
"maafkan aku oppa, aku memang menyukai mu, tapi aku belum tau itu mencintaimu atau tidak" kata Ayara
"kenapa? kemarin bukannya kamu bilang kamu mau menjalani saja dulu denganku?" tanya Seokjin berdiri
"kan aku hanya bilang jalani saja, bukan bermaksud menjadi pacar dan lebih, lagipula waktu itu aku bilang karna aku takut teman teman ku tau ada kamu disini" kata Ayara
"jadi maksudnya, kamu mempermainkan aku ya?"
"bukan begitu oppa, kamu tau gak sih aku sudah punya pacar" kata Ayara membalikkan badan
"aku taaauu" jawab Seokjin sedikit nada keras
"lalu kenapa masih memaksaku?"
"aku tidak memaksamu, aku berusaha kamu lebih memilihku saja dari pacarmu" kata Seokjin
"itu tidak mungkin terjadi, karna aku cintanya kepada pacarku"
"didunia ini tidak ada hal yang tidak mungkin, jaman nya sudah berbeda Aya" kata Seokjin
"lalu apa mau kamu?"
"aku tetap menunggu kamu sampai kamu menerima aku, walaupun aku tau kamu punya pacar, aku tidak peduli, aku akan tetap mencintai kamu dan menunggu disini"
"kenapa begitu?"
"karna aku sangat mencintai kamu"
Ayara kembali membalikkan badannya dan melihat kearah luar jendela tapi Seokjin diam diam mendekatinya lalu menarik lengannya untuk tidur di ranjangnya dan menindihnya
"oppa, mau kamu lakukan apa?" tanya Seokjin
"nikmati saja malam ini" kata Seokjin
"oppa, tidak, jangan oppa, aku tidak pernah melakukan itu"
"biar aku yang menjadi orang pertama mengambilnya sebelum pacarmu" kata Seokjin
"oppa" teriak Ayara
Ayara menahan tubuh Seokjin sampai membuat nya berhasil mendorong Seokjin dan Ayara berlari kearah pintu, tapi pintu malah dikunci dan kuncinya ditangan Seokjin
"sini kunci itu, oppa" kata Ayara
Seokjin menarik paks lagi tangan Ayara, karna Ayara menahan tubuhnya untuk tidak ikut dengan Seokjin, Seokjin langsung mengangkat tubuhnya dan kembali ke ranjang, tapi malah Ayara kembali berlari
tapi yang ada malah Ayara terpeleset dan jatuh di lantai, tidak pedulinya lagi, Seokjin melakukan nya dilantai itu
setelah selesainya melakukannya mereka sama sama bangun
__ADS_1
"aduh, sakit ini pinggangku" gerutu Ayara
"makanya kan di ranjang lebih enak, kamu kelamaan ya disini" kata Seokjin
seketika Ayara mendorong Seokjin dan menepuk nepuk lengan Seokjin dengan manja dan gemasnya karna mereka sudah melakukan itu, dan itu adalah dilakukan Ayara pertama kalinya
Ayara duduk di ranjang itu dan mengatur napasnya karna kelelahan, dan selama itu pula Ayara berusaha menutupi lehernya dengan rambut panjangnya
"ini rambut di tali, kenapa berantakan" kata Seokjin
"ahh biar aku yang menyisir nya saja, aku tidak biasa ditali" kata Ayara
Ayara hanya merapikan nya tapi mereka tidur hingga paginya, pagi nya Ayara bangun..
Ayara bersiap siap pergi kekamar ayah ibunya diantarkan juga oleh Seokjin
"selamat pagi appa, amma" sapa Ayara
"pagi nak, ehh Jin" sapa Heejin
"pagi bibi, paman.." sapa Seokjin
mereka makan pagi bersama disana, hingga sedikit siangnya, baru berkumpul lagi dimeja makan outdoor yang biasa dipakai mereka disana
setelah berkumpul semua, Ayara, Raiya dan pacar Seokjun menyiapkan untuk makanan pesta bakar bakaran nanti malam
karna hari itu adalah hari terakhir ditahun ini dan malam nanti tepat dimana malam pergantian tahun barunya terjadi
setelah sorenya.. saat masih menyiapkan semuanya... Ayara sedang sendirian dan Seokjin melihatnya langsung mendekati arahnya dengan menatap arah Ayara dengan sangat dalam
"apa yang kamu lakukan?" tanya Ayara
"duduk" jawab Seokjin
tapi Ayara risih dengan Seokjin yang terus melihati nya tanpa berhenti sejak tadi
"mengapa sampai begitu melihatku?" tanya Ayara lagi
"tidak" jawab Seokjin
Seokjin pun berdiri dari duduknya dan mendekati Ayara yang sedang membelakanginya, lalu membisikkan ditelinga Ayara dari belakang
"kamu sudah jadi milikku sepenuhnya sejak malam itu, jadi jangan pikir aku melepaskan dengan muda yang sudah jadi milikku" bisik Seokjin
Ayara hanya mendengarkan sebentar lalu melanjutkan lagi urusannya yang menyiapkan beberapa makanan di meja itu
"jadi siapapun pacar kamu, siapapun yang menyukaimu, siapapun yang mau berusaha mengambilmu dari aku, aku hanya peringatkan saja sudah mendapatkan inti dari seluruh diri kamu" kata Seokjin lagi berbisik
Ayara membalikkan badannya lalu menunjukkan garpu tepat kearah mata Seokjin, tapi malah pacar Seokjun dengan polosnya datang menyapa
__ADS_1
"permisi, aku mau ambil minuman ini dua gelas boleh?" tanyanya
"ohh, iya ambillah onni" kata Ayara
"terimakasih, aku mengambilkan Jun dan untukku satunya"
"iyaa"
Ayara langsung membalikkan badannya lagi mengurusi makanan dimeja itu dan Seokjin juga pergi
malamnya, tiba, semua persiapan selesai, mereka mengisi waktu nya untuk mengobrol bersama, tak hanya mereka disana, ada penyewa resort yang lainnya juga disana juga merayakan pesta malam tahun baru itu
Heejin, Yonjin dan kedua orang tua Seokjin mengobrol berempat, yaa membicarakan masa sekolah jaman dulu ditahun mereka saat remaja, mengenang masa pertemuan dengan pasangan masing masing
Raiya sibuk dengan Yangju, Ayara bersama hyung Seokjin dan pacarnya juga dengan Seokjin mengobrol seperti biasa
tiba didetik detik dimana perhitungan mundur akan dimulai, Ayara dan pacarnya telfon video calling untuk sama sama menunjukkan kegiatan mereka disana
hitungan bersama dimulai
5
4
3
2
daaan
1
semua menyalakan kembang api nya dan bersorak bersenang senang, begitupun Ayara yang bertelfonan dengan sang pacar yang harus bekerja di luar negri
Seokjin hanya memerhatikan Ayara dengan telfonnya disana, sambil ia tersenyum dalam hatinya berkata jika ia tidak peduli dengan siapa Ayara sekarang memiliki hubungan yang penting ia sudah merasa memiliki Ayara sejak melakukan (itu) dengan Ayara dimalam sebelumnya
pesta kembang api selesai dan lanjutkan untuk makan makan, tapi setelah semua selesai, ayah ibu Seokjin dan juga ayah ibu Ayara pun pamitan untuk pergi tidur duluan seperti biasa
"Aya, Rai, appa dan amma pergi tidur duluan ya" kata Heejin
"ahh iya ma" jawab Raiya
"saya juga, Jin amma masuk duluan sama appa" kata ibu Seokjin
"nak Jin, titip anak bibi ya, nanti kalau mau antar kekamar biar Rai suruh antar" kata Heejin
"iya ma nanti aku antar kalau onni mau tidur kekamarmu" kata Raiya
tinggallah Seokjun dan pacarnya, Yangju, Raiya, Seokjin, dan juga Ayara
__ADS_1
menikmati kebersamaan dengan saling berkenalan dekat disana antara keluarga Ayara dengan Seokjin dan mereka memesan minuman bir disana, semua meminumnya dengan normal, ketiga pria disana bermain kartu, yaa untuk mengisi waktu saja, hiburan diri
tapi tidak terasa Ayara meminum bir hingga habis 2 botol, tentu sudah membuatnya sangat enteng dan menjadi mabuk berat