
hari berlalu, Ayara tidak pergi kerja, tidak keluar rumah, Jun ah kuatir dan akhirnya menghubungi Yonjin
mendapat telfon dan penjelasan dari Jun ah tentang apa yang dikatakan dokter jika mental Ayara semakin down
Yonjin bersama Heejin dan Raiya pun datang melihat konsidi Ayara, sesampainya disana, Heejin kuatir dengan kondisi anaknya dan meminta agar Yonjin merehabilitasi anaknya, karna kuatir jika terus terus dibiarkan, anak mereka menjadi gila
"ya bagaimana aku bicara sama dia ma, aku bingung" kata Yonjin kepada istrinya
"Raiya, kamu ya bicara" kata Heejin
"kenapa gak amma saja? amma kan ibunya"
"aku tidak tega" ucap Heejin bersedih
"aku membantu bicara ya" kata Jun ah
Jun ah yang mencoba membicarakan dengan Ayara, terpaksa juga Jun ah mengatakan tentang penyakit mental yang dialami Ayara
Ayara pun menyetujui jika ia harus di rehabilitasi
"mau ya babe? aku janji setiap hari pulang kerja aku datang" kata Jun ah
"iya aku mau babe, aku takut menjadi gila" kata Ayara
akhirnya Ayara mau, dan besok baru Yonjin menghubungi teman kerja dikantor lamanya untuk mengurus rehabilitasi anaknya
malamnya, Ayara diam dipinggir jendela, sambil memandang kearah langit diatas, memikirkan masa lalu nya, bagaimana penyesalannya mengenal Chungsan masih terbanyang dipikirannya
Ayara berpikir jika waktu itu ia tidak mengenal Chungsan, ia tidak akan stress karna teror itu juga tidak akan kecelakaan menyebab nya memiliki penyakit mental
tak lama Raiya masuk kamar kakaknya
"onni, belum tidur?" sapa Raiya
"Raiya? ada apa?" tanya Ayara
"aku mengintip kamu memastikan tidur tapi tidak tidur" kata Raiya
Ayara diam sambil menatap kearah langit gelap malam itu, Raiya paham apa yang dirasakan oleh kakaknya
"seharusnya aku tidak mengenal Chungsan" kata Ayara meneteskan air mata
Raiya langsung memeluk kakaknya dan menenangkannya tapi Ayara balik memeluk adiknya dan menangis menumpahkan kenangan masa lalu nya
"onni, kan masih ada aku, ada appa amma, ada Jun oppa" kata Raiya
"kalau tidak karna Chungsan, aku tidak akan gila"
"kan, kamu gak gila, bukan gila"
"aku kena penyakit mental Rai"
"iya tapi bukan gila"
__ADS_1
lagi dan lagi Ayara menangis dipelukan adiknya membuatnya kesal karna mengingat masalalunya
hari berlalu, dua hari kemudian, Ayara baru pergi ke rehabilitasi di rumah sakit jiwa, dan urusan pekerjaan, Jun ah turun tangan untuk membantu Ayara berhenti dari pekerjaannya
Jun ah menjelaskan semuanya kepada pihak agenci tempat Ayara bekerja, dan semua orang disana kaget karna Ayara ternyata memiliki penyakit mental karna terlalu sering depresi
"loh, serius pak?" tanya bos Ayara
"iya pak, saya mewakilkan Aya, karna Aya sudah ada dirumah rehabilitas jadi saya yang mewakilinya"
"oh oleh lah, baik, saya berikan keringanan untuk Aya melihat jasa jasa nya selama bekerja dengan saya" kata bos disana
"terimakasih pak"
"saya turut berduka atas peristiwa ini ya"
"iya pak makasih pak"
betapa terkejutnya semua orang disana mengingat bagaimana Ayara menjadi jubir disana dengan keberanian melebihi batas dan pantas saja jika memang Ayara mati urat ketakutannya
akhirnya kantor memberikan keringanan untuk Ayara bisa keluar tanpa bersyarat dan Jun ah bernapas lega karna Ayara bisa mengurus rehabilitas nya dengan fokus
hari berlalu, dimana hari berjalan seterusnya tentang Ayara yang harus dirawat dirumah sakit jiwa karna penyakit mentalnya
menjalani aktifitas rutin yang sudah dijadwalkan setiap harinya dan Ayara mulai melakukan rutinitas baru nya
meninggalkan Ayara, kembali kepada D.O
D.O di dorm dicerca para member lain untuk mengatakan siapa gadis di fansign itu dan apa hubungan mereka
jadwal tidak ada syuting dan agenci memberikan waktu liburan untuk member EXO kembali kerumah mereka masing masing, sepulangnya D.O kerumah nya, D.O masuk kamarnya, lalu malamnya ia turun untuk makan malam bersama ayah ibunya
"ayo makan sini Kyungsoo" kata ibunya
"hyung kemana ma?" tanya D.O
"hyungmu tidak bisa ditebak kapan pulangnya, dia sibuk setiap waktu juga kan sama kerjaannya"
"iya sih"
mereka pun makan bertiga saja tanpa kakak dari D.O
setengah makan, D.O menanyakan soal Ayara kepada ayah ibunya apa masih ingat
"maa, paa, kalian masih ingat dengan Aya?" tanya D.O
"Aya?"
"Ayara, anak nya paman Yonjin dan bibi Heejin, tetangga lama kita"
"oh mereka iya ingat, anak gadis lucu itu, kenapa?"
D.O menceritakan kembali pertemuannya dengan Ayara lagi kepada Ayah dan ibunya. mereka senang karna mendengar kabar keluarga itu baik baik saja
__ADS_1
karna memang sejak perpisahan dulu ketika Ayara dan Yonjin akan pergi ke pulau jeju, setelah itu keluarga D.O juga pindah sebulan setelahnya dan sejak itu mereka tidak lagi saling dengar kabar
hari berlalu, dimana D.O yang masih dapat jatah liburnya 2 hari lagi, ia pakai untuk mencari teman teman lamanya
ia mengingat tentang Naina yang bekerja di salah satu swalayan, ia pun mencarinya disana
"ada yang bisa kami bantu?" sapa kasir didepan sana
"emm saya cari atas nama Naina?"
"Naina? ahh sudah berhenti lama kak, siapanya ya?"
"saya temannya"
"waah iya sudah lama, ada 2 bulanan"
"kalau alamat barunya kerja?"
"masih di market sih saya dengar tapi beda tempat sih kak"
"ahh"
karna tidak tau kemana lagi mencari, D.O menuju kesekolah SMA lama nya dan bertemu beberapa guru disana
mereka bertemu kepala sekolah yang sudah pensiun sejak lepas angakatan Ayara dulu
mereka mengobrol disana sambil bercerita banyak hal, ternyata kepala sekolah cukup mengikuti perjalanan karier EXO
setelah puas mengobrol, mumpung ingat D.O menanyakan alamat Ayara atau Naina kepada kepala sekolah nya
"waduh Aya, saya tidak tau, taunya hanya Naina, pernah ketemu di kasirnya makanan cepat saji"
dan mendapatkan alamatnya, D.O tidak mau menghabiskan banyak waktu terbuang sia sia dan pergi menuju alamat Naina
saat masuk
"ada yang bisa kami bantu?" tanya pelayan
"cari Naina, apa ada staff kalian bernama Naina?"
"Nai, dia shift siangnya kak, kurang lebih 20 menit lagi datang"
"baiklah biar saya tunggu"
jadilah D.O memesan makanan sambil menunggu Naina, sampai akhirnya Naina datang
"Naina" sapa D.O
"yaa saya? apa kita pernah bertemu ya?" jawab Nai na
"ini aku, Kyungsoo"
"ohh Kyungsoo? astaga kamu kenapa disini?"
__ADS_1
D.O menceritakan bagaimana ia bisa menemukan alamat kerja baru Naina, dan disana mereka mengobrol melepaskan masa rindu mereka