
padahal dalam hati nya, ia sedang mencoba membohongi bangtan agar mereka tidak semakin tau dengan apa yang terjadi
meninggalkan kesibukan bangtan yang banyak acara shootingnya, Ayara juga harus mengurus kantor Ayrai karna Raiya balik sementara ke jeju
sementara Raiya yang sudah sampai di jeju pun menyapa ibunya saat ia baru bangun paginya..
mereka makan dulu bersama dengan Raiya dan Yangju, lalu setelah makan, Yonjin dan Heejin mendekati Raiya yang duduk di ruang tamu bersama Yangju
"ma, pa, ada apa?" tanya Raiya
"kami mau bicara sama kamu, ada yang mau dibahas" kata Heejin
"oh, kalau begitu biar saya tunggu diluar saja ya hibi, paman" kata Yangju
"iya makasih ya nak, sudah mengerti" kata Yonjin
"iyaa paman"
tinggallah Raiya dan kedua orang tuanya, disinilah Heejin menjelaskan semuanya tentang perjodohan Ayara dengan Seokjin
"serius ini ma?" tanya Raiya
"iya, beberapa hari lalu, sudah lama, ayah ibu Seokjin datang kemari, dan meminta untuk menjodohkan Aya untuk anak mereka" kata Heejin
"kalian jawab apa ma?"
"yaa aku tidak menjawab Rai, kan itu urusan nya sama Aya"
"tapi orang tua Jin oppa kemari, bilang meminta izin. kalian merestui kah?"
"kalau kami merestui saja nak, kan Jin dan keluarga nya baik sama kita" kata Yonjin
"ya kalau begitu tidak perlu lagi lah kalian bilang sama onni buat dia mau menerima atau tidak"
"kenapa begitu?" tanya Heejin
"ya karna kalau mereka sudah dapat kepastian diterima dari kalian, namanya ya sudah resmi dijodohkan, kan kalau dijodohkan memang orang tya sama orangtua, mau anaknya menolak tapi orang tuanya menjawab iya ya dia gak bisa nolak kan" kata Raiya
"ahh iya sih, bener juga, lalu ini gimana?" tanya Yonjin
"ya udah, tinggal bilang sama onni saja pa, tapi karna kalian sudah bilang mengiyakan, artinya kalian setuju menjodohkan onni dengan Jin oppa" kata Raiya
"ahh begitu ya? semoga saja Aya mau" jawab Heejin
"kok berharapnya gitu ma? kamu gak lupa kan kalau onni punya pacar?" tanya Raiya
__ADS_1
"astaga, Jun ah? iya amma tau, tapi amma lupa sama sekali gak ingat" jawab Heejin
"terus amma mau jelasin apa sama Jun oppa?"
"aduh apa ya? kenapa amma bisa lupa juga" ucap Heejin
"yasudah sekarang kalian mau merestui yang mana? Jun oppa atau Jin oppa?" tanya Raiya
"Jin saja, nanti Jun biar appa yang bicara" kata Yonjin
"yakin pa?" tanya Heejin
"iya pa, kenapa yakin?"
"Jin dan keluarganya gak diragukan lagi baiknya" jawab Yonjin
"memang maksud appa, kalau Jun oppa tidak baik?" tanya Raiya
"kurang saja menurut appa, dia hanya memerhatikan Aya, bukan kami juga, termasuk kamu appa yakin dia tidak perhatian, lihatlah bagaimana Seokjin" kata Yonjin
seketika Raiya membenarkan semua yang dikatakan ayahnya, karna memang Jun ah sejak awal memang tidak pernah perhatian kepada Raiya, termasuk ayah ibunya
sedangkan Seokjin?
sudah tidak diragukan lagi, perhatiannya, pedulinya, rasa kedekatannya bahkan tidak untuk Ayara seorang, tapi untuk adiknya juga, dan belum lagi perhatiannya kepada ayah ibu Ayara seperti ayah ibunya sendiri
"ya kalau begitu kami ikut saja kamu ke seoul" kata Heejin
"iya, appa juga libur 3 hari sih, bisa jan kesana saja" jawab Yonjin
"oh ya bener kalau begitu, kita balik ke seoulnya barengan"
"iyaa"
setelah selesai mengobrol, mereka bersiap siap ke seoul, karna sekalian mengisi liburnya kerja Yonjin sekalian membahas untuk pernikahan Ayara dengan Seokjin nanti
sementara Ayara, yang sedang santai diruang kerjanya, Ayara menyalakan televisi disana..
"nuna, ada yang mau saya bantu?" tanya Sikyoung
"iya, saya panggil kamu"
Sikyoung pun masuk..
"ada yang mau mau dibantu?" tanya Sikyoung
__ADS_1
"tidak, cuma aku mau bilang, kalau ada yang mencariku, siapa saja, bilang aku tidak ada ya"
"baik nuna"
Ayara memang tidak ingin bertemu dengan siapapun untuk saat ini, termasuk bangtan apalagi Seokjin, ia ingin sehari saja bebas tanpa berurusan dengan idol siapapun itu
saat menonton televisi disana, waktu nya ia siaran baru selesainya kembali kerumahnya, dirumahnya ia masih ingin tiduran depan televisi sambil bermalas malasan saja
saat tiduran, ia mendengar suara ketukan rumahnya, ia malas, sangat malas untuk turun dan membukanya
tapi seketika ia terbangun karna ia mengingat ketika ada yang mengetuk tidak ia buka tiba tiba Suho masuk melalui jendela kamar Raiya, karna memang kebiasaan Raiya tidak menutup pintunya
seketika itu Ayara melihat di depan pintunya benar ada Suho, ia tidak membukakan, tapi ia berlari mengecek kamar Raiya untuk memastikan menutup jendela disana
tapi malah ia keduluan oleh Suho yang ternyata menahan jendela itu agar tidak bisa ditutup
"Suho, lepasin, kamu ini seperti maling" kata Ayara
Suho memaksa masuk dan kini sudah didalam kamar Raiya
"kenapa tidak membukakan ku pintu didepan malah berlari mau menutup jendela ini" ucap Suho
"aku hanya ingin menutupnya"
Suho mendekati wajah Ayara, Ayara berjalan mundur karna tidak mau terjadi apa apa, lalu Ayara perlahan berjalan keluar dari kamar Raiya
ketika perhitungan Ayara tepat, ia mencoba berlari untuk masuk kamarnya, tapi tangan Suho lebih cepat menarik lengan Ayara untuk menahannya agar tidak kabur
"Suho, lepas, ini sakit" kata Ayara
saat Suho memaksa mencium Ayara, Suho sebenarnya memang niat melakukan pemaksaan itu agar Ayara meminta maaf kepada EXO, tapi ia malah keterusan untuk bisa mendapatkan apa yang ia inginkan yang selalu Ayara tolak
"kita masih berpacaran kan? kamu lupa ya? tidak ada kata putus dari aku atau kamu" kata Suho
"yaudah, sekarang aku minta kita putus" kata Ayara
"tidak bisa lah semudah itu, mana kamu sudah menghancurkan EXO, dan meminta putus?"
"Suho, jangan macam macam kamu disini ya, aku sedang banyak masalah, aku tidak mau menambah masalah, jangan buat aku kasar" kata Ayara
seketika itu Suho menarik tubuh Ayara dan mendorong nya kesalah satu sisi tembok lalu menindihnya dan menciumi leher Ayara hingga menciumi bibir Ayara
saat Ayara bisa melepaskannya, Ayara berlari keruangan belakang rumahnya tapi saat Ayara tidak bisa berlari lagi karna ia bingung berlari kesegala sisi juga akan membuat Suho cepat mendapatkannya
"Suho, kita bisa bicara baik baik ya, tolong jangan gini" kata Ayara
__ADS_1
"baik baik? kamu saja memperlakukan kami (EXO) tidak dengan hati" jawab Suho
"aku mohon, kita baik baik saja, kamu mau minta apa, katakan saja, kamu mau aku meminta maaf?"