I Hate My Heart For My Hatter

I Hate My Heart For My Hatter
51


__ADS_3

"kamu bukan tipe penyuka pria dengan profesi idol, gitu kan" kata Xiumin


"kamu tau itu kan?"


"aku bisa buktikan keseriusanku, apa yang kamu mau aku turuti" kata Xiumin


"tapi memang aku tidak kepikiran berpacaran, oppa"


"lalu sampai kapan?"


"sampai.. ya.. tidak tau" kata Ayara


"tunggu aku selesai dari kontrakku dengan EXO, aku berjanji datang dan melamarmu"


"jangan bercanda sama ucapan, lamar lamar itu bukan hal kecil oppa"


"ya aku tau, karna itu aku serius"


"oppaa.. cari saja wanita lain, aku bukan aku yang kamu lihat"


"aku tidak mencintai wanita lain, mencintainya kamu"


Xiumin mengatakan itu sambil menyentuh tangan Ayara sambil meyakinkannya tapi Ayara melepaskannya seketika


"maaf oppa" kata Ayara


"apa hanya karna masalah mu dengan D.O, kamu bersikap sekeras ini anti kepada idol pria?" tanya Xiumin


Ayara hanya diam, karna itu pernyataan benar


"atau kamu belum melupakan D.O?" tanya Xiumin


seketika itu, Ayara mengelak, sekali lagi Ayara mengelak..


"aku tidak pernah melupakan apapun dan siapapun, yang perna ada dalam kehidupan ku, aku masih ingat tapi jangan bahas D.O" kata Ayara menatap nya tajam


"oke baik, kalau bukan karna itu, lalu apa?"


"ya karna kamu idol, aku tidak suka pria profesi idol, sudah lah itu saja, jangan mengait ngaitkan nya dengan yang lain" kata Ayara


saat Ayara akan pergi, Ayara balik lagi, berjalan dekati Xiumin..


"kamu baik dan tampan, apalagi kamu EXO, terkenal, banyak diluar sana wanita jauh lebih bisa menerima kamu dan jauh lebih baik dariku" kata Ayara sambil menepuk lengan kiri Xiumin


"apa artinya kamu menolakku? jika aku lain hari datang lagi untuk mencoba lagi menyatakan perasaan?"


"tergantung, apa profesimu" kata Ayara


seketika Ayara meninggalkan kantornya dan pergi, dalam hatinya berkata, ia mulai beraksi untuk menghancurkan grup atas nama EXO karna terdapat D.O didalamnya


D.O yang memberikannya kebahagiaan, tapi


D.O pula yang memberikannya kesakitan,


semua apa yang dialaminya tentang depresi bya sampai rehabilitasi nya juga ada kaitannya juga karna D.O dan dendam dimulai melalui Xiumin


pagi itu Ayara pun akan pulang lalu sampai rumah ia pergi mandi dan makan, baru tidur karna sorenya ia akan pergi ke agenci bangtan untuk beberapa urusan


saat sorenya Raiya datang saat Ayara sudah siap pergi


"onni, berangkat?"


"iya, kamu dateng? yaudah sana istirahat"


"onni kemana? ke kantor?"

__ADS_1


"bukan, onni mau ke agenci dulu, baru malam nya nanti ke kantor, kenapa?"


"tidak ada, hati hati onni dijalannya"


"okeh Rai, kamu tidur, jangan lupa makannya, onni soalnya lanjut besok pagi"


"iyaa"


Ayara pergi kekantor agenci, sesampainya disana, ia menyapa satpam jaga dan masuk dengan tenang dan ia duduk di kursi ruangan khusus untuknya disana


Seokjin mengintip ruangan Ayara ternyata ada orangnya jadilah ia masuk menyapa Ayara


"hai Aya" sapa Seokjin


"Jin oppa, hai"


"lagi ngapain?"


"lagi nyicil buat beresin ruangan nya, jadi enak tinggal pakai kan"


"emm"


mereka mengobrol berdua disana, tak lama Jungkook datang juga, ia mengintip apa yang di kerjakan hyung nya dengan Ayara disana


karna tidak ada apa apa jadilah ia masuk..


"kalian pada ngomongin apa?" tanya Jungkook


"jekey" sapa Seokjin


"kenapa hyung?"


"kamu tiba tiba saja munculnya"


"haha, lagi bosen"


"ada nuna, di ruangan mereka"


"ahh"


hari berlalu, berpindah kepada situasi di tempat Raiya, dimana ketika Raiya baru sampai di kantor radio nya, Raiya mulai mengecek beberapa list untuk jadwal iklannya, dan tak lama juga Sikyoung datang untuk mengatur jadwal setelah semuanya selesai..


Raiya pergi mengecek seluruh kantornya, melihat apa yang kurang diperhatikannya


tapi, saat selesai semua urusan dikantornya untuk pengawasan, Raiya pergi ke arah lobi dan akan keluar gedung untuk melihat tanaman diluar juga


"Rai" sapa Xiumin


"oppa?"


malah bertemu dengan Xiumin, Xiumin ada didepan kantor nya baru datang, dan menyapanya


"kamu lagi sibuk?" tanya Xiumin


"tidak, ada apa ya oppa? apa ada urusan sama kantor?" tanya Raiya


"bukan"


"oh, ketemu onni?"


"bukaan"


"loh terus?"


"bener ya ulang tahun Aya dekat ini?"

__ADS_1


"iya, tau dari D.O oppa?" tanya Raiya


"iya, emm aku mau tanya kado apa yang disukai sama Aya?"


"ya dia suka barang sih jam tangan, tapi jarang aih juga makainya, yang suka dia pakai kado dari orang kalau gak baju ya sepatu, celana, gitu gitu"


"ahh itu ya?"


"kenapa ya oppa?"


"tidak, aku mau kasih kado tapi takut dia tidak suka"


"ahh"


"emm terimakasih ya Rai, aku pamit lagi ya, kamu lanjutkan pekerjaanmu. bye"


"yaa oppa"


Xiumin pun pergi dan berpamitan, Raiya masih berdiri disana melihat Xiumin yang mulai pergi


"sudah ada tiga pria menanyakan hal yang sama, ahh onni.. aku jadi kamu aku benar benar bingung memilih yang mana, Jin oppa, dia tampan sekali, mana lagi kaya raya, Tae, astaga siapa yang bisa memungkiri ketampanan dia? dan Xiumin oppa? ya tuhan dia lagi, sudahlah tidak ada penjelasan buruk tentang nama itu" ucap dalam hati Raiya


tak lama, Ayara menyapa adiknya yang hanya bengong


"Rai, ada apa sih? diam saja?" tanya Ayara


"ahh, onni, mengagetkan saja"


"kenapa kamu, ada masalah? coba bilang?"


"tidak"


"lalu diam bengong"


"gak ngerti, kenapa bosen ya?"


"jangan lah gitu, kerja harus profesional yaa kata appa begitu"


"astaga iya onni, aku lupa kata appa itu, hadeh gak boleh malas, ayo Rai, semangat" ucap Raiya pada adiknya sendiri


sorenya..


"onni mau kemana?" tanya Raiya


"ke agenci dulu, onni mau mampir sana"


"ahh. baiklah"


Ayara pergi ke agenci bangtan, sesampainya, saat Ayara sibuk dengan komputernya disana, Seokjin memerhatikan Ayara dengan pekerjaannya, sementara Jungkook di sofa, ia merasa suhu ruangan terlalu gerah


saat dilihat ternyata ACnya memang tidak menyala, karna Jungkook lupa tentang Ayara tidak bisa dingin, jadilah ia menyalakan AC nya


setelah beberapa detik, saat AC nya mulai menyebar sudah keseluruh ruangan, Seokjin tidak bingung juga, tapi Ayara tiba tiba bersin berkali kali


"kamu kenapa Aya?" tanya Seokjin


"enggak, kok ruangan tiba tiba dingin?" jawab Ayara


"sejuk ini" jawab Jungkook


karna memang tidak bisa dingin, jadinya Ayara masih terus bersin bersin membuatnya tidak bisa fokus dengan pekerjaannya


Ayara mengambil tisu dan membuang pileknya sampai tisu nya habis


"kamu sakit apa ya? kok pucat?" tanya Seokjin

__ADS_1


Ayara merasa ada yang aneh dengan suhu ruangannya mulai dingin, saat melihat kearah AC, benar saja, AC menyala


__ADS_2