
melihat Seokjin marahnya malah jadi imut, Ayara tersenyum dan menarik pipi Seokjin dengan gemas, dan mereka malah bercanda berduaan disana
sebenarnya keduanya sudah sama saling suka, Ayara bisa melupakan dua pria sekaligus depan Seokjin yaitu Jun ah dan Do Exo, meskipun kadang dalam hati Ayara sendiri masih berpikir apa itu benar keputusannya?
"kamu beliin aku yang ini? pantes kok lama kamu?" tanya Ayara
"ini mengantri ternyata" jawab Seokjin
"oh iya jam segini pas jam pulang kerja sayang"
"iya"
Do melihat semua itu, ia berpikir sudah tidak ada kesempatan untuk bisa membuat Ayara menjadi seperti yang dulu lagi
apalagi ada pacar, itu tidak akan mungkin membuat Do didengar oleh Ayara, lalu siapa lagi yang bisa membantunya
beberapa hari kemudian, Do akhirnya kepikiran menelfon Raiya, karna masih penasaran sama siapa pacar Ayara, siapa tau tanya pada Raiya dapat informasi
ia menelfon Raiya, pas ketika Raiya sedang tidak ada kerjaan di kantornya nya karna kepengurusan staff utamanya saja
Ayara yang melihat adiknya baru keluar dari kamarnya padahal sudah jam 10, harusnya kan pergi kerja jam delapan
"Raiya, kamu gak pergi kerja?" tanya Ayara
"eh kak? udah bangun kamu? aku gak kerja, capek, gak ada kerjaan apa apa lagian, ada staff kok, jadi dirumah"
"oh"
"kakak kok tumbenan bangun? masih jam 10 kak"
"iya, aku janjian sama Seokjin buat nemenin amma nya pergi acara keluarga, aku suruh ikut karna kan acara cuma bawa cewek cewek"
"ohh, sama istrinya oppa Seokjun?"
"iya, Seokjun di rumah sih nanti, aku cuma sama amma nya dan kakak ipar"
"ahh"
saat memasak, lalu membawa ke meja makan, duduk didepan Ayara duduk, Raiya melihat hapenya karna ada telfon masuk, ya itu dari Do
melihat Do yang telfon, Raiya bingung mau mengangkatnya dimana, tidak mungkin angkat telfon Do didepan Ayara, kalau pergi, malah Ayara curiga
"kenapa diam? tuh telfonmu dek" kata Ayara
"emm, iya, gak kenal, males kak"
"sini mana, aku angkat"
"ohh udah mati sih kak" kata Raiya
Raiya terpaksa bohong, ia mengatakan telfonnya sudah mati padahal ia yang mematikannya, lalu mmmengirim pesan kepada Do
"maaf oppa, aku sama unnie" kata Raiya mengirimi pesan
__ADS_1
melihat jawaban itu ya tidak lagi di paksa untuk telfon, jadi ia menyimpan dulu pertanyaannya siapa pacar Ayara sampai bisa menemui Raiya
disini barulah Raiya juga sadar ia janji akan membantu Do membicarakan hal ini kepada Ayara, siapa tau dengannya, Ayara bisa mendengarkan, apalagi keduanya lagi tidak ada jadwal apapun diluar, sebelum Ayara dijemput oleh Seokjin
"kak" sapa Raiya
"iya dek?"
"mau nanyak deh kak, kakak pacaran sama Jin oppa, tapi kakak membenci idol itu gimana ceritanya?"
"kamu tau kan aku mencintai Jun ah"
"yakin mencintai Jun ah? kenapa kamu memilih menerima untuk perjodohan dengan Jin oppa?"
"aku juga tidak tau"
"kamu membenci idol tapi kamu akan menikah dengan idol?"
"aku tidak membenci idol"
"kak, aku tau kamu, aku juga tau Kill Dark"
"iya kamu sekedar tau saja"
"yaudah deh kak, aku cuma mau bilang kak, lebih baik, kakak berhenti deh, iya kalau kakak lanjut sama Jun ah oppa, masih membenci idol masih masuk"
"memang kenapa kalau gak sama Jun ah?"
"iya biarin" kata Ayara
"terus Jun ah? bagaimana?"
"kamu tau sia gak ada ngajak serius sampai sekarang, dia memang selalu bicara untuk serius, tapi mana? Seokjin yang datang untukku dan benar serius menemui orang tuaku"
"iya juga sih"
"yaudah kak, yang penting aku sudah membicarakan ini kepadamu baik baik saja" jawab Raiya
"iya, makasih ya, aku tau kau perhatian dan kuatir kepadaku, tapi kamu tenang, aku baik baik saja"
Ayara pergi ambil tas karna Seokjin akan sampai, lalu berpamitan pada Raiya jika akan keluar
"aku pergi dulu Rai" kata Ayara
"oh, yaa kak, hati hati"
"sama satu lagi, tolong siapapun tanya pacarku atau pacar Seokjin kepadamu, jangan tanya apapun"
"iya kak, itu aku selalu ingat kok"
"ya udah kakak pergi, kalau pergi kamu bawa kunci saja, aku bawa kunci soalnya tapi takutnya kamu datang duluan kan jadi enak gak nunggu aku"
"kakak lama?"
__ADS_1
"lama, malem pulang kok"
"ya kak"
Ayara keluar, dan Do yang ada didepan rumah Ayara melihat Ayara keluar, keluar dari pintu gerbangnya dan menuju mobil yang ada disana
Do dua kali melihat mobil yang sama datang kerumah Ayara, ia makin yakin jika Ayara memiliki pacar bukan menggertaknya tapi memang memiliki pacar
tapi Do tidak tau siapa pria itu, ia tidak mengenali mobil dipakai pria itu
Ayara pun masuk dalam mobil..
"masih pakai mobilnya Seokjun oppa?" tanya Ayara
"iyaa, mobil ku belum kelar di bengkel"
"waah wah parah ya?"
"iyaa"
mereka jalan, Seokjin memang sedikit cuek karna tipe nya yang cuek, tapi Ayara mulai luluh kepada Seokjin, berpaling dari Jun ah
"kenapa melihatiku?" tanya Seokjin
"aku masih kepikiran, kenapa kamu masih mau, setelah tau akun Kill Dark milikku" kata Ayara
"aku juga tidak tau, sampai berani sejauh ini ambil keputusan untuk bisa serius dengan kamu, aku tau kamu siapa tapi aku tidak tau bagaimana cinta membutakan segala nya" ucap Seokjin
mendengar itu Ayara menyentuh tangan Seokjin dan mengenggamnya, diganggamnya balik oleh Seokjin dan menciumi punggung tangan Ayara
"cinta itu tak hanya membutakan Aya, tapi bisa juga membuat tuli dan bisu, tentang apapun hal" kata Seokjin
"maafkan aku"
"i know you" ucap Seokjin mengusap rambut Ayara
"please stay for me" ucap Ayara
"tentu" jawab Seokjin dengan yakin
saat berhenti di lampu merah, melihat beberapa orang lewat depan mobil mereka, melihat dipinggiran jalan ada pasangan sepertinya sedang bermasalah, mereka sedang adu mulut
Seokjin tiba tiba kepikiran soal Ayara yang sebenarnya kan hatter nya kenapa menerima perjodohan kedua orang tuanya
seketika ingat itu, Seokjin melepaskan tangan Ayara, Ayara kaget, tiba tiba saja..
"kamu kenapa mau menerima perjodohan kami? kamu harusnya nolak kan? apa kamu lagi membuat misi kepadaku?" tanya Soekjin
"apa sih pikiranmu? tidak lah, aku sudah mulai nyaman saja sama kamu" jawab Ayara menarik tangan Seokjin lagi
"yakin? aku tau kamu, itu hanya alasanmu"
"ya karna kamu juga membebaskanku dari penjara dan membantuku merahasiakan masalah ini dari orang lain" jawab Ayara
__ADS_1