I Hate My Heart For My Hatter

I Hate My Heart For My Hatter
32


__ADS_3

"ahh.... kalian.. terimakasih sudah mau datang" kata Ayara


"Aya, lebih baik kau balik lagi deh kekamarmu" kata Seokjin


"iya Aya, ayo kuantarkan" kata Seokjin


Ayara kembali masuk kekamarnya diantarkan member bangtan dan Raiya, saat sudah tidur, Ayara menggenggam tangan Seokjin disana yang membantunya tadi mengantarkannya tidur


member lain pun melihat tangan Ayara.. yang seperti sangat membutuhkan tangan Seokjin, terutama Taehyung tapi Raiya tidak mau ada kesalah pahaman jadilah ia mengambil alih tangan Ayara


"oppa, biarkan aku saja" kata Raiya


"ahh. kupikir tadi tangan Rai, maaf oppa" kata Ayara kepada Seokjin


hari hari berlalu, sampai pada akhir musim dingin, bangtan libur dan berkesempatan untuk pulang, Ayara yang mulai kembali dengan kesibukannya pun melakukan aktifitas seperti biasanya lagi


bangtan memiliki waktu libur dari ceo dan agencinya selama dua minggu diakhir musim dinginnya, dan semua pun kembali kerumah masing masing


sementara Seokjin balik kerumah nya bersama ayah dan ibunya, sesekali kakaknya juga datang karna sibuk juga pekerjaannya


"kamu istirahat saja, appa sama amma mau pergi dulu, nanti kalau mau kemana mana kabari appa"


"oh iya appa" jawab Seokjin


selama dirumah, Seokjin menonton televisi, menonton hape, menonton televisi lagi, menonton hape lagi dan begitu seterusnya membuatnya bosan juga kelamaan


akhirnya ia memutuskan pergi ke mall, ia ingin jalan diluar rumah hanya untuk mengisi waktu nganggurnya saja


setelah di mall, ia jalan dan selesainya, Seokjin akan pulang tapi menunggu taksi juga tidak ada yang lewat, jadi karna malas turun, ia menunggu di lobi luar saja gak di depan gerbang keluar mall nya


tapi saat berdiri disana menunggu, Ayara keluar juga dari mall itu, karna Ayara takut jika ia kedinginan diluar karna masih ada sedikit suhu dingin bekas misim dingin kemarinnya


tapi saat Ayara keluar dari pintu utamanya dan berjalan sedikit cepat, Seokjin menyapanya


"Aya" teriaknya


"wooh? oppa?" sapa Ayara kaget


seketika Ayara balik ke arah Seokjin dan menyapanya


"kamu disini?" tanya Seokjin


"iya, ini lagi siapin bahan kebutuhan buat di kantor, kebetulan lewat disini jadi mampir ke mall ini"


"ahh, ayo main kerumah ku, rumahku dekat bamget dari sini tapi aku menunggu taksi saja"


"aku.. kata Ayara"


"ini kan masih pagi, kamu kan sore siarannya, nanti aku antar kok"


"ini sudah masuk siang" jawab Ayara


"iya, tapi janji nanto aku antar ke kantor radio mu"


"tapi.."


"ayolah Aya, kamu gak ngehargai aku ini"


"ya gakpapa sih, aku gak masalah kok, hari ini aku libur" kata Ayara

__ADS_1


"waah bagus dong"


Seokjin terus merayu sampai akhirnya Ayara mau, dan mereka pergi kerumah Seokjin dengan mobil taksi yang Ayara sudah pesan


sesampainya..


"ayo" ajak Seokjin


"emm"


Ayara ikut jalannya Seokjin dan masuk kerumah Seokjin tapi ternyata disana sudah ada ayah ibu Seokjin


"dari mana Jin?" sapa ibunya


"eh ini ma ke mall tadi bosan jadi pergi"


"ini?"


"oh ya ma, ini kenalin ma"


"Aya, salam kenal bi" sapa Ayara


"teman Seokjin?"


"iya" jawab Ayara dengan ramah


Ayara mengobrol dekat dengan orang tua Seokjin, saat Seokjin ke kekamarnya, Ayara malah membantu ibu Seokjin menyiapkan makanan dimeja dan membantu ayah Seokjin mengurus kursi mejanya


sikap baik dan perhatian Ayara mampu menyihir ayah dan ibu seokjin disana


"ma, gimana dia? cantik kan? masuk kan sama tipe menantu idaman keluarga?" tanya Seokjin berbisik


"ahh kami baru kenal tapi memang anaknya baik sih ya, kamu kenal lama?" tanya ayah Seokjin


"iya pa"


"atau jangan jangan dia pacarmu?"


"belum sih pa, aku berusaha kok pa"


"beneran ya, amma dan appa setuju kamu sama dia? kata ibu Seokjin


Seokjin membisikkan itu karna Ayara sedang sibuk dengan hapenya disana, jadi tidak memerhatikan jika ia dibicarakan


ayah ibu Seokjin yang langsung mendukung anaknya dengan Ayara pun membuat Ayara tidak enak untuk pulang, jadi mereka meminta Ayara menginap disana


sampai akhirnya Ayara tidak bisa menolak dan menyanggupinya, malamnya, Ayara menghubungi Raiya dengan mengirimkan pesan agar tidak kuatir jika ia tidak pulang malam itu


Ayara juga tidak mengatakan menginap dirumah Seokjin karna tidak mau adiknya salah paham


malamnya, seperti malam sudah sudah apalagi baru lepas musim dingin, malam sedikit terasa masih lebih dingin


"Ayara, kamu tidur ya, istirahatlah" kata Seokjin


"emm"


Ayara tidak enak untuk meminta Seokjin dikamar itu bersama nya


"kamu bisa pakai AC tidurnya? kalau tidak aku matikan saja ya atau aku kecilkan" kata Seokjin

__ADS_1


"kecilkan saja" jawab Ayara


"yaudah"


tapi saat Seokjin akan membuka pintunya dan akan keluar, Ayara memanggilnya


"Jin oppa" sapa Ayara


"iya Aya? ada yang mau kamu tanya lagi?"


"emm, bagaimana kamu tidur disini saja, aku takut tengah malam tiba tiba cuaca dingin lagi"


"oh, iya udah gakpapa, aku mau temani kamu"


Seokjin tidak jadi pergi, tapi saat Seokjin sudah merapikan sofa dikamarnya untuk ia pakai tidur karna tidak mungkin tidur di lantai kan


Ayara menyentuh tangan Seokjin agar tidur diranjang saja bersamanya


"oppa, tidur nya disini ya" kata Ayara


"loh, tapi"


"aku mohon, aku takut"


"kamu tidak keberatan?"


"kenapa keberatan? ini kamarmu kan"


"iya sih"


akhirnya Seokjin tidur dalam satu ranjang yang sama dengan Ayara, saat Ayara sudah mulai tidur, Seokkjin tidak, karna ia baru kali ini, tidur dengan gadis dan gadis itu disukainya


jadilah ia hanya diam disana dan tidak berani bergerak agar Ayara tidurnya tidak terganggu


tapi, saat Seokjin mulai mencoba tidur, ia mencoba menutup kedua matanya untuk tidur, tapi malah Ayara bergerak dan memeluk Seokjin


"kamu tidak tidur? kenapa?" tanya Ayara dengan lembutnya


"emm, aku.." jawab Seokjin bingung mengatakan apa


"tidur, sini aku peluk ya, biar kamu bisa tidur" kata Ayara


tapi bukannya bisa tidur yang ada malah Seokjin makin tidak bisa tidur, tapi akhirnya kelamaan ia tertidur karna hangatnya pelukan Ayara


paginya..


ibu Seokjin melihat kekamar Seokjin yang masih tidur bersama Ayara


saat kakak laki laki Seokjin akan membangunkan adiknya, tapi ibunya melarangnya


"ehh jangan jangan, biarkan sebangunnya dia saja" akta ibunya


"kenapa ma?" tanya Seokjun, kakak lelaki Seokjin


"adikmu istirahat, sudah biarkan saja jangan diganggu dulu" kata ibunya


tapi karna penasaran, biasanya ibunya selalu membangunkan Seokjin untuk bangun pagi sekedar minum susu atau kopi putih buatannya


dan saat masuk kekamar Seokjin, ternyata ia baru sadar jika ibunya melarangnya untuk masuk karna Seokjin tidur dengan pacarnya

__ADS_1


__ADS_2