Husband System

Husband System
Ch 46 ~ Perang Di Mulai


__ADS_3

Sesampainya di wilayah Toimei Aziz, Hana, Siha, Nazwa, Eul, Yuna, Sina, Asumi, Shizuka, Yamiko, Apri, Iren, Ryuki, Yoko, Hakuto dan Kana, segera menjadi waspada, sebab mereka saat ini sedang berada di wilayah musuh.


Sementara yang lainnya sedang bersiap untuk berperang, Lis dan Ningsih masih duduk tenang di Dunia Energi, sebab Aziz tidak ingin Ningsih ikut dalam perang ini, tetapi karena tidak ingin Ningsih sendirian Lis akhirnya tetap berada di sana menemani Ningsih.


Setelah melihat ke sekeliling akhirnya Aziz dan yang lainnya sudah tidak menjadi terlalu waspada, kemudian Aziz menyuruh mereka untuk memantau situasi sekitar saat ini, tetapi tidak boleh terlalu jauh dari yang lainnya, karena mereka sedang berada di wilayah musuh.


Tidak lama kemudian para anggota Asosiasi Pemburu Roh akhirnya datang, Aziz segera bergegas menghampiri mereka.


"Hayato!" Ucap Aziz yang memanggil Hayato yang merupakan seorang ketua Asosiasi Pemburu Roh Cabang Jepang.


"Oh Aziz, aku di suruh datang ke tempat ini, apakah benar para pasangan Roh dan manusia itu berada di tempat ini." Ucap Hayato dengan wajah serius.


"Ya, lebih tepatnya di tempat itu, bangunan besar yang berada di sana." Ucap Aziz yang menunjuk ke sebuah bangunan besar yang terletak cukup jauh dari tempat mereka berada sekarang.


"Hem, jika benar seperti itu, maka ini akan menjadi hal yang sangat serius." Ucap Hayato yang memandang ke arah bangunan tersebut.


Tiba-tiba saja seseorang yang berada di sebelah Hayato menarik lengan baju milik Hayato, yang membuatnya tersentak dan bangun dari pikirannya.


"Ah benar Aziz perkenalkan ini Asistenku Sururu Aika, dia akan ikut membantu dalam hal ini, dia orang yang pendiam jadi agak sulit untuk diajak berbicara." Ucap Hayato yang memperkenalkan wanita bertubuh mungil berambut biru, dengan baju berwarna putih yang ukuran tubuhnya seperti anak berusia dua belas tahunan.


"Namaku Aziz Septian Pemburu Roh asal Indonesia." Ucap Aziz yang memperkenalkan dirinya.


"Apakah Asosiasi hanya mengirimkan kalian berdua saja, sebagai pemimpin anggota Asosiasi yang datang?" Tanya Aziz yang melihat ke sekeliling.


"Yah kau benar, di Asosiasi mereka memiliki beberapa urusan, oleh karena itu mereka hanya mengirimkan aku dan Asistenku untuk pergi menangani kasus ini." Ucap Hayato yang menjawab pertanyaan Aziz.


"Baiklah kalau begitu mari kita mulai saja untuk membuat rencana."


"Hem baiklah ayo kita mulai membuat rencana." Ucap Hayato.

__ADS_1


"Di dalam sana terdapat beberapa anak buahku yang mencoba untuk melihat situasi yang berada di dalam, mereka akan mencoba untuk melindungi orang-orang yang masih selamat saat kita menyerang tempat itu, kita akan menyerang dari luar agar seluruh perhatian tertuju pada kita, yang di mana mereka tidak akan berbuat apa-apa kepada para pasangan yang masih selamat." Ucap Aziz yang menjelaskan tentang rencananya.


"Oh aku setuju akan hal itu." Ucap Hayato yang menyetujui hal tersebut.


"Kita juga harus memasang penghalang anti teleportasi, agar mereka tidak ada seorangpun yang berhasil lolos." Ucap Sururu yang menambahkan pendapatnya.


"Juga kita harus mengelilingi bangunan tersebut, agar lebih mudah menyerang dan menyergap orang yang berniat kabur." Ucap Hayato yang juga menambahkan idenya.


"Baiklah ayo kita mulai rencananya." Ucap Aziz.


Kemudian Aziz dan seluruh anggota keluarganya pergi ke posisi mereka, yaitu terletak di arah belakang bangunan.


Anggota Asosiasi juga bersiap di posisi mereka masing-masing, lalu Hayato menyuruh anggotanya untuk membuat penghalang anti teleportasi.


"Semuanya serang!" Teriak Hayato yang memberikan perintah untuk menyerang bangunan tersebut.


Masing-masing anggota Asosiasi menyerang dengan serangan jarak jauh, Aziz dan yang lainnya juga ikut menyerang.


Mereka semua mencoba untuk menggunakan sihir teleportasi tetapi gagal, yang pada akhirnya membuat mereka semua menjadi lebih panik dan ketakutan.


"Diam! Kalian semua orang-orang sialan jika kalian takut mati maka kalian harus pergi keluar dan membunuh semua orang yang menyerang kita, bukannya panik seperti ini, bersiap pergi keluar!" Teriak seorang pria tua berbadan besar.


Mendengar perkataan dari pria tersebut membuat mereka semua menjadi terdiam, tetapi mereka tetap mengikuti pria tersebut, karena jika mereka tidak mengikutinya maka mereka akan dibunuh olehnya seorang diri, karena tidak mengikuti perintahnya.


Pria tersebut merupakan seorang pria berpangkat cukup tinggi dari organisasi jahat yang ingin menaklukkan bumi, yang sangat kejam dan jahat, dia bernama Einma Joshi, dia mendapatkan misi dari bosnya untuk menjadi pemimpin dari projek yang dikatakan oleh Taka sebelumnya.


Setelah Einma dan para anak buahnya pergi menuju keluar untuk bertempur, semua Pasukan Roh Monster segera bergegas untuk pergi membebaskan para tahanan yang masih selamat.


"Segera bebaskan yang masih selamat, jika ada musuh yang melihat kita segera habisi secara diam tak bersuara, agar tidak menimbulkan lebih banyak musuh." Ucap Taka yang menyuruh yang lainnya untuk membebaskan tahanan tanpa bersuara.

__ADS_1


Kembali ke Aziz dan yang lainnya, saat ini mereka masih bertarung dengan para musuh yang terus keluar dari bangunan tersebut.


"Tebasan Angin!" Ucap Aziz yang mengayunkan pedangnya ke arah musuh yang di mana menciptakan sebuah angin yang sangat tajam, yang dapat memotong tubuh para musuh.


"Bola Api!" Teriak Yuna yang mengeluarkan bola api dari tangannya dan mengarahkannya kapada musuh.


Meski musuh terus menerus keluar dari bangunan tersebut, Aziz dan para anggota Asosiasi tidak terlalu lelah, karena mereka hanya menggunakan sedikit stamina dan Energi.


Tidak lama kemudian Einma akhirnya keluar menggunakan sihir Pertahanan Tingkat Menengah, yang di mana dia langsung bergegas menuju ke arah Hayato berada saat ini.


Tetapi Hayato tidak tinggal diam, sebab dia langsung memunculkan sebuah pedang di tangan kanannya.


Pada akhirnya mereka berdua bertarung satu lawan satu, sementara itu di dalam bangunan tersebut Taka dan yang lainnya sudah selesai membawa pergi semua tahanan yang ada, mereka saat ini sudah berada di dekat tempat Aziz dan yang lainnya berada.


Saat satu persatu para tahanan dikeluarkan Yamiko menunggu dengan wajah cemas, karena dia sangat khawatir bahwa kedua orang tuanya telah tiada.


"Tenanglah, mereka pasti berada di tempat ini, jika mereka tidak ada di sini maka aku akan membantumu untuk mencari mereka, jadi kau tenang saja." Ucap Aziz yang mencoba untuk menenangkan Yamiko dengan cara mengusap kepalanya.


Yamiko yang kepalanya dielus oleh Aziz menjadi sedikit lebih tenang.


Saat ini mereka sudah bisa bersantai, karena semua musuh sudah di habisi, yang tersisa hanyalah Einma saja, saat ini Einma sedang bertarung dengan Hayato yang dibantu oleh Asistennya dan Ryuki, oleh karena itu mereka bisa bersantai.


"Hem, terimakasih Aziz." Ucap Yamiko yang sekarang sudah mulai tenang.


Tidak lama kemudian datanglah Taka dan yang lainnya membawa dua orang yang merupakan pasangan Roh dan manusia, yang di mana Yamiko langsung memeluk mereka berdua.


"Ayah! Ibu...!" Ucap Yamiko yang memeluk mereka berdua dengan menangis.


...______________<>________________...

__ADS_1


...Halo semuanya jangan lupa Klik Like+Comment+Rate+Favorite agar kalian tidak ketinggalan, sampai bertemu kembali....


__ADS_2