
"kan, ada alasan lain ternyata" ucap Seokjin
"ya tapi kan aku juga karna nyaman" jawab Ayara
"yaa, tapi gak masalah juga melakukan itu, yang penting aku bisa bersama kamu, yang penting jangan tinggalin aku ya?"
"emm, iyaa"
sampai dirumah Seokjin, Ayara masuk dan siap siap, setelah ketiganya siap, mereka pergi bertiga dan Ayara menyetir karna Ayara bisa menyetir
setelah sampai acara, disana dengan bangganya ibu Seokjin mengenalkan tungangan dari anak bontotnya yaitu Ayara
Ayara juga bisa cepat bergaul dengan beberapa anak seumurannya yang ikut keluarganya di acara yang sama, semua merasa bangga karna Ayara cantik dan baik jadi tidak masalah kalau bisa memiliki Seokjin, mereka belum tau saja siapa Ayara
semua pada membahas idol korea, bahkan istri dari kakak laki laki Seokjin itu juga membahas salah satu idol yang ia sukai juga
pembahasan membuat kesal, tapi topeng Ayara masih harus ia pakai, ia harus mengikuti saja alur mereka bicara disana, setidaknya menghargai
"oh ya, Aya suka idol?" tanya salah satu orang disana
"ehhh" jawab Ayara yang akan menjawab malah di jawab dulu sama kakak iparnya
"ya ada ada saja kamu tanya ya, dia kan tunangan sama adik suamiku, Jin, tau kan Jin, bangtan loh dia, masa Ayara gak suka ama idol, kalau gak suka ya gak akan menerima pertunangan kan" jawab kakak ipar Ayara itu
mendengar itu seketika Ayara tersedak, membuat kakak iparnya kaget karna tiba tiba tersedak, ibu Seokjin juga jadi kuatir
"kenapa Aya?" tanya ibu Seokjin pada Ayara
"gak papa ma, ini tersedak aja, batuk tiba tiba, tapi aman kok hehe maaf ma, maaf unnie, buat kalian kuatir, maaf semua ya"
"astaga amma pikir ada apa"
"lanjutkan deh ma, Aya baik kok"
"ya udah"
banyak yang perhatian kepada Ayara terutama keluarga Seokjin karna memang segitu pedulinya mereka kepada tunangan dari Seokjin itu
untuk inilah kenapa Ayara bisa mudah luluh hati terhadap Seokjin ditimbang kepada Jun ah, karna bahkan bertahun tahun pacaran dengan Jun ah, mengenal orang tua nya sama sekali tidak, hanya sekedar tau sama tau, secuek itu..
hari berlalu, ketika Ayara pergi tadi bersama Seokjin, Do akan turun tapi ia melihat ada mobil lagi turun, Do tak jadi turun, ia melihat siapa sata datang
tak lama pria sedikit turun dari mobilnya, lalu memencet bel rumah dan keluarlah Raiya, pria itu adalah ayah Seokjin
"paman?" sapa Raiya
"Rai, Aya kemana? ada janji sama bibi"
"aduh paman, pergi tadi sama Jin oppa, kok paman jemput?"
"oh ya? ya gak tau paman kira tidak di jemput Jin, soalnya sekalian paman dari kantor mampir"
__ADS_1
"kan jalannya beda arah?"
"iya gakpapa, penting bisa jemput Aya"
"iya paman, sudah sama Jin oppa, agak tadi malah"
"oh yaudah, paman pergi duluan ya"
"ya paman"
mobil itu pergi, dikira Do mungkin itu adalah klien Raiya karna pas ketemu sama Raiya langsung pergi kan, baru akan turun lagi kedua kalinya ia melihat mobil berhenti lagi didepan rumah itu, dan kali ini Do mengenali itu mobil bangtan
Raiya yang masih diluar melihat itu mobil bangtan, Raiya menyapa mereka
"bangtan?" sapa Raiya
"Aya ada?" tanya Jimin
"ada apa ya?"
"kami mencarinya lah" jawab Taehyung
"iya ada apa oppa, aku nanti bicarakan kepadanya, dia tidak dirumah"
"kemana?" tanya Jimin
"sama... itu temannya"
"bisa, masuk saja oppa ayo"
Ayara membawa masuk bangtan, disinilah bangtan menjelaskan semua kepada Raiya soal unnie nya, Raiya paham semua
diam diam Do mengikuti mereka dan menguping percakapan bangtan dengan Raiya disana
Raiya bahkan atas nama kakak nya meminta maaf semuanya dan sebagai adik Ayara, Raiya memohon agar bangtan tidak menyakiti Ayara
"ya saya tidak begini kalau Aya tidak melakukan itu semua" kata Yoongi
"iya oppa, saya tau itu, untuk itu saya minta maaf atas nama kakak saya"
"saya harap kamu bisa membantu kami" kata Hoseok
"aku akan bantu kalian kok, aku akan bicarakan semuanya tapi beri unnie waktu ya, karna aku juga membuatnya berubah gak gampang"
"iya pasti kami akan kasih waktu" jawab Namjoon
disini Raiya memberikan nomornya untuk menjadi satu grup chat dalam pembahasan Ayara
setelah bangtan berpamitan, Do buru pergi ke mobilnya, bangtan keluar dan mulai masuk mobil tapi Do melihat member bangtan hanya enam
"enam? siapa yang tidak ada? bukannya bangtan bertuju?"
__ADS_1
setelah bangtan pergi, menunggu beberapa saat dulu siapa tau ada yang datang lagi, dirasa aman, Do turun, memencet bel rumah Raiya dan masuk
"Rai" sapa Do
"Kyung oppa?" sapa Raiya
"bisa bicara?"
"bisa, duduklah"
Do disini mulai beberapa pertanyaan perihal Ayara yang banyak sekali ia ingin tau melalui Raiya, berbasa basi dulu baru perihal intinya pembahasannya
"soal pacar Aya, kamu tau siapa?" tanya Do
"oh, Jun ah?"
"Jun ah? oh aku tau Jun ah, itu pacar Aya masih? aku dengar putus bukan?"
"oh, kamu tanya pacar nya kan, ya pacar unnie, dia"
karna kan Raiya tau nya pacar Ayara ya Jun ah tapi beda kalau tunangan Ayara
"beda, aku pernah lihat ada pria menemui Ayara di rumah ini, tinggi, cukup putih, bersih, bermobil merah"
"ahh? itu..." ucap Raiya mengingat itu kan Seokjin
"iya itu"
"temannya kali oppa, aku kurang paham sih, tapi memang ada temannya"
"loh, memang Aya tidak ada hubungan spesial sama seseorang?"
"tidak ada sih, Jun ah itu dah, mereka putus masih dekat kok"
"ahh, terus bangtan?"
"bangtan... dia.."
"katakan saja gakpapa, kamu sudah kenal aku lama kan? apa kamu tidak percaya lagi kepada ku, aku akan menjaga rahasia darimu"
"bangtan sama denganmu oppa, mereka meminta bantuan dari aku buat mengurus soal Kill Dark dan unnie"
"aaahh, emm lalu kamu bisa membantu?"
"aku bilang aku akan membantu"
"membantuku bisa? aku menyerah kepada Aya, aku seperti tidak sanggup kepada Aya, aku minta bantuan boleh"
"bantuan apa oppa?"
"bicara sama Exo, mereka terus menekanku, agar aku terus bisa merubah Aya, tapi aku minta maa sebesar besarnya kepadamu Rai, aku menyerah tapi aku bingung bagaimana menjelaskan kepada Exo, bantu aku agar terlepas dari ini"
__ADS_1
"oh ya? ya ampun aku akan membantu mu oppa, aku sudah bikin grup chat bersama member bangtan khusus membahas soal unnie, buatkan aku grup chat juga masukkan para member Exo lainnya, aku akan menjelaskan dan menanyakan apa saja mereka inginkan"