
"benar? okeh aku buatkan sepulang dari sini ya untuk grup chat nanti ya" kata Do
setelah mulai ada titik terang atas masalah di hadapi Do, dimana ia ditekan Exo membantu mereka lepaskan hinaan Ayara mengingat memang Do penyebab utamanya, menjadi ringan karna Raiya mau membantunya
Do pamitan pulang, sampai dorm ia menjelaskan pada semua member Exo tentang ini dan mereka sangat menerima, akhirnya membuat grup chat bersama Raiya
jika di grup chat dengan Exo ada 10 anggotanya yaitu sembilan member Exo full dengan satu orang Raiya
"hai oppa Exo, salam kenal, aku Raiya, adik Aya unnie, jika ada masalah apa aku bisa bantu soal unnie" tulis Raiya digrup chat itu
semua menyambut dengan baik..
tapi di grup chat dengan bangtan ada 7 anggotanya saja yaitu enam member bangtan tanpa Seokjin dengan Ayara
"oppa bangtan, ini aku Raiya" kata Raiya
"hai Rai, selamat masuk grup ya" sapa Namjoon
"makasih oppa, oh ya oppa, apa Jekey membuat grupnya?"
"yaa itu Jekey"
"iya unnie itu aku" kata Jungkook
"Jekey, kamu yang membuat grup chat ini kah?" tanya Ayara
"iyaa"
"kenapa tidak kamu masukkan Jin oppa?"
semua member menjelaskan dengan kompak jika sepakat tidak memasukkan Seokjin karna curiga atas hubungan Seokjin dengan Ayara jika lebih dari pikiran mereka, bahkan mungkin keduanya tampak berpacaran
mendapat kan itu, Raiya bingung karna ia tau memang kecurigaan mereka benar soal Ayara dengan Seokjin
setelah hari itu beberapa hari berikutnya dimana Exo kosong jadwal, mereka pun memghubungi Raiya, mereka ingin dipertemukan dengan Ayara
"Rai, bisa bantu kami buat jadwal ketemu sama Aya? aku ingin bicara tatap muka dengannya" kata Suho
"apa kamu saja? atau sama member Exo?"
"sama member Exo kok, kami ingin tatap muka dengannya bersama Exo lainnya" kata Suho
"kami hanya ingin bertemu langsung menanyakan apa mau nya, syarat apa buat kami agar dia mau berhenti" kata Kai
"oh baiklah oppa, aku akan mengaturnya, aku kabari lagi nanti ya, tapi oppa, boleh aku meminta satu hal?"
__ADS_1
"apa?" tanya Sehun
"jangan sakiti unnie ya, jangan kasar ya, bilang aku kalau unnie yang Kasar"
"kamu tenang saja Rai, kami tidak akan kasar dengannya, kami tau dia juga gadis biasa" jawab Baekhyun
"terimakasih oppa"
Raiya mengatur untuk janji sama klien soal pembayaran setelah menumpang promosi di radio nya, disini lah kesempatan Raiya untuk membawa Ayara bertatap muka dengan Exo
"kak, aku mau pergi ketemu klien hari ini, temani bisa?" tanya Raiya
"bisa, ayo"
mereka pergi, berdua saja kesalah satu resto ketemuan, memang ketemuan dengan klien, lalu membahas soal perkerjaan, selesainya, Exo yang sudah stay pun berjalan kearah ruangan seperti yang sudah di aba kan oleh Raiya
dan ketika Ayara dengan Raiya akan keluar dari ruangan itu, mereka baru berdiri dan membalikkan badan, Ayara kaget karna Exo mulai masuk ke ruangannya
"Exo?" ucap Ayara kaget
"Rai?" tanya Ayara melirik arah adiknya
Raiya menggelengkan kepala yang artinya tidak tau, Do pun menarik tangan Raiya untuk membawa nya pergi membiarkan Ayara berurusan sendiri dengan Exo
"urusan kalian sendiri, kamu pergi sama aku, kuantarkan kamu pulang" kata Do menarik tangan Raiya
tega? ya harus tega karna Ayara yang memang sudah keterlaluan, lagi pula ada alasan kenapa Do memilih pergi antarkan Raiya pergi, meninggalkan Raiya bersama Exo
Do percaya Exo tidak akan kasar, Do juga tidak mau ikut campur urusan mereka, Do sudah lelah, Do juga takutnya tidak tega jika berada disana yang ada malah akan melindungi Ayara
"ahh, Rai, aku.." ucap Ayara
Kai menahan tubuh Ayara
"ngapain kalian? mau apa?" tanya Ayara berjalan mundur
"kamu yang sudah pernah merusak Exo, kamu tau disini kami berjuang setengah mati?" tanya Suho
"permisi" kata Ayara
Ayara berusaha pergi, tapi Sehun dengan gemas menarik tangan Ayara dan mendorongnya ke tembok dan menatap wajah Ayara dengan tajam
"kalian mau apa?" tanya Ayara takut
"kalau bisa membunuh mu, kami membunuhmu" kata Kai
__ADS_1
"tapi kami menghargai teman kami yaitu Do, dan juga Rai yang baik jadi tidak akan aku membunuhmu" kata Sehun
"berhenti meng-hate kami" kata Suho
"yaa, kau tenang saja, aku sudah katakan ini sebelumnya kepada Do, aku akan berhenti meng-hate Exo"
"oh? kenapa Do tidak mengatakannya?" bisik Chen
"iya, tidak ada kan Do mengatakan ini" kata Luhan
"tanya saja sama Do, kalian mau aku tidak mengganggu lagi soal kalian bukan? yaa, aku sudah mengatakan ini, tapi kalau Do tidak mengatakan kepada kalian, urusan Do" kata Ayara
"apa lagi kamu katakan pada Do yang tidak kami tau?" tanya Suho
"oh, kamu tau Do pernah menawarkan ini?" tanya Ayara
Ayara menunjukkan hasil rekamannya tentang Do yang menawarkan diri kepada Ayara soal ia akan keluar dari Exo demi fokus dengan Ayara, bahkan direkaman ada ketika Do mengatakan meninggal Naina demi Ayara
padahal semua member Exo tau jika Do dan gadis bernama Naina itu memang lagi sangat dekat, meskipun selalu menolak dikatakan mereka berpacaran, tapi situasi mereka berbeda dari pertemanan biasannya
tapi kenapa tiba tiba Do menawarkan keputusan itu? bukannya Do memberikan Ayara pelajaran tapi malah sebaliknya, Ayara lah yang memberikan Do pelajaran dengan cara nya ini
dan dengan mudahnya Ayara membalikkan kemarahan member Exo kepada nya menjadi kepada Do, ia memutuskan untuk pergi, dan meninggalkan tempat itu, lalu kembali balik ke kantor AyRai
tapi Raiya kaget kenapa secepat itu Ayara sampai
"kak? kok cepat? kamu dari mana?" tanya Raiya
"kan tadi kamu meninggalkan ku dengan Do disana"
"ya lalu, kenapa sudah datang saja?"
"iya buat apa lama lama?"
Raiya merasa janggal bisa secepat itu Ayara pergi dari jeratan Exo, pasti ada yang tidak beres
benar saja, Exo dari resto itu menemui Do di dorm nya dan menginterogasi nya soal semua fakta tadi, Do kaget ternyata ia lah yang di jebak oleh Ayara atas ini
Do menjelaskan tapi tidak ada yang percaya meskipun tidak semua yang tidak percaya, jadilah terbelah belah lagi Exo disana karna sebagian mempercayai Do, sebagian lagi tidak
hari belalu, Do menemui Ayara, dengan mengumpat kali ini Do kecewa atas kejadian beberapa hari lalu
"Do? kenapa lagi?" tanya Ayara
"kenapa? sudah lihat berita? kamu tau? Exo pecah"
__ADS_1
"oh ya? waaaah" ucap Ayara bertepuk tangan