
Setelah beberapa detik tatapan Aziz menjadi serius, kemudian Aziz melihat mereka berdua sebelum akhirnya berkata.
''Kali ini aku ingin bertanya secara serius...'' Ucap Aziz dengan wajah serius.
Mereka berdua yang melihat tatapan serius dari Aziz menjadi ikut serius juga, mereka berdua saling memandang sebelum akhirnya mengangguk secara bersamaan.
''Ada apa.'' Ucap Ryuki yang menjadi serius juga.
''Setelah ini apa yang akan kalian lakukan, kalian tahu bukan bahwa kalian menjalankan misi ini hanya sebagai pengalih perhatian, tetapi misi ini mengorbankan teman-teman kalian, aku bukannya memprovokasi kalian hanya saja aku ingin tahu apa yang akan kalian lakukan selanjutnya.'' Ucap Aziz yang bertanya kepada mereka berdua.
''Ini memang hal yang sangat menyakitkan untukku, karena demi mencapai kedamaian mereka rela mengorbankan orang-orang yang tidak bersalah, tetapi aku masih mengerti niat mereka hanya saja aku tidak menyukai cara yang mereka lakukan.'' Ucap Ryuki yang menjawab pertanyaan dari Aziz.
''Karena itulah mengapa aku akan berhenti dari pekerjaanku saat ini, aku hanya ingin hidup damai dengan seseorang yang sangat penting bagiku saat ini.'' Ucap Ryuki yang melirik ke arah Yoko.
Yoko yang dilirik oleh Ryuki menjadi tersipu malu, sedangkan Aziz yang melihat mereka berdua senyum-senyum sendiri membuat dirinya tidak bisa menahan diri hingga akhirnya tertawa geli.
''Baiklah bagaimana jika kau bekerja untukku, lagi pula kalian tidak punya tempat untuk tinggal bukan, jangan berpikir kalian akan merepotkan kami, karena kami tidak merasa direpotkan sama sekali.'' Ucap Aziz yang menawarkan ide miliknya.
''Hem, aku akan ikut dengan yang dikatakan oleh Ryuki saja.'' Ucap Yoko yang menjawab pertanyaan dari Aziz.
''Yah jika Yoko menyerahkannya kepadaku maka aku akan memilih untuk tetap bersama denganmu, lagi pula aku dan Yoko sudah pernah kau selamatkan sekali, jadi kami merasa harus membayarnya, jadi kami akan membayarnya dengan tetap tinggal di sini, jika kau butuh bantuan dariku aku akan membantu...'' Ucap Ryuki yang menyetujuinya.
''Selamat datang di keluarga besar Aziz Septian.'' Ucap Aziz yang tersenyum lebar.
__ADS_1
Setelah itu Ryuki pergi keluar dari Dunia Energi menuju ke Asosiasi Pemburu Roh Bagian Pusat, Ryuki pergi ke sana seorang diri karena yang diketahui oleh para Asosiasi bahwa yang berhasil selamat hanya dua orang.
Ryuki tidak ingin Yoko mendapatkan masalah, karena itulah mengapa dia tidak mengungkapkan keberadaan Yoko, sesampainya di sana Ryuki segera bergegas menuju ke tempat para petinggi dia mengatakan bahwa dia ingin berhenti sebagai Pemburu Roh, juga Ryuki mengatakan bahwa dia mengalami trauma sebab itulah mengapa dia berhenti.
Mereka menyetujuinya karena bagaimanapun mereka telah berhasil membawa barang yang sangat penting, jadi bahkan jika semua orang yang ikut misi sebagai pengalih perhatian terbunuh mereka tidak terlalu peduli, karena bagi mereka kedamaian antar dua dunia lebih penting dibandingkan dengan nyawa beberapa orang.
Setelah itu Ryuki segera bergegas pergi dari sana, menuju ke tempat yang sangat sepi sehingga dirinya bisa kembali ke Dunia Energi milik Aziz.
Beberapa hari telah berlalu sejak hari itu, Aziz saat ini sedang melatih semua anggota keluarganya, karena Aziz mengetahui bahwa mereka akan berpindah-pindah tempat menuju ke tempat yang sangat berbahaya, jadi setidaknya mereka harus memiliki beberapa trik agar dapat bertahan hidup.
Aziz mengajarkan mereka cara bagaimana menggunakan sihir, setelah Aziz mendapatkan Skill Supranatural Sihir Elemen Kegelapan, Aziz dapat mengerti cara menggunakan sihir dan mana, meski pada akhirnya dia hanya bisa menggunakan Sihir Elemen Api dan Elemen Air saja.
Tetapi menurut system itu sudah menjadi pencapaian yang cukup luar biasa, karena sangat sulit untuk mempelajari sihir tanpa sebuah Grimoire atau buku sihir.
Aziz hanya membeli sihir penyembuhan saja untuk sihir Elemen membutuhkan banyak sekali uang, karena itulah mengapa dia hanya membeli sihir penyembuhan, Aziz membeli sihir penyembuhan tingkat dasar, menengah dan atas.
Bagi Aziz sihir yang dapat membantu dalam bertahan hidup lebih penting dari pada yang lainnya, karena itulah mengapa Aziz hanya membeli sihir penyembuhan.
Aziz bukan hanya mengajarkan mereka tentang sihir saja, tetapi Aziz juga mengajarkan mereka pertarungan jarak dekat.
Tidak lupa Aziz melatih fisik mereka menggunakan gelang pemberat, ini adalah gelang yang Aziz beli dari system, meski begitu harga dari semua barang tersebut membuat Aziz menangis satu hari satu malam, karena menghabiskan uang Aziz sebesar lima miliar rupiah.
Karena hal itu juga membuat uang Aziz menjadi setengah, tetapi demi mereka tetap aman dan dapat bertahan hidup maka uang bukan masalah besar menurut Aziz, tetapi Aziz masih tetap tidak terima karena hanya beberapa benda tersebut saja menghabiskan banyak sekali uangnya.
__ADS_1
''Hem, baiklah latihannya sampai di sini saja besok kita akan melanjutkannya kembali, aku akan pergi keluar sebentar untuk melihat situasi.'' Ucap Aziz yang pergi meninggalkan mereka.
Dalam beberapa hari ini juga Aziz sering keluar, karena bagaimanapun Aziz telah membantu Ryuki dan Akarui dari orang-orang yang ingin menghancurkan dunia.
Jadi Aziz menjadi lebih waspada terhadap sekitarnya, Aziz juga mengeluarkan semua Pasukan Roh Monster, karena Aziz lebih memilih aman dari pada tidak, sebab Aziz sekarang sudah menjadi seorang kepala keluarga.
Jadi semua tanggung jawab berada di kedua tangannya, karena itulah mengapa Aziz tidak mau bertindak ceroboh dan lebih cenderung menjadi sangat waspada.
''Tuan, saya ingin melaporkan bahwa di sekitar lokasi kita saat ini hanya ada beberapa Roh Tingkat Bawah yang sangat lemah, selebihnya hanya ada beberapa Pemburu Roh yang pergi ke sana sini untuk memburu beberapa Roh Tingkat Menengah.'' Ucap salah seorang dari Pasukan Roh Monster, yang memiliki wajah mirip serigala berwarna hitam.
''Begitu, terus kalian lakukan pemeriksaan setiap saat, aku tidak ingin ada seseorang yang tidak dinginkan datang ke tempat ini, jika orang tersebut tidak membuat masalah dengan kita maka biarkan saja, seminimal mungkin untuk tidak bertarung.'' Ucap Aziz yang menjelaskan keinginannya.
''Baik, Tuan.'' Ucap orang tersebut yang segera saja menghilang.
Aziz sebenarnya tidak ingin menetap di sini lebih lama lagi, hanya saja dia ingin semua anggota keluarganya memiliki kekuatan yang berada di Tingkat Menengah.
Karena itulah mengapa Aziz tetap berada di sekitar wilayah rumah istrinya yaitu Shizuka, tetapi Aziz tidak ingin mengundang masalah jadi Aziz terus-menerus memeriksa keadaan sekitarnya.
Hal-hal tersebut menjadi rutinitas sehari-hari bagi Aziz dan keluarganya, mereka tidak begitu mempermasalahkan hal tersebut, bagi mereka menjadi kuat itu memang keharusan sebab mereka tidak ingin selalu dilindungi oleh suami mereka yaitu Aziz.
...______________<>________________...
...Halo semuanya jangan lupa Klik Like+Comment+Rate+Favorite agar kalian tidak ketinggalan, sampai bertemu kembali....
__ADS_1