I Hate My Heart For My Hatter

I Hate My Heart For My Hatter
104


__ADS_3

Do berusaha lagi, ketika ada kesempatan untuk ia mengatakan nya lagi, siapa tau hati nya luluh


mendengar hal yang sama dimana Do selalu mengatakan untuk meminta nya berhenti, Ayara bosan, mendengarkannya lagi dan lagi


"aaaargh sudah sudah, berhentilah menggangguku" kata Ayara


"apa sampai begitunya aku mengganggumu?" tanya Do


"Do, aku caaaapeeeek banget sama sikap mu, tolong ya, berhenti berusaha"


"tidak Aya"


"terserah, cepat lah pergi atau aku akan membuatmu menderita kembali bersama Exo" kata Ayara


Ayara pun pergi meninggalkan tempat itu dan kembali kepekerjaannya, Do merasa gagal ketemu Raiya karna memang ia lebih butuh bertemu Raiya saat ini


akhirnya Do keluar, tapi dalam mobilnya, ia menelfon Raiya, Raiya mengangkatnya dan mereka janjian untuk ketemuan di luar, di cafe tak jauh dari kantor radio Raiya


setelah sampai Raiya, dan bertemu Do


"ada apa ya oppa?" tanya Raiya


"ada yang mau kukatakan soal Aya"


"unnie? kenapa?"


Do menjelaskan semuanya soal Ayara dan Kill Dark, Raiya sebenarnya memang pernah curiga tapi sekarang iya benar mendengarkan kenyataan itu


Raiya pun kembali menjelaskan kondisi kakaknya itu kepada Do, soal dokter hampir mengatakan Ayara depresi dan nyaria gila, karna beban pikirannya


mendengar itu semua, semakin merasa bersalahnya dia kepada Ayara..


"oppa, kamu tenang saja ya, aku sebisanya aku akan menjelaskan kepadamu kok, bagaimana pun Aya kan unnie ku juga" kata Raiya


"iya Rai, makasih ya, aku juga minta maaf bukan bermaksud untuk aku mengatakan ini agar kamu marah atau malu, tapi aku pikir karna kamu adiknya kan, aku tidak tau mau bicara sama siapa lagi" kata Do


"yaa oppa"


pertemuan berakhir, hingga malamnya di kamar, Do berpikir bagaimana jika ia akan menghentikan kedekatannya dengan Naina dan mengurusi penuh Ayara


setelah keputusan itu sudah bulat, ia menemui Naina, menjelaskan semua yang kemarin di jelaskan oleh Raiya dan menjelaskan hubungan Ayara dengan akun Kill Dark juga disana mengatakan...


"jadi aku akan fokus bersama Aya, dia membutuhkan ku" kata Do


"oh gitu? yaudah, gakpapa kok" jawab Naina


"makasih sudah baik dan pengertian untukku"


"iya" jawab Naina tersenyum yang menutupi sakitnya

__ADS_1


hari berlalu, esoknya baru Do yakin menemui Ayara, datang lagi kerumah Ayara, dan berpikir jika sekarang Ayara akan menurutinya


"Aya" sapa Do


"kamu lagi? kenapa Do? Rai di kantor, sana ke kantor saja, aku tidak akan mengganggu, aku dirumah" kata Ayara


"aku mau bicara sama kamu"


"bicara lagi? hal sama lagi?"


Do menjelaskan keputusannya soal akan fokus hanya untuk Ayara, Ayara kaget keputusan itu dibuat Do, bagaimana tidak bahkan beberapa penawaran atas diri Do agar Ayara menerimanya yaitu,


Do telah menghentikan hubungan dan kedekatannya dengan Naina kemarin, untuk fokus dengan Ayara


Do juga mengatakan akan keluar dari Exo untuk Ayara


"oh tidak Do, jangan ambil keputusan sejauh itu, aku bukan bermaksud membuatmu untuk jadi fokus denganku" kata Ayara


"tapi aku serius" kata Do


Do menarik tangan Ayara dan memeluknya, tapi Ayara hanya diam, ia ingat ketika suara chat masuk dari Seokjin yang menanyakan untuk makanan yang akan dibawakannya


melihat notifikasi itu, Ayara langsung melepaskan pelukan Do dan meminta Do cepat pulang karna Seokjin sudah dijalan, ia tidak mau Seokjin tau soal ini, dan ia juga tidak mau Do tau soal dirinya dengan Seokjin sebenarnya


"cepat pulang, setengah jam lagi pacar ku akan datang" kata Ayara


"pacar?" tanya Do kaget


"siapa pacarmu?" tanya Do


"kenapa perlu tau? tidak usah, ini privasiku, biar aku dan pacarku yang tau, lagian kamu saja bisa move dari kenangan kita?" tanya Ayara


"tidak pernah aku melupakan kamu dan kenangan kita" kata Do


"oh ya? berpacaran dengan sahabatku? apa kamu lupa kamu dulu bersamaku, bahagia dan sedihnya sama aku, bukan sama Naina" kata Ayara


mendengar itu seketika Do kaget, seperti ucapan Ayara begitu sangat benar


"satu lagi Do, aku bukan orang bodoh, aku tau mana hubungan pertemanan, mana hubungan pacaran, aku tau semua soal kamu dan Naina berpacaran" jelas Ayara


"tau dari mana kamu?" tanya Do kaget


"berita, ekspose berita begitu banyak rumor kencan kamu dengan gadis, gadis disebutkan banyak media, itu adalah Naina, Naina itu siapa coba? sahabatku, jadi aku tau betul ciri ciri dirinya" kata Ayara


"kamu itu salah paham"


"yaa, tapi aku bukan gadis bodoh yang tidak bisa membedakan"


"aku bisa jelasin itu, kami memang dekat, tapi tidak ada yang lebih dari persahabatan seperti dulu, seperti yang kamu tau" jawab Do

__ADS_1


"Do! udah, pergilah, maaf Do, aku benar benar akan bertemu seseorang, aku tidak mau dia tau soal ini" kata Ayara


"maaf jika kamu sudah memiliki pacar, aku tidak tau, aku harap bahagia terus buat kamu" kata Do


"em"


Do pamitan pergi, Ayara hanya melihat kepergian Do sembari menunggu kedatangan Seokjin


tapi Do memutuskan untuk tidak pulang, ia ingin tau, siapa pacar Ayara, setidaknya bagaimana ciri orang nya


sekitar menunggu lima menitan, Do melihat ada mobil berhenti depan rumah Ayara, Seokjin datang, ia turun dari mobil tapi sayangnya Do tidak bisa mengenali itu Seokjin


bagaimana bisa tidak mengenali? karna Seokjin datang dengan berpakaian tertutup lengkap dengan baju hitam jaket kuliy hitam, celana levis, sepatu dan topi


ditambah Seokjin membelakangi arah Do, jadi tidak tau Do siapa pria yang datang, saat melihat gelagatnya ia yakin itu pacar yang disebut Ayara


karna Ayara menyambut Seokjin, mencium pipi nya lalu memeluknya dan mereka masuk,


"sayang" sapa Seokjin


"iya sayang kok tumben lama?" jawab Ayara


"wooh?" ucap Seokjin kaget


"apa? kenapa?" tanya Ayara lagi


Seokjin kaget kenapa Ayara memanggilnya sebutan "sayang" juga padahal Ayara tidak pernah memanggilnya itu, selalu memanggil Seokjin, atau Jin oppa, bahkan keseringan Jin, yang paling sering intinya memanggil nama


tapi kali ini ketika Seokjin mencoba menyapa dengan sebutan itu, malah Ayara membalas sebutan yang sama


"kamu kenapa memanggilku sebutan sayang? tumben?" tanya Seokjin


"kok bisa tumben kamu tunangan ku kan"


"ya biasanya panggil juga nama meskipun aku panggil kamu sayang berkali kali"


"ya gak ada yang salah aku panggil sayang kan?"


"gak kok, yaudah panggil itu aja ya"


"iya.. kalau mood" jawab Ayara pelan


"Aya?" ucap Seokjin menatap Ayara tajam


"ya Jin"


"Ayaaaaa"


"ya Jiiiin"

__ADS_1


"arrrgh serah kamu deh, nyebelin, ini makanannya" kata Seokjin


__ADS_2