Husband System

Husband System
Ch 40 ~ Penyelidikan - 2


__ADS_3

''Benarkah? Kapan kejadiannya dan seperti apa tampang orang tersebut, juga mereka bertemunya di mana.'' Ucap Aziz yang bertanya kepada seorang pria yang berambut cokelat, mata berwarna hitam dan memakai baju berwarna putih.


''Kejadian itu terjadi saat Yang mulia Takaki dan Nyonya Rikka pergi ke festival lampion, yang berada di dunia Roh wilayah Ryogen...'' Ucap pria tersebut yang mulai menceritakan kejadiannya.


Rikka Mihara atau juga bisa di katakan Rikka Wamo, yang namanya berubah setelah menikah dengan seorang Roh yang merupakan Penjaga Gunung, yang merupakan seorang manusia yang telah meluluhkan hati yang sangat dingin dari seorang Roh Penjaga Gunung yang bernama Takaki Wamo.


Takaki dan Rikka pergi ke festival lampion, yang pada saat itu Rikka sedang mengandung seorang anak, Rikka pada saat itu telah mengandung selama satu bulan, mereka pergi ke sana karena Takaki ingin menunjukkan keindahan Dunia Roh kepada Rikka.


Sebelum berangkat Rikka di beri suatu barang yang berupa sebuah cincin oleh Takaki agar hawa keberadaannya tersamarkan, karena tidak mungkin Rikka datang ke sana sebagai seorang manusia biasa, jika sampai hal itu terjadi maka akan terjadi kekacauan.


Karena itulah mengapa Takaki memberikan cincin tersebut, mereka pergi tidak hanya berdua saja sebab pada saat itu ada dua orang yang mengawal Takaki, karena jika ada sesuatu yang terjadi pada Takaki maka para pengawal itu akan segera membantunya.


Selama festival itu berlangsung tidak ada kejadian khusus yang terjadi, tetapi setelah festival lampion akan segera berakhir tiba-tiba saja cincin yang di pakai oleh Rikka menghilang entah ke mana, yang membuat Takaki dan Rikka menjadi sangat terkejut dan mulai panik.


Para pengawal Takaki segera mencari keberadaan cincin tersebut, sementara itu Takaki dan Rikka pergi ke tempat yang cukup jauh dan juga sangat sepi, agar tidak ada yang menyadari keberadaan Rikka.


Tetapi entah bagaimana di sana terdapat seorang pria, pria tersebut terlihat sangat mencurigakan dia mengatakan bahwa dia tidak akan mengatakan tentang kejadian tersebut, meski begitu Takaki tidak mempercayainya dia mencoba untuk membunuh pria tersebut, tetapi dihentikan oleh Rikka, karena Rikka tidak ingin melihat pembunuhan saat dia sedang mengandung.


Takaki hanya bisa pasrah menuruti keinginan istrinya, meski begitu Takaki tidak ingin membiarkan pria tersebut pergi, dia segera menyuruh kedua pengawalnya untuk mengikuti pria tersebut.


Tetapi saat mereka sedang mengikuti pria itu mereka melihat bahwa pria tersebut pergi menuju ke dimensi Pasar Gelap, meski begitu mereka tetap mengikutinya, tetapi setelah mereka memasuki Pasar Gelap mereka tidak dapat menemukan pria tersebut di manapun.


Pada akhirnya mereka hanya bisa kembali dan melaporkan semua kejadiannya kepada Takaki, meski begitu Takaki tidak terlalu mempedulikannya, karena yang harus dia lakukan pada saat itu adalah membawa Rikka kembali ke wilayah kekuasaannya.


''Begitulah ceritanya Tuan Aziz, juga salah satu dari dua pengawal tersebut adalah saya.'' Ucap pria berambut cokelat.

__ADS_1


''Ternyata seperti itu, bisakah Anda menggambarkan rupa pria tersebut, sebab akan sulit untuk mencarinya.'' Ucap Aziz yang meminta pria itu untuk menggambarkan rupa dari pria yang diceritakan sebelumnya.


''Baiklah tunggu sebentar.'' Ucap pria itu, yang pergi untuk menggambarkan sketsa wajah dari pria yang diceritakan.


Setelah beberapa saat kemudian, pria yang sebelumnya kembali dengan sebuah gambar di tangannya.


''Ini sketsa wajah dari pria tersebut.'' Ucap pria berambut cokelat yang menyerahkan gambar yang dia bawa kepada Aziz.


Aziz mulai memperhatikan wajah dari pria tersebut , pria itu memiliki wajah yang bisa dikatakan cukup menyeramkan, dengan rambut berwarna hitam dan mata berwarna merah, memiliki gigi yang sangat tajam dan memiliki telinga lancip, mirip seperti karakter dengan salah satu karakter fiksi yang sangat populer yaitu Elf.


''Baiklah aku akan menyimpan gambar ini, ah benar apakah ada suatu tanda atau suatu simbol di sekitar tubuhnya, jika ada suatu simbol atau tanda itu akan membantu kita untuk mencarinya lebih mudah.'' Ucap Aziz yang menyimpan gambar tersebut.


''Ah benar ada suatu tanda di tangan kanannya sebenarnya itu lebih mirip dengan sebuah tato, tato itu bergambar seperti sebuah tengkorak, yang di mana kepala dari tengkorak tersebut terdapat sebuah bunga mawar, yang tangkai dari bunga mawar tersebut terdapat beberapa duri.'' Ucap pria berambut cokelat.


''Tunggu! Aku akan ikut denganmu.'' Ucap wanita yang duduk di bangku yang berada di hadapan Aziz sebelumnya.


''Tetapi Yang mulia Anda harus tetap berada di sini.'' Ucap Kazu yang tersentak kaget karena permintaan dari wanita itu.


''Tidak, aku akan pergi dengan mereka, aku akan menyerahkan semuanya kepada kalian untuk menjaga tempat ini, aku tidak menerima sebuah penolakan.'' Ucap wanita tersebut.


''Ba-baiklah jika itu yang ingin Anda lakukan.'' Ucap Kazu yang pasrah.


''Heh, kalau begitu sepertinya kita akan pergi besok saja, karena ada satu orang yang akan ikut kurasa?'' Ucap Aziz yang melihat ke sekeliling.


''Yah sepertinya begitu Tuan Aziz, maafkan kami menunda kepergian Anda, Anda dan Tuan yang ada di sana dapat tinggal untuk sementara waktu di tempat ini.'' Ucap Kazu yang meminta maaf karena menunda keberangkatan Aziz.

__ADS_1


''Tidak masalah, bisakah salah satu dari Anda mengantarkan kami berdua menuju ke kamar kami.'' Ucap Aziz kepada Kazu.


''Pelayan!'' Ucap wanita tersebut yang memanggil pelayannya.


Lalu muncullah seorang wanita yang memiliki rambut biru panjang, mata berwarna cokelat, dengan memakai baju seorang maid.


''Kau antarkan mereka berdua ke kamarnya, mereka adalah tamuku jadi perlakuan mereka dengan baik.'' Ucap wanita itu yang menyuruh pelayan tersebut.


''Baik Yang Mulia.'' Ucap pelayan tersebut yang pergi bersama dengan Aziz dan Hakuto menuju ke kamar mereka.


Lalu malam haripun tiba Aziz saat ini sedang berada di dalam kamarnya, yang sedang berbicara dengan system.


''Hei system, sebenarnya para kekasih Manusia dan Roh itu masih hidup atau tidak?'' Ucap Aziz yang bertanya kepada System.


[Ting ~ Saya tidak bisa memberitahukannya kepada Anda Tuan.]


''Kenapa?'' Tanya Aziz yang kebingungan.


[Ting ~ Jika saya memberitahukannya kepada Anda nanti para pembaca tidak yang mau membaca novel ini lagi, dikarenakan kena spoiler.]


''Kau benar juga, baiklah tidak usah kau beritahukan kepadaku system, ah benar bagaimana caranya aku bisa berbicara dengan istriku yang berada di sini ya? Dia sepertinya tipe seorang Tsundere, buktinya dia saja berbicara dengan nada seperti itu kepadaku dan kepada yang lainnya, huff kurasa aku akan sulit untuk membuatnya menjadi istriku.'' Ucap Aziz yang melihat ke arah langit-langit kamarnya.


...______________<>________________...


...Halo semuanya jangan lupa Klik Like+Comment+Rate+Favorite agar kalian tidak ketinggalan, sampai bertemu kembali....

__ADS_1


__ADS_2