
karna kesal Ayara melakukan itu jadilah Seokjin menggigit lengan kiri Ayara, membuat Ayara jadi kesakitan
"auuh oppa, sakit ini lepas gak" kata Ayara
"kamu pikir tadi tari bibir ku gak sakit?" jawab Seokjin langsung menggigit nya lagi
"sudah, iya, oppaa, sakit, aku telfon appa mu nih" ucap Ayara
"ahh baiklah"
saat Ayara sudah bebas, ia berdiri dan berjalan kearah sofa tapi malah Seokjin mendorongnya keatas ranjang tidur disana dan menindih tubuh Ayara
mereka berciuman disana, tapi tidak sampai melakukan yang sudah di pikiran Seokjin malah ketukan kamar itu terdengar
"oppa, ini aku, Rai, ada onni kan?" teriak nya
Ayara seketika berdiri dan merapikan bajunya lalu berjalan kearah pintu dan Seokjin mengantarkan Ayara, Ayara dan Raiya pun berpamitan pulang
malam berlalu, esok paginya, Ayara bangun dan makan bersama keluarganya, setelah makan pagi bersama
"tanyain kabar kabar keluarga nya Jin, Aya" kata Heejin
"iya, bagaimana pun kamu bawa dia" kata Yonjin
"iya nanti pa, ma"
"oh iya pa, ma, kalian ikut kita saja nanti siang ke resort mereka ya" kata Raiya
"iya pa, sekalian nanti biar aku sama Raiya bookingkan kamar buat kalian" kata Ayara
"beneran Aya? Rai? boleh deh, appa mau" kata Yonjin
tak lama saat sama sama santai, Ayara melihat Raiya menelfon Yangju menanyakan makan pagi sudah atau belum, jadinya Ayara menelfon ibu Seokjin untuk memberikan perhatian, bagaimana pun Ayara lah yang membawa mereka kesini jadi harus diberi perhatiannya
"halo bibi?" sapa Ayara
"iya Aya? kenapa kok pagi telfon?" tanya ibu Seokjin
"Aya cuma mau pastikan saja hehe, sudah bangun semua ya?"
"kalau Jin sama Jun dan pacarnya tidak tau, appa dan amma bangun"
"iya itu maksudnya bi, bibi sama paman sudah makan pagi?"
"sudah Aya, dapat breakfast dari resort"
"oh yaudah deh, Aya kuatir belum makan saja"
"makasih nak sudah perhatian sama kami"
"oh pasti lah bi, nanti siang baru kesana ya bi"
"iya nak"
setelah menelfon, baru lah sedikit lebih lega, karna baru akan datang ke resortnya nanti siang saja
setelah siangnya..
mereka berangkat berempat lalu sampai di resort
"onni, pesan satu kamar lagi ada?" tanya Raiya
"ada, baru keluar costumernya masih dibersihkan onni, bisa ditunggu"
__ADS_1
"baiklah"
"hanya satu ya?" tanya Ayara
"iya, onni hanya ada satu, dan ini baru pagi tadi cek out" kata staff nya
"lah kenapa masih mau pesan satu kamar lagi onni?" tanya Raiya
"lah buat onni?" kata Ayara
"ya bisa satu kamar dengan Jin oppa loh"
"ya enggak lah, mana ada" kata Ayara
"yaudah kalau Aya tidak mau, tidurnya satu kamar sama kita saja" jawab Heejin
"iya, kita bisa satu kamar kan" kata Yonjin
"yaudah kalau begitu aku juga mau satu kamar dengan kalian" kata Raiya
"iya gakpapa, kita ramai ramai" jawab Yonjin
"haha iya"
setelah kamar selesai, Ayara, Raiya, Heejin dan Yonjin pun menuju kamar mereka lalu tak lama yang lainnya berdatangan
malam nya tiba dimana semua berkumpul makan malam di meja makan outdoor yang berada dekat dari kamar Seokjin dan Seokjun
mereka mengobrol disana hingga malam, sampai akhirnya ayah ibu Seokjin dan ayah ibu Ayara masuk untuk tidur, tertinggal para anak muda nya saja
"ini jam berapa sih?" tanya Seokjun, hyung Seokjin
"ini jam 12 malam" kata pacarnya
"ayo pergi tidur" jawab Seokjun
tertinggal Ayara, Seokjin, Raiya dan Yangju, tapi selang beberapa menit, Raiya juga pergi bersama Yangju
"onni, kami duluan juga ya, aku malam ini tidak tidur dikamar appa sih, aku sudah bilang ini sama appa kirim pesan chat saja" kata Raiya
"ahh okeh deh" jawab Ayara
"duluan nuna, hyung" kata Yangju
"emm" jawab Seokjin
tertinggal Ayara dan Seokjin diluar, mereka masih diluar beberapa menit lagi..
"kalau begitu, aku pamit juga ya aku pergi kekamar appa dan amma" kata Ayara sambil berdiri akan pergi
"ehh, ke kamarku saja" kata Seokjin menahan tangan Ayara
"tapi aku bisa tidur dengan appa dan amma ku saja" kata Raiya
Seokjin menarik paksa Ayara dan Ayara menolak, meminta melepaskan, keributan teriakan Ayara membuat gaduh dan sampai satpam jaganya pun ikut turun tangan dikiranya kekerasan
"ada apa ya pak, bu, maaf ini kenapa ribut?" tanya satpam keliling
"kan sudah ku bilang apa, ikut saja" jawab Seokjin
"aku tidak mau kenapa kamu memaksaku" kata Ayara
"maaf ini ada yang perlu saya bantu tidak? kalian ada masalah?" tanya satpam lagi
__ADS_1
"pak, kami tadi hanya bercanda, dia pacar saya, kami mau tidur, jadi tidak ada masalah, maap jika mengganggu pekerjaanmu" kata Seokjin
"ahh kupikir anda bermasalah"
"tidak"
"baiklah, silahkan beristirahat"
setelah satpam pergi, Ayara diam diam berjalan kearah kamar appa nya tapi Seokjin melihatnya langsung mendekatinya diam diam langsung menariknya lagi
"ahh oppa" ucap Ayara
"kubilang kekamarku saja" ucap Seokjin
satpam tadi menoleh lagi kearah mereka jadilah Ayara pergi ikut dengan Seokjin, setelah dikamarnya...
Ayara kaku dan canggung, bukan karna malu atau hal lainnya tapi karna Ayara takut Seokjin tau tentang tatto leher belakangnya, disini ia merasakan jika tatto itu cukup membahayakannya
lucunya malah membuatnya terancam hanya karna tatto itu
"kenapa kaku begini?" tanya Seokjin
"ohh, kamu.. oh ya jangan pakai ac ya"
"pakai tapi minimal kok"
"2 maksimal nyalanya"
"iyaa ini aja 2"
"bagus"
Ayara pergi kekamar mandi dan mengunci kamar mandinya, disana ia menatap kembali dirinya dalam kaca sambil mengatai dirinya sendiri adalah bodoh
"aaarggh" ucap Ayara dalam hati
setelah selesai, Ayara keluar tapi malah dikageti Seokjin yang tiba tiba muncul di depan nya
"Aya" ucapnya mengageti Ayara
"oppaa ahh" teriak Ayara
Seokjin menarik tangan Ayara dan membawa nya ke ranjang tidur, tapi Ayara menolak, tapi malah Seokjin menarik pinggannya
"iih oppa, ih, jangan tarik ini sakit" teriak Ayara
"sini duduk"
Ayara duduk disamping Seokjin diatas ranjang itu, lalu Seokjin memeluknya dengan manja, setelah beberapa menit Seokjin melepaskan pelukannya tapi masih memegang perut Ayara dan juga punggung belakang bagian bawah Ayara sambil menatap kedua mata Ayara dengan tajam
"kenapa sampai melihatku begini?" tanya Ayara malu
"i love u" ucap Seokjin sambil tersenyum
"emm"
"jawab"
"iya"
"jawab kalau kamu juga cinta aku"
"apasih"
__ADS_1
"jawab, Ayaaa! kamu sudah janji kan dan itu kamu mengatakannya sendiri"
Ayara melepaskan tangan Seokjin, lalu berdiri dan berjalan kearah jendela kamar itu, sambil menatap kearah luar jendela