....


__ADS_2